SoftBank Akuisisi DigitalBridge Senilai Rp 66,9 Triliun
SoftBank Group kembali memperbesar investasinya di sektor kecerdasan buatan. Perusahaan milik Masayoshi Son itu mengakuisisi DigitalBridge senilai 4 miliar dollar AS.(Kazuhiro Nogi/Getty Images)
14:28
2 Januari 2026

SoftBank Akuisisi DigitalBridge Senilai Rp 66,9 Triliun

– SoftBank Group, perusahaan investasi yang dikendalikan oleh miliarder Masayoshi Son, kembali memperkuat portofolionya di sektor kecerdasan buatan (AI).

Dikutip dari Forbes, Jumat (2/1/2026), SoftBank mengumumkan akuisisi perusahaan investasi pusat data asal Florida, DigitalBridge Group, dengan nilai sekitar 4 miliar dollar AS atau sekitar Rp 66,9 triliun (asumsi kurs Rp 16.726 per dollar AS), termasuk utang.

Dalam kesepakatan tersebut, SoftBank akan membeli seluruh saham DigitalBridge dengan harga 16 dollar AS per saham atau sekitar Rp 267.616 secara tunai.

Harga ini sekitar 15 persen lebih tinggi dibandingkan harga penutupan saham DigitalBridge pada perdagangan Jumat pekan lalu, sebelum pengumuman akuisisi.

Sehari setelah pengumuman, saham DigitalBridge ditutup menguat 9,6 persen ke level 15,26 dollar AS atau sekitar Rp 255.273 pada penutupan perdagangan New York.

“Seiring kecerdasan buatan mengubah berbagai industri di seluruh dunia, kami membutuhkan kapasitas komputasi, konektivitas, pasokan daya, serta infrastruktur yang dapat ditingkatkan skalanya,” kata Chairman dan CEO SoftBank Group, Masayoshi Son, dalam pernyataan resminya.

Ia menilai DigitalBridge sebagai pemimpin di bidang infrastruktur digital. Akuisisi tersebut disebut akan memperkuat fondasi pengembangan pusat data AI generasi berikutnya.

Transaksi ini masih menunggu persetujuan regulator dan ditargetkan rampung pada pertengahan 2026.

Setelah proses akuisisi selesai, DigitalBridge akan tetap beroperasi sebagai platform yang dikelola secara terpisah di bawah kepemimpinan CEO saat ini, Marc Ganzi.

Saat ini, DigitalBridge mengelola aset infrastruktur digital senilai 108 miliar dollar AS atau setara Rp 1.806 triliun. Aset tersebut mencakup pusat data, menara seluler, dan jaringan serat optik.

“SoftBank memiliki DNA yang sama dengan kami sebagai para pembangun dan investor jangka panjang yang berkomitmen memperluas infrastruktur digital yang bersifat transformatif,” ujar Ganzi.

DigitalBridge juga memiliki kepemilikan saham di sejumlah operator pusat data besar, termasuk Vantage Data Centers dan Yondr.

Akuisisi ini mempertegas langkah Masayoshi Son dalam memperbesar taruhan SoftBank di sektor AI. Berdasarkan data Forbes, kekayaan bersih Son secara real-time tercatat sebesar 56,6 miliar dollar AS atau setara Rp 946,3 triliun.

Pada bulan lalu, SoftBank menjual seluruh kepemilikan sahamnya di Nvidia senilai 5,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp 97 triliun.

Dana tersebut digunakan untuk mendukung investasi besar SoftBank di OpenAI, dengan komitmen pendanaan mencapai 30 miliar dollar AS atau setara Rp 501,8 triliun.

Selain itu, SoftBank juga mendukung proyek pusat data berbasis AI Stargate milik OpenAI di Amerika Serikat dan baru saja merampungkan akuisisi perusahaan perancang chip asal AS, Ampere Computing, senilai 6,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 108,7 triliun.

Tag:  #softbank #akuisisi #digitalbridge #senilai #triliun

KOMENTAR