Bulog Siagakan 50 Ton Beras di Bandara dan Pelabuhan Sumatera
Direktur Utama (Dirut) PT Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, saat menyampaikan laporan kinerja Bulog sepanjang 2025 di kantornya, Jakarta, Jumat (2/1/2026).(KOMPAS.com/Syakirun Ni'am)
13:32
2 Januari 2026

Bulog Siagakan 50 Ton Beras di Bandara dan Pelabuhan Sumatera

- Direktur Utama (Dirut) PT Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyebut pihaknya telah menyediakan 50 ton beras di setiap bandara dan pelabuhan di kawasan bencana Sumatera.

Rizal mengatakan, stok beras di bandara itu bertujuan agar segera bisa dikirim ke daerah terdampak bencana yang membutuhkan, baik melalui jalur udara maupun air.

“Saya perintahkan minimal setiap hari harus ada 20 ton sampai bahkan 50 ton untuk jika sewaktu-waktu dibutuhkan beras itu harus diterbangkan ke daerah-daerah yang membutuhkan,” kata Rizal dalam konferensi pers laporan tahunan di kantornya, Jakarta, Jumat (2/1/2026).

“Termasuk juga di masing-masing pelabuhan,” tambah Rizal.

Dengan stok itu, maka petugas yang berwenang menyalurkan logistik bisa langsung membawa beras tersebut dan tidak perlu mengangkut dari gudang Bulog.

Di sisi lain, Rizal juga mengaku pihaknya telah memerintahkan agar gudang Bulog bersiaga 24 jam untuk membantu korban terdampak bencana. “Termasuk juga yang di gudang harus 24 jam siap untuk membantu para korban-korban bencana,” tutur Rizal.

Sejak bencana banjir bandang dan tanah longsor menerjang Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) pada akhir November lalu hingga 2 Januari 2025, Bulog telah menyalurkan 14.227 ton beras.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 8.676 ton di antaranya telah disalurkan untuk korban bencana di Provinsi Aceh.

Kemudian, 4.482 ton beras untuk korban banjir di Sumut dan 1.069 ton beras untuk korban banjir di Sumbar.

Sementara itu, saat ini stok beras di gudang Bulog wilayah Aceh sebanyak 75.000 ton, 25.781 ton di Sumut, dan 8.527 ton di Sumbar.

Rizal meminta masyarakat tidak perlu merasa ragu dan khawatir dengan stok ketersediaan beras untuk korban bencana di Sumatera.

Namun, pihaknya mengakui persoalan yang dihadapi pemerintah adalah sulitnya distribusi karena akses jalan yang terputus akibat material banjir dan tanah longsor.

“Memang kendalanya satu adalah faktor akses jalan karena banyak jembatan-jembatan yang putus, maka kami berkolaborasi dengan teman-teman TNI AU (Angkatan Udara) maupun TNI AL (Angkatan Laut) dalam hal ini untuk pendorongan,” kata dia.

Rizal mengatakan, pihaknya melaksanakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menyuplai lokasi bencana sebanyak tiga kali lipat dari permintaan atau kebutuhan.

Kabupaten Bener Meriah, Aceh, misalnya, meminta pasokan 1.000 ton beras dari Bulog.

Merespons permintaan itu, Bulog mengirimkan 3.000 ton beras. “Untuk menjamin masing-masing kabupaten/kota itu tidak kekurangan,” ujar Rizal.

Pensiunan Jenderal TNI itu mengakui sejumlah daerah dihadapkan pada persoalan ketiadaan gudang Bulog.

Di Kabupaten Bener Meriah, misalnya, tidak terdapat gudang Bulog.

Daerah itu lalu disuplai dari gudang Bulog di Takengon.

Begitupun di Aceh Tamiang yang tidak terdapat gudang Bulog. Pasokan beras dikirim dari Kabupaten Langsa.

“Kemarin kami sudah dapat tempat lokasi untuk penempatan gudang tersebut untuk sementara di GOR, di gelanggang olahraga yang ada di Aceh Tamiang,” tutur Rizal.

Tag:  #bulog #siagakan #beras #bandara #pelabuhan #sumatera

KOMENTAR