Balita Diduga Hipotermia di Gunung Ungaran, Ini Aturan Naik Gunung Bersama Anak
Beredar video balita diduga hipotermia di Gunung Ungaran. Apa aturan naik gunung bawa anak yang harus diperhatikan orangtua?(Pexels/Josh Willink)
14:35
13 April 2026

Balita Diduga Hipotermia di Gunung Ungaran, Ini Aturan Naik Gunung Bersama Anak

- Orangtua yang ingin naik gunung bersama anak wajib mengetahui aturan dan etika demi keselamatan buah hati. 

Sebab, belum lama ini beredar video di media sosial tentang balita yang diduga mengalami hipotermia di jalur pendakian Gunung Ungaran, Jawa Tengah. Diketahui, balita itu dibawa orangtuanya untuk naik gunung pada Sabtu (11/4/2026).

"Bukan hipotermia, bayinya sehat sehat saja, cuma kemarin sempat kena hujan. Saya yang mengantarkan bayinya kemarin ke mobil, dan bayinya sehat, tidak hipotermia seperti informasi yang bereda di media sosial," kata petugas basecamp Perantunan, Gunun Ungaran, Dwi kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Senin (13/4/2026).

Belajar dari bayi yang diduga hipotermia di Gunung Ungaran

Berawal dari orangtua yang cekcok

Beredar video balita diduga hipotermia di Gunung Ungaran. Apa aturan naik gunung bawa anak yang harus diperhatikan orangtua?KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Beredar video balita diduga hipotermia di Gunung Ungaran. Apa aturan naik gunung bawa anak yang harus diperhatikan orangtua?

Dwi mengatakan, kejadian tersebut melibatkan satu keluarga kecil yang terdiri dari sang ayah, ibu, dan anaknya yang masih balita.

Satu keluarga tersebut semula berencana mendaki tektok, dan petugas di basecamp sudah memberi tau terkait hal-hal yang perlu diperhatikan saat mendaki demi keselamatan.

Namun, dalam perjalanan, terjadi cekcok antara suami dan istri tersebut, yang berujung sang istri kembali turun dan sang suami tetap naik bersama sang anak.

Dalam perjalanan, hujan turun dan sang suami beserta anak sempat kehujanan. Alhasil, keduanya berteduh di pos.

"Tidak hipotermia, cuma karena kehujanan, dan dibawa turun, yang nganter sampai ke paka mobil pun saya saya sendiri waktu itu. Anaknya tidak apa-apa," tutur Dwi.

Melihat hal ini, orangtua wajib paham aturan membawa anak saat mendaki. Tidak hanya dari batasan umur yang aman, tapi juga persiapan dan batas ketinggian gunung yang didaki.

Aturan orangtua naik gunung bawa anak

Usia anak sekurang-kurangnya tiga tahun

Beredar video balita diduga hipotermia di Gunung Ungaran. Apa aturan naik gunung bawa anak yang harus diperhatikan orangtua?Dok. Freepik/Freepik Beredar video balita diduga hipotermia di Gunung Ungaran. Apa aturan naik gunung bawa anak yang harus diperhatikan orangtua?

Ketua Umum Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI), Rahman Mukhlis mengatakan, rata-rata usia anak yang boleh dibawa mendaki gunung yaitu mulai dari 10 tahun, atau sekurang-kurangnya usia tiga tahun.

"Rata-rata aturan usia anak yang boleh mendaki gunung itu mulai dari 10 tahun, dan sekurang-kurangnya usia tiga tahun,"kata Rahman, dilaporkan oleh Kompas.comRabu (20/9/2023).

Selain batasan usia, Rahman juga mengingatkan para orangtua yang ingin mengajak anak mendaki untuk mengetahui ketinggian gunung yang cocok untuk anak, khususnya anak usia bawah lima tahun (balita).

Lalu, berapa ketinggian gunung yang boleh didaki oleh balita?

Beredar video balita diduga hipotermia di Gunung Ungaran. Apa aturan naik gunung bawa anak yang harus diperhatikan orangtua?Colby Winfield/unsplash Beredar video balita diduga hipotermia di Gunung Ungaran. Apa aturan naik gunung bawa anak yang harus diperhatikan orangtua?

Rahman mengatakan, batas maksimal ketinggian gunung yang boleh didaki oleh balita (dalam hal ini usia di atas tiga tahun) yakni 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl) karena dinilai terlalu ekstrem.

Ia melanjutkan, bagi balita yang sudah bisa berjalan, pengenalan tentang aktivitas mendaki disarankan cukup dilakukan di kaki gunung.

Menurutnya, parameter usia ini penting untuk diperhatikan. Sebab, pada usia tersebut anak dianggap sudah bisa menyampaikan keluhan, seperti merasakan panas, dingin, dan lelah saat mendaki.

Lebih jauh lagi, Rahman mengungkapkan bahwa naik gunung baik untuk pengembangan karakter anak.

Kendati demikian, ia menyarankan agar pendakian dilakukan anak yang berusia minimal tujuh sampai 15 tahun.

Tidak hanya itu, ia juga mengimbau agar orangtua lebih bijaksana sebelum memutuskan untuk membawa anak mendaki dan menyarankan menggunakan jasa tur operator untuk alasan keselamatan.

Tag:  #balita #diduga #hipotermia #gunung #ungaran #aturan #naik #gunung #bersama #anak

KOMENTAR