Usai Viral, Preman BKT Jaktim yang Palak dan Aniaya Pedagang Diciduk Polisi
Tampang terduga pelaku pengeroyokan pedagang di BKT, Jakarta Timur. (Istimewa)
13:45
1 Januari 2026

Usai Viral, Preman BKT Jaktim yang Palak dan Aniaya Pedagang Diciduk Polisi

 - Aksi premanisme di kawasan Banjir Kanal Timur (BKT) Duren Sawit, Jakarta Timur, akhirnya menemui titik terang. Polres Metro Jakarta Timur meringkus dua pelaku berinisial SA dan SR yang sempat viral karena menganiaya seorang pedagang kukusan.

Penangkapan ini dilakukan setelah video aksi kekerasan mereka tersebar luas di media sosial. Kedua pelaku diamankan di wilayah Duren Sawit pada Rabu (31/12/2025).

Peran Berbeda: Ada Penagih, Ada Eksekutor

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Alfian Nurrizal mengungkapkan, kedua preman tersebut berbagi peran saat melancarkan aksinya. SA bertugas sebagai pemungut uang, sementara SR merupakan pelaku kekerasan.

"Untuk SA ini perannya adalah sebagai meminta atau memungut uang ke pedagang dan untuk yang SR ini melakukan tindakan kekerasan sehingga korban mengalami luka," ujar Alfian, Kamis (1/1).

Insiden ini bermula saat korban menolak memberikan uang "keamanan" karena lapaknya baru saja buka. Situasi memanas ketika korban meminta bukti pungutan dan hanya bersedia memberikan uang Rp10.000.

"Sehingga yang bersangkutan tidak terima, akhirnya ada kesalahpahaman, terjadilah di mana untuk SA melakukan tindakan kekerasan," tegas Alfian.

Polisi Dalami Keterlibatan Ormas

Saat ini, pihak kepolisian masih memeriksa intensif kedua pelaku. Selain mendalami motif penganiayaan, polisi juga menelusuri apakah keduanya berafiliasi dengan organisasi tertentu.

"Masih dalam penyelidikan, masih dalam penyelidikan ya," kata Alfian.

Kesaksian Kakak Korban: Pelaku Sempat Ciut

Suryanto, kakak kandung korban, menceritakan detik-detik mencekam yang terjadi pada 25 Desember 2025 lalu. Ia mengaku sempat memiliki firasat buruk saat mengantar adiknya berjualan.

"Saya pada saat itu enggak langsung pulang, karena saya curiga saya duduk dulu di sana melihat adik saya jualan. Setelah 10 menit, dua orang ini enggak ngapa-ngapain dan enggak nyamperin pas ada saya, mereka malah ke lapak bakso yang ada di sebelah saya," ucapnya.

Namun, hanya berselang 10 menit setelah Suryanto meninggalkan lokasi menuju Jatibening, ia menerima panggilan video dari adiknya yang sudah dalam kondisi bersimbah darah. Ia pun langsung putar balik menuju BKT untuk menghadapi para pelaku.

"Pas sampai di sana, dua orang ini ada di tukang bakso, saya samperin, maksudnya apa lu aniaya adik saya sampai luka, tadi ada saya ga berani nyamperin, beraninya sama anak kecil, kata dia adik saya nantangin padagal adik saya sudah bilang cuma bisa ngasih Rp 10.000 karena gak full sehari," ungkap Suryanto.

Meski sempat merasa kecewa karena laporan awalnya di hari kejadian tidak langsung diproses maksimal karena kendala libur Natal, Suryanto berharap kasus ini diusut tuntas.

"Saya mencari keadilan, saya sudah lapor pas hari kejadian itu, tapi sempat nunggu lama dan polisinya bilang dua lagi balik lagi aja ke Polsek karena pada libur natal," ucapnya.

Editor: Kuswandi

Tag:  #usai #viral #preman #jaktim #yang #palak #aniaya #pedagang #diciduk #polisi

KOMENTAR