Industri Semen Diproyeksi Bangkit di 2026
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) memasok 10.000 ton semen pada pembangunan Jembatan Kabanaran(Dok. SMGR)
22:52
15 Januari 2026

Industri Semen Diproyeksi Bangkit di 2026

- Industri semen nasional diproyeksikan masih bakal tumbuh sepanjang 2026. Untuk itu, penting bagi pelaku industri semen nasional untuk memanfaatkan momentum pertumbuhan.

VP of Industry and Regional Research PT Bank Mandiri Tbk, Dendi Ramdani menyampaikan bahwa berdasarkan kajian dan proyeksi internal, penjualan semen nasional diperkirakan masih dapat tumbuh sekitar 2,5 persen pada 2026.

"Didorong oleh peningkatan belanja infrastruktur dan sektor properti, meskipun industri masih dihadapkan pada tantangan overcapacity, tingkat utilisasi yang belum optimal, serta tekanan efisiensi," kata dia dalam keterangan resmi, Kamis (15/1/2026).

Ia menambahkan, kondisi ini menuntut pelaku industri untuk terus beradaptasi melalui inovasi dan penguatan nilai tambah.

Sementara itu, kondisi overcapacity dan perlambatan pertumbuhan pasar semen domestik sepanjang 2025, tak lantas membuat PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mengikuti pasar.

Melalui SIG Infrastructure Summit bertema ”Bangga Bangun Indonesia”, SIG mengemukakan langkah-langkah strategisnya untuk menyiasati persaingan industri yang ketat.

Direktur Sales dan Marketing SIG, Dicky Saelan mengatakan, SIG terus melanjutkan transformasi bisnis untuk menghadirkan solusi bahan bangunan dan layanan pendukung yang inovatif serta relevan dengan kebutuhan pasar yang semakin dinamis.

Semen Indonesia juga hadir lebih dekat untuk memahami kebutuhan dan karakteristik pelanggan di tiap-tiap daerah, sekaligus meningkatkan tata kelola rantai pasok agar lebih efektif dan efisien.

“SIG terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pelanggan melalui pengembangan semen hijau, produk inovatif, dan solusi konstruksi terintegrasi. Kami berupaya memastikan setiap produk dan layanan SIG tidak hanya memenuhi kebutuhan teknis proyek, tetapi juga mendukung target keberlanjutan dalam jangka panjang,” kata Dicky.

Melalui SIG Infrastructure Summit, SIG memperkuat kolaborasi antara pelaku industri, mitra bisnis, perbankan, dan pemangku kepentingan lainnya, dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional.

Sementara itu, Direktur Operasi SIG Reni Wulandari memperkenalkan inovasi semen hijau SIG yang diproduksi dengan material dan proses yang ramah lingkungan sehingga lebih rendah emisi karbon hingga 38 persen dibandingkan semen konvensional, serta memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) tinggi di atas 90 persen.

Seperti semen hidraulis SIG dengan merek PwrPro yang dirancang untuk menghasilkan beton bermutu tinggi yang ramah lingkungan.

PwrPro telah terbukti tangguh dalam menopang konstruksi strategis, di antaranya Thamrin Nine Tower, Flyover Purwosari, Kawasan Industri Batang, Sabo Dam Merapi, dan Kendal Industrial Park. Selain itu, SIG juga mendorong penggunaan produk turunan semen hijau yaitu bata interlock presisi, sebagai solusi untuk mendukung program 3 juta rumah per tahun yang dicanangkan pemerintah.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Direktur Utama SIG, Andriano Hosny Panangian mengungkapkan Semen Indonesia menyediakan solusi konstruksi yang mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan, seiring dengan industri konstruksi global yang semakin mengarah pada dekarbonisasi.

“Kami meyakini bahwa pembangunan infrastruktur Indonesia harus sejalan dengan agenda transisi menuju rendah karbon agar Indonesia tetap kompetitif dan berdaya saing di tingkat global," tutup dia.

Tag:  #industri #semen #diproyeksi #bangkit #2026

KOMENTAR