Awas Tertipu Saat Pesan Penginapan di Yogya! Ini Cara Antisipasinya
Dinas Pariwisata (Dispar) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengimbau para calon wisatawan yang hendak berkunjung ke wilayah tersebut agar lebih berhati-hati dalam memesan akomodasi.
Kepala Dispar DIY Imam Pratanadi menegaskan pentingnya melakukan pemesanan melalui situs resmi atau platform terpercaya guna mencegah maraknya kasus penipuan yang mengincar wisatawan.
Imam menyampaikan bahwa kemudahan akses informasi di media sosial dan meningkatnya minat wisata pada musim liburan sering dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Baca juga: Bule Mengajar, Upaya Yogyakarta Naikkan Lama Tinggal Turis Asing
“Kita harus waspada ya, terutama teman-teman calon wisatawan agar memastikan bahwa pemesanan akomodasi itu dari situs-situs yang resmi,” ujarnya di Yogyakarta, Minggu.
Waspada informasi tidak resmi dan modus penipuan
Imam menekankan agar wisatawan tidak hanya mengandalkan informasi dari mulut ke mulut tanpa melakukan verifikasi. Banyak kasus terjadi karena wisatawan tergiur oleh tawaran murah tanpa memastikan sumbernya.
Ia mencontohkan bagaimana beberapa oknum bahkan memanfaatkan popularitas suatu lokasi seperti area pendakian di sekitar Gunung Merapi, misalnya di Kalitalang, untuk memasarkan akomodasi fiktif.
Baca juga: Yogyakarta Perkuat Branding sebagai Kota Festival, Event Jadi Daya Tarik Wisatawan
“Penipuan pasti karena ada kesempatan. Apalagi banyak orang memanfaatkan kondisi tempat-tempat yang sedang viral,” ujarnya.
Menurutnya, ketika sebuah destinasi mendadak ramai di media sosial, permintaan akomodasi meningkat tajam. Situasi inilah yang kerap dimanfaatkan penipu untuk menipu calon pengunjung, terutama wisatawan domestik.
Peran wisatawan, industri pariwisata, dan pemerintah
Dispar DIY mengajak wisatawan untuk lebih cermat dalam memilih sumber informasi. Imam menegaskan pentingnya menggunakan platform yang telah terbukti terpercaya serta memiliki reputasi baik untuk pemesanan penginapan dan akomodasi lainnya.
Ilustrasi Nol Kilometer di dekat Jalan Malioboro di Yogyakarta.
Selain wisatawan, industri pariwisata juga diminta meningkatkan kewaspadaan. Pemerintah daerah, menurut Imam, ingin mengetahui dan menindak siapa pun yang terbukti memanfaatkan situasi untuk melakukan penipuan.
“Apabila menemukan itu (penipuan), kami harap bisa disampaikan kepada kami. Kami minta peran sertanya. Jika ada yang teridentifikasi, itu bisa disampaikan,” katanya.
Modus yang kerap dilakukan penipu
Imam menjelaskan bahwa modus penipuan akomodasi umumnya dilakukan dengan menghubungi calon wisatawan secara langsung, biasanya setelah mereka mendapat informasi bahwa ada keluarga atau rombongan yang akan berkunjung.
Selain itu, iklan palsu yang disebar di media sosial juga menjadi salah satu cara favorit para penipu.
Baca juga: Waktu Terbaik Berkunjung ke Gunung Ireng, Spot Sunrise Dekat Kota Yogyakarta
“Jadi tolong gunakan informasi yang memang sudah bertanggung jawab. Banyak penyedia informasi penginapan yang terpercaya untuk bisa dimanfaatkan,” ujarnya.
Pemerintah siap beri tindakan tegas
Pemda DIY memastikan akan memberikan tindakan tegas apabila menemukan adanya indikasi penipuan dalam pemesanan akomodasi pariwisata. Jika pelaku tertangkap tangan, penegakan hukum akan segera dilakukan.
Hingga saat ini, Dispar DIY belum menerima laporan resmi terkait kasus penipuan tersebut. Namun, Imam menegaskan bahwa laporan dari masyarakat sangat penting untuk mempermudah pelacakan.
“Kalau itu sudah ada, pasti ada nomor telepon yang bisa kita usut. Tapi akan lebih baik kalau ada pengaduan masyarakat,” katanya.
Tag: #awas #tertipu #saat #pesan #penginapan #yogya #cara #antisipasinya