HGII Optimalkan Pipeline Proyek Sambut Lelang EBT PLN
Ilustrasi energi terbarukan.(SHUTTERSTOCK/BOY ANTHONY)
15:04
15 Januari 2026

HGII Optimalkan Pipeline Proyek Sambut Lelang EBT PLN

- PT Hero Global Investment Tbk (HGII) menyatakan optimisme dalam menyambut rencana lelang proyek energi baru terbarukan (EBT) oleh PT PLN (Persero) pada 2026.

Optimisme tersebut sejalan dengan semakin terbukanya peluang pengembangan pembangkit listrik berbasis energi bersih sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.

Manajemen HGII menilai arah kebijakan energi nasional dan strategi pengadaan proyek EBT PLN memberikan ruang bagi partisipasi swasta, termasuk pengembang yang mengedepankan selektivitas dan keberlanjutan proyek.

Ilustrasi energi terbarukan.SHUTTERSTOCK Ilustrasi energi terbarukan.

Perseroan menegaskan, pengembangan pipeline proyek dilakukan secara disiplin, dengan fokus pada pembangkit listrik tenaga air yang memiliki karakteristik base load dan mendukung keandalan sistem kelistrikan nasional.

HGII menekankan, strategi pertumbuhan Perseroan tidak diarahkan pada ekspansi kapasitas secara agresif. Sebaliknya, perseroan mengedepankan kualitas proyek dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kelayakan teknis hingga profil risiko.

Manajemen menyebutkan bahwa setiap peluang lelang dievaluasi secara menyeluruh, termasuk risiko hidrologi atau feedstock, kepastian eksekusi proyek, serta keberlanjutan operasional dalam jangka panjang.

Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang yang terukur.

“HGII membangun pipeline proyek secara disiplin dan selektif. Setiap peluang lelang kami evaluasi secara menyeluruh agar sejalan dengan strategi pertumbuhan jangka panjang dan mampu memberikan nilai tambah yang berkelanjutan. Pada Kuartal Pertama 2026 ini kami tengah berpartisipasi pada lelang pembangkit listrik tenaga air di Sumatera Utara dan pembangkit listrik tenaga bioenergi di Kalimantan Barat,” ujar Direktur Utama HGII Robin Sunyoto dalam keterangan tertulis, Kamis (15/1/2026).

Ilustrasi energi baru dan terbarukan (EBT). SHUTTERSTOCK/POPTIKA Ilustrasi energi baru dan terbarukan (EBT).

Sejalan dengan kebijakan pemerintah dan PLN dalam mempercepat transisi energi, peluang pengembangan pembangkit EBT ke depan dinilai masih terbuka luas.

Berdasarkan berbagai pemberitaan, PLN disebut akan terus membuka lelang proyek pembangkit listrik berbasis energi terbarukan dengan total kapasitas yang signifikan, termasuk pembangkit listrik tenaga air, bioenergi, dan surya, dengan melibatkan peran swasta sebagai mitra strategis.

HGII menilai kebijakan tersebut sejalan dengan posisi pembangkit EBT sebagai sumber energi bersih yang andal dan berkontribusi terhadap stabilitas pasokan listrik nasional.

Dengan pengalaman sebagai pengembang sekaligus operator pembangkit EBT, Perseroan mengklaim memiliki pemahaman menyeluruh terhadap siklus proyek, mulai dari tahap pengembangan, konstruksi, hingga operasi pembangkit.

Saat ini, HGII mengoperasikan dua pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM) dengan total kapasitas terpasang sebesar 19 megawatt (MW).

Selain itu, perseroan juga memiliki kepemilikan minoritas pada pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) berkapasitas 3 MW. Portofolio tersebut disebut mencerminkan pengalaman operasional HGII dalam mengelola pembangkit EBT secara andal dan berkelanjutan.

“Keselarasan antara arah kebijakan energi nasional dan fokus bisnis perseroan menjadi dasar optimisme kami. HGII melihat lelang PLN 2026 sebagai bagian dari peluang pertumbuhan yang terukur dan berkelanjutan, bukan semata-mata ekspansi jangka pendek,” tambah manajemen.

Ke depan, HGII menyatakan akan terus memperkuat kesiapan internal dan mengevaluasi peluang proyek EBT secara prudent.

Perseroan juga menegaskan komitmen untuk menjunjung prinsip tata kelola perusahaan yang baik serta kehati-hatian dalam pengelolaan risiko dalam setiap pengembangan proyek energi baru terbarukan.

Tag:  #hgii #optimalkan #pipeline #proyek #sambut #lelang

KOMENTAR