Inflasi Desember 2025 Naik 0,64 Persen, Harga Cabai Rawit Menyumbang Terbesar
Ilustrasi Cabai Rawit. Deretan cabai terpedas di Indonesia lengkap dengan tingkat kepedasannya menurut Skala Scoville.(KOMPAS.COM/Fristin Intan Sulistyowati)
12:32
5 Januari 2026

Inflasi Desember 2025 Naik 0,64 Persen, Harga Cabai Rawit Menyumbang Terbesar

Inflasi pada Desember 2025 tercatat sebesar 0,64 persen secara bulanan. Kenaikan harga cabai rawit menjadi pemicu utama lonjakan inflasi di akhir tahun.

Badan Pusat Statistik mencatat kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberi andil terbesar terhadap inflasi Desember. Kelompok ini mengalami inflasi 1,66 persen dengan kontribusi 0,48 persen terhadap inflasi bulanan.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menjelaskan pergerakan harga pada akhir tahun didorong kenaikan sejumlah komoditas pangan.

"Pada Desember 2025, inflasi tercatat sebesar 0,64 persen secara bulanan, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 109,22 pada November 2025 menjadi 109,92. Secara tahunan (year-on-year)," ujarnya dalam konferensi pers di kantor BPS, Jakarta, Senin (5/1/2026).

Pudji menyebut cabai rawit menjadi penyumbang inflasi terbesar. Komoditas ini memberi andil 0,17 persen. Daging ayam ras menyumbang 0,09 persen. Bawang merah berkontribusi 0,07 persen. Ikan segar memberi andil 0,04 persen. Telur ayam ras menyumbang 0,03 persen.

Tekanan harga tidak hanya datang dari pangan. Emas perhiasan mencatat andil inflasi 0,07 persen. Bensin menyumbang 0,03 persen. Tarif angkutan udara memberi kontribusi 0,02 persen. Cabai merah masih menahan inflasi dengan andil deflasi 0,03 persen.Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini dalam konferensi pers di kantor BPS, Jakarta pada Senin (5/1/2026).KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini dalam konferensi pers di kantor BPS, Jakarta pada Senin (5/1/2026).

Dilihat dari komponen, seluruh kelompok mengalami inflasi pada Desember 2025. Komponen harga bergejolak menjadi pendorong utama dengan inflasi 2,74 persen dan andil 0,45 persen.

Cabai rawit, daging ayam ras, bawang merah, dan telur ayam ras mendominasi tekanan harga bergejolak. Komponen inti mencatat inflasi 0,20 persen dengan andil 0,12 persen. Emas perhiasan dan minyak goreng menjadi pemicu utama.

Komponen harga yang diatur pemerintah mengalami inflasi 0,37 persen dengan andil 0,07 persen. Kenaikan dipengaruhi harga bensin, tarif angkutan udara, dan tarif angkutan antarkota.

Secara spasial, seluruh provinsi mencatat inflasi bulanan pada Desember 2025. Inflasi tertinggi terjadi di Aceh sebesar 3,60 persen. Inflasi terendah tercatat di Maluku Utara sebesar 0,05 persen.

"Sejumlah provinsi yang terdampak bencana hidrometeorologi seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mengalami inflasi setelah sebelumnya mencatat deflasi pada November 2025," jelasnya.

Sepanjang tahun kalender 2025, inflasi tercatat 2,92 persen secara tahunan. Sebagai perbandingan, inflasi November 2025 berada di level 0,17 persen secara bulanan dan 2,72 persen secara tahunan. Inflasi inti tercatat 2,36 persen secara tahunan.

Tag:  #inflasi #desember #2025 #naik #persen #harga #cabai #rawit #menyumbang #terbesar

KOMENTAR