Harga Tiket Pesawat Internasional Diprediksi Sulit Turun Sepanjang 2026
Harga tiket pesawat internasional diperkirakan sulit turun sepanjang tahun 2026 akibat kenaikan avtur dan gangguan pasokan minyak.(PIXABAY/TOBIAS REHBEIN)
13:42
9 Juni 2026

Harga Tiket Pesawat Internasional Diprediksi Sulit Turun Sepanjang 2026

Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) memperkirakan harga tiket pesawat di berbagai rute internasional akan tetap mahal sepanjang 2026. Sebab, harga avtur melonjak akibat gangguan pasokan minyak dunia dan konflik di Timur Tengah.

Proyeksi tersebut disampaikan dalam pertemuan tahunan industri penerbangan yang berlangsung di Rio de Janeiro, Brasil, pada awal Juni 2026.

Kabar ini jadi perhatian pelaku perjalanan yang berharap harga tiket pesawat kembali turun setelah beberapa tahun terakhir terdampak pandemi, ketegangan geopolitik, serta meningkatnya biaya operasional maskapai penerbangan.

"Banyak pihak masih akan menghadapi situasi ini dalam waktu yang lama dan saya memperkirakan tarif (tiket pesawat) akan tetap tinggi," kata Senior Vice President Sustainability sekaligus Chief Economist IATA, Marie Owens Thomsen, dilansir dari The Daily Star dan The Straits Times, Selasa (9/6/2026).

Harga tiket pesawat dinilai sulit turun, mengapa?

Harga tiket pesawat internasional diperkirakan sulit turun sepanjang tahun 2026 akibat kenaikan avtur dan gangguan pasokan minyak.PEXELS/RAFAEL RODRIGUES Harga tiket pesawat internasional diperkirakan sulit turun sepanjang tahun 2026 akibat kenaikan avtur dan gangguan pasokan minyak.

Salah satu faktor utama yang membuat tiket pesawat sulit kembali murah adalah lonjakan harga bahan bakar jet atau avtur.

Menurut data terbaru IATA, harga bahan bakar jet diperkirakan mencapai 152 dollar Amerika Serikat (sekitar Rp 2,77 juta) per barel pada tahun 2026.

Angka tersebut naik signifikan dibandingkan tahun 2025 yang masih berada di bawah 100 dollar Amerika Serikat (sekitar Rp 1,82 juta) per barel.

Kenaikan ini juga berasal dari terganggunya ekspor minyak dari Timur Tengah akibat penutupan Selat Hormuz, jalur pelayaran yang menjadi rute sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Selain itu, industri energi global juga menghadapi persoalan kapasitas kilang yang tidak merata di berbagai wilayah. Beberapa wilayah, terutama Eropa, disebut masih sangat bergantung pada impor bahan bakar dari negara-negara Teluk.

Thomsen mengatakan, terdapat kemungkinan waktu cukup lama sebelum harga minyak kembali ke level yang pernah tercatat pada awal 2026.

"Butuh waktu lama sebelum harga minyak Brent kembali ke level 60 dollar AS (sekitar Rp 1,09 juta) per barel seperti yang terjadi pada Januari lalu," ujarnya.

Maskapai meneruskan sebagian biaya ke penumpang

Harga tiket pesawat internasional diperkirakan sulit turun sepanjang tahun 2026 akibat kenaikan avtur dan gangguan pasokan minyak.Dok. Shutterstock/NikomMaelao Production Harga tiket pesawat internasional diperkirakan sulit turun sepanjang tahun 2026 akibat kenaikan avtur dan gangguan pasokan minyak.

Berdasarkan data historis yang dikutip IATA, maskapai penerbangan biasanya menyerap sebagian kenaikan biaya bahan bakar melalui margin keuntungan mereka yang relatif tipis.

Namun, sebagian lainnya diteruskan kepada penumpang dalam bentuk tarif tiket yang lebih mahal.

Artinya, ketika harga avtur meningkat tajam, maskapai penerbangan sulit mempertahankan harga tiket pada level rendah dalam jangka panjang.

Sejumlah maskapai penerbangan mengakui adanya penyesuaian tarif akibat kenaikan biaya bahan bakar.

Meski demikian, beberapa operator penerbangan menyebut kenaikan harga tiket yang dilakukan belum sepenuhnya menutupi lonjakan biaya avtur yang mereka tanggung.

Baca juga: 10 Maskapai dengan Makanan Pesawat Terenak di Dunia 2026, Ada dari Indonesia?

Musim liburan dan Piala Dunia 2026 menambah tekanan

Harga tiket pesawat internasional diperkirakan sulit turun sepanjang tahun 2026 akibat kenaikan avtur dan gangguan pasokan minyak.Dok. Shutterstock/Drazen Zigic Harga tiket pesawat internasional diperkirakan sulit turun sepanjang tahun 2026 akibat kenaikan avtur dan gangguan pasokan minyak.

Tekanan terhadap harga bahan bakar juga diperkirakan meningkat selama musim puncak perjalanan pertengahan tahun.

Direktur Riset Global Fuels and Refining dari S&P Global, Eleanor Budds memperkirakan harga minyak dapat kembali naik seiring meningkatnya aktivitas perjalanan selama musim panas.

Tahun ini, situasi tersebut bertepatan dengan penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung hingga Juli 2026, tepatnya dari Kamis (11/6/2026) hingga Minggu (19/7/2026).

Baca juga: 10 Rute Penerbangan Internasional Tersibuk di Dunia, Ada Jakarta-Singapura

Meningkatnya kebutuhan bahan bakar untuk kendaraan selama periode tersebut dapat membuat kilang minyak mengalokasikan kapasitas lebih besar untuk memproduksi bensin dibandingkan avtur.

Akibatnya, pasokan bahan bakar penerbangan bisa semakin terbatas dan mendorong harga avtur naik lebih tinggi.

Harga belum tentu langsung turun meski situasi membaik

Harga tiket pesawat internasional diperkirakan sulit turun sepanjang tahun 2026 akibat kenaikan avtur dan gangguan pasokan minyak.Dok. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Harga tiket pesawat internasional diperkirakan sulit turun sepanjang tahun 2026 akibat kenaikan avtur dan gangguan pasokan minyak.

Meski kondisi pasar energi diperkirakan menjadi lebih stabil usai periode liburan musim panas berakhir, harga tiket pesawat belum tentu segera turun.

Budds menuturkan, sekali pun Selat Hormuz kembali beroperasi normal dalam waktu dekat, rantai pasok minyak dan bahan bakar membutuhkan waktu untuk pulih sepenuhnya.

Pemulihan logistik, peningkatan produksi kilang, dan perbaikan infrastruktur yang terdampak diperkirakan memerlukan waktu sedikitnya empat hingga lima bulan.

Baca juga: 7 Maskapai yang Naikkan Tarif dan Kurangi Rute, Imbas Harga Avtur Naik

Maka dari itu, pelaku perjalanan yang berencana bepergian dalam beberapa bulan ke depan masih perlu memperhitungkan biaya transportasi udara yang relatif tinggi dibandingkan periode sebelum krisis energi terjadi.

Sementara itu, industri penerbangan juga masih menghadapi tantangan lain, seperti keterlambatan pengiriman pesawat dan mesin baru yang berdampak pada biaya operasional serta kapasitas penerbangan.

Dengan kombinasi berbagai faktor tersebut, harga tiket pesawat diperkirakan belum akan menurun dalam waktu dekat.

Tag:  #harga #tiket #pesawat #internasional #diprediksi #sulit #turun #sepanjang #2026

KOMENTAR