Menpar Widiyanti Sebut Event Olahraga Jadi Pendorong Pergerakan Wisatawan
Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana saat press Conference Geopark Run Series 2026-2027 di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Jumat (22/5/2026). (Dokumentasi Kementerian Pariwisata. )
18:56
23 Mei 2026

Menpar Widiyanti Sebut Event Olahraga Jadi Pendorong Pergerakan Wisatawan

- Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan, acara olaharga menjadi salah satu faktor pendorong pergerakan wisatawan.

"Dampaknya tidak hanya mendorong pergerakan wisatawan, tetapi juga memperpanjang lama tinggal wisatawan dan menggerakkan ekonomi lokal mulai dari sektor akomodasi, transportasi, kuliner hingga UMKM (Usaha Mikro, Kecil, Menengah)," kata Widiyanti dalam press conference Geopark Run Series 2026-2027 di gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Jumat (22/5/2026).

Menpar sebut event olahraga bisa dorong pergerakan turis

Wisatawan olahraga dikenal sebagai high spenders

Sebanyak 1.800 pelari ikuti YIA Grow Run 2026 di dalam kawasan Bandar Udara Internasional Yogyakarta di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.KOMPAS.COM/DANI JULIUS Sebanyak 1.800 pelari ikuti YIA Grow Run 2026 di dalam kawasan Bandar Udara Internasional Yogyakarta di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Widiyanti menuturkan, merujuk pada survei Expedia, sebanyak 44 persen wisatawan bersedia bepergian ke luar negeri demi menghadiri ajang olahraga favorit mereka.

"Wisatawan olahraga juga dikenal sebagai high spenders (wisatawan dengan pengeluaran tinggi) dengan rata-rata pengeluaran mencapai 1.500 dollar AS atau sekitar Rp 24 juta per kunjungan," kata Widiyanti.

Lebih lanjut disampaikan, dengan gelaran event (acara) olahraga, khususnya di destinasi wisata, diharapkan dapat menjadi penggerak penting perekonomian.

"Dalam pengembangan produk pariwisata ke depan, sports tourism menjadi salah satu sektor yang memiliki potensi besar bagi Indonesia," ujar Widi.

Secara global, lanjutnya, UN Tourism juga mencatat bahwa sport tourism menyumbang 10 persen dari total wisatawan global pada 2023.

Angka tersebut diproyeksikan akan tumbuh hingga 17,5 persen pada periode 2023 hingga 2030.

Tidak hanya itu, lanjut Widiyanti, hasil survey Nielson pada 2025 menemukan 86 persen masyarakat kini proaktif menjaga kesehatannya.

"Hal ini menunjukkan peluang yang besar bagi pengembangan berbagai event berbasis gaya hidup sehat. Seperti lari, bersepeda, yoga hingga wellness festival," ucap Widi.

Selain memberikan dampak ekonomi, sambungnya, sports tourism juga menghadirkan nilai sosial melalui penguatan gaya hidup sehat, ditambah peningkatan interaksi sosial dan tumbuhnya kebanggaan masyarakat terhadap destinasinya.

Geopark Run Series 2026

Ajang lari di 4 geopark di Indonesia

Ilustrasi lari maraton. Banyak pelari muda tumbang saat race ekstrem, dokter mengingatkan bahwa persiapan fisik, mental, dan kesehatan jantung tak bisa ditawar.SHUTTERSTOCK/CANETTI Ilustrasi lari maraton. Banyak pelari muda tumbang saat race ekstrem, dokter mengingatkan bahwa persiapan fisik, mental, dan kesehatan jantung tak bisa ditawar.

Melihat hal ini, Menteri Pariwisata mendukung gelaran Geopark Run Series 2026, acara lari di empat geopark yaitu di Geopark Ijen, Geopark Minang, Geopark Ciletuh, dan Geopark Belitong.

"Karena itu, kami mendukung penyelenggaraan Geopark Run Series sebagai bagian dari penguatan subsektor wisata minat khusus sports tourism, sekaligus mendukung program unggulan Kementerian Pariwisata melalui event by Indonesia," katanya.

Ia melanjutkan, Geopark Run Series juga punya potensi besar untuk berkembang menjadi signature event nasional. Acara ini dinilai bisa memperkuat posisi geopark di Indonesia sebagai destinasi unggulan berdaya saing global.

Event lari ini tidak hanya melibatkan masyarakat lokal, tapi juga wisatawan mancanegara. Hal ini juga didukung dengan promosi di berbagai negara, seperti di Malaysia, India, Korea Selatan, Australia, Singapura, dan Jepang.

Dari 12 UNESCO Global Geopark dan 11 National Park yang ada di Indonesia saat ini, event lari ini baru akan digelar di empat destinasi.

"Kami berharap geopark semakin dikenal luas serta memberikan manfaat ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar," katanya.

fenomena blue fire atau api biru di Kawah Ijen, Banyuwangi DOK. Shutterstock/thanmanoShutterstock/thanmano fenomena blue fire atau api biru di Kawah Ijen, Banyuwangi DOK. Shutterstock/thanmano

Rangkaian kegiatan Geopark Run Series 2026-2027 ini akan dimulai di Ijen Geopark Run pada pertengahan Agustus 2026, tepatnya Minggu (23/8/2026) di Kawasan Ijen Geopark dan Kota Banyuwangi, Jawa Timur.

Selanjutnya, Minangkabau Geopark Run, yang digelar pada pertengahan Oktober 2026, tepatnya Minggu (25/10/2026), di kawasan Jam Gadang, Bukittinggi, Sumatra Barat.

Lalu lanjut, Ciletuh Geopark Run akan berlangsung pada Januari 2027, tepatnya Minggu (17/1/2027), di Pantai Palangpang, Sukabumi, Jawa Barat.

Sementara Belitong Geopark Run dijadwalkan berlangsung pada April 2027, tepatnya Minggu (18/4/2027), di Pantai Tanjung Kalayang, Belitung, Kepulauan Bangka Belitung.

Targetkan 10.000 peserta

Ilustrasi kawasan Geopark Ciletuh PalabuhanratuWonderful Indonesia, Kemenpar Ilustrasi kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu

Ketua Pelaksana Geopark Run Series, Ihsan Ramadhi Putra mengatakan, Geopark Run bisa menjadi gerakan sport tourism yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan untuk menghidupkan ekonomi lokal.

“Geopark Run hadir bukan sekadar event lari. Ini adalah gerakan bersama untuk membawa orang datang melihat, merasakan, dan akhirnya ikut menghidupkan ekonomi lokal,” kata Ihsan.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pariwisata dan penyelenggara yang telah memilih Ijen Geopark sebagai lokasi pembuka Geopark Run Series 2026– 2027.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menargetkan lebih dari 2.000 peserta dan siap melibatkan masyarakat lokal agar acara berlangsung meriah sekaligus memberikan dampak ekonomi yang luas.

"Semoga dengan dipilihnya Banyuwangi dalam rangkaian Geopark Run Series ini nanti bisa mempromosikan geopark-geopark yang ada di Indonesia ke kancah internasional,” kata Ipuk.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Sukabumi Andreas berharap penyelenggaraan Geopark Run di Sukabumi dapat berlangsung secara berkelanjutan dan semakin memperkuat citra positif daerah.

“Kami berharap Geopark Run ini bisa membangkitkan ekonomi sekaligus mengenalkan Sukabumi jauh lebih baik lagi. Jangan sampai ada citra Sukabumi itu bencana, padahal Sukabumi memiliki alam yang indah dan menjadi daya tarik bagi pariwisata,” kata Andreas.

Baca juga: Konflik Timur Tengah, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Bidik Turis Asia Tenggara

Titik awal bagi wisatawan yang mengunjungi Ngarai Sianok di Sumatera Barat. KOMPAS.com/FAQIHAH MUHARROROH ITSNAINI Titik awal bagi wisatawan yang mengunjungi Ngarai Sianok di Sumatera Barat.

Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis mengatakan Minang Geopark Run telah sukses diselenggarakan sebanyak tujuh kali sejak 2018.

Di Bukittinggi, lokasi yang dipilih yaitu ikon daerah seperti Jam Gadang dan Ngarai Sianok.

Menurutnya, event tersebut terbukti meningkatkan okupansi hotel, menggerakkan sektor kuliner, pariwisata, dan pengusaha UMKM kreatif.

Event ini konsisten menghadirkan kolaborasi antara pemerintah, komunitas lari, pelaku pariwisata, dan masyarakat lokal dalam mendukung pengembangan ekosistem sports tourism yang berkelanjutan,” kata Ibnu.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Belitung Marzuki menyampaikan Geopark Run Series menjadi momentum promosi yang menggabungkan olahraga, pariwisata, dan pelestarian geologi dalam satu kegiatan yang berdampak luas bagi daerah.

“Semakin banyak event berkualitas, akan semakin kuat posisi Belitung sebagai destinasi sports tourism yang diperhitungkan di tingkat nasional maupun internasional,” kata Marzuki.

Baca juga: Turis ke Gunungkidul Diminta Bayar Retribusi, Ini Tanggapan Dinas Pariwisata

Tag:  #menpar #widiyanti #sebut #event #olahraga #jadi #pendorong #pergerakan #wisatawan

KOMENTAR