Taman Nasional Komodo Jadi Tempat Terindah di Dunia 2026, Ahli Ingatkan Risiko Overtourism
TN Komodo sabet gelar tempat terindah di dunia 2026 versi Time Out. Pakar ingatkan risiko overtourism dan pentingnya menjaga fungsi konservasi.(DOKUMENTASI RESKRIM POLRES MANGGARAI BARAT)
10:14
12 April 2026

Taman Nasional Komodo Jadi Tempat Terindah di Dunia 2026, Ahli Ingatkan Risiko Overtourism

Taman Nasional (TN) Komodo di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), dinobatkan sebagai salah satu tempat terindah di dunia 2026, yang dimuat dalam artikel media asing Time Out, Sabtu (28/3/2026).

Keindahan pemandangan Pulau Padar di TN Komodo menempatkan taman nasional ini di posisi kedua dari 51 tempat wisata terindah di dunia 2026.

Para pelaku wisata dan pakar lingkungan turut mengapresiasi pencapaian tersebut, sekaligus menyoroti fungsi konservasi di TN Komodo, alih-alih menjadikannya destinasi wisata pilihan.

"Dengan dia ditunjuk sebagai destinasi wisata terbaik, artinya promosi terhadap kawasan TN  Komodo itu juga meningkat dan tentu akan berkontribusi pada kunjungan di wilayah itu," kata Ketua Tim Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Arie Rompas saat dihubungi Kompas.com, Kamis (9/4/2026).

Sementara itu, dosen pascasarjana Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia (UI), Mahawan Karuniasa menyampaikan hal senada.

Menurut Mahawan, pencapaian ini jelas positif untuk citra Indonesia. Namun, semestinya, TN Komodo bukan sekedar dianggap sebagai “destinasi indah”, melainkan kawasan konservasi bernilai universal luar biasa.

"Jadi, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai penghargaan global berubah menjadi pemicu tekanan global. Dalam teori destinasi pariwisata, pengakuan internasional biasanya menaikkan destination image, minat kunjungan, dan nilai komersial kawasan," kata Mahawan, dihubungi Kompas.com, Jumat (10/4/2026).

Dampak industri pariwisata terhadap TN Komodo

Diposisikan sebagai "mesin" destinasi wisata?

TN Komodo sabet gelar tempat terindah di dunia 2026 versi Time Out. Pakar ingatkan risiko overtourism dan pentingnya menjaga fungsi konservasi.Dok. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif TN Komodo sabet gelar tempat terindah di dunia 2026 versi Time Out. Pakar ingatkan risiko overtourism dan pentingnya menjaga fungsi konservasi.

Time Out menyebut bukit-bukit berbatu yang mengelilingi taman nasional ini membuat wisatawan berada seolah-olah berada di "Jurassic Park".

Belum lagi keindahan pantai pasir pink dan hewan komodo ikonis yang menambah lengkap daya tarik Situs Warisan Dunia UNESCO ini.

Namun demikian, menurut Mahawan, perlu ditegaskan bahwa fungsi utama kawasan ini tetaplah perlindungan ekosistem, spesies, dan proses ekologis.

Hal itu sesuai dengan kebijakan konservasi Indonesia yang bertujuan menjaga keberlanjutan sumber daya hayati dan keseimbangan ekosistem, dan juga dengan keputusan UNESCO 2023 yang meminta pendekatan precautionary terhadap ekspansi pariwisata di TN Komodo.

"Dampaknya bisa besar bila orientasi wisata menggeser orientasi konservasi," kata dia.

Secara resmi, pengelolaan TN Komodo berbasis zonasi yang berarti dilihat dari sisi kebijakan taman nasional, wisata itu bukan fungsi bebas, melainkan aktivitas yang harus tunduk pada batas ekologis kawasan.

TN Komodo sabet gelar tempat terindah di dunia 2026 versi Time Out. Pakar ingatkan risiko overtourism dan pentingnya menjaga fungsi konservasi.WIKIMEDIA COMMONS/YULISEPERI2020 TN Komodo sabet gelar tempat terindah di dunia 2026 versi Time Out. Pakar ingatkan risiko overtourism dan pentingnya menjaga fungsi konservasi.

Alih-alih mencapai tujuan awal, peningkatan kunjungan wisata, konsesi swasta, dan perubahan zonasi yang membuka ruang pengembangan wisata harus dinilai terhadap dampaknya pada Outstanding Universal Value kawasan.

Dengan demikian, hal itu bisa memicu pariwisata berlebihan (overtourism), seperti disampaikan Arie.

"Dengan  ditetapkan sebagai salah satu tujuan wisata terindah. Artinya itu kan pemasaran ya, orang pengin datang ramai-ramai ke sana. Kalau itu open access, itu akan overtourism, sementara pengaturannya enggak ada," jelas Arie.

Ketika sebuah taman nasional makin diposisikan sebagai "mesin" destinasi, tekanan kumulatif biasanya muncul, di antaranya lonjakan kunjungan, beban sampah, lalu lintas kapal, gangguan satwa, tekanan pada terumbu karang, dan kebutuhan fasilitas penunjang wisata.

Rencana pembangunan TN Komodo

Berisiko menambah beban pada spesies

TN Komodo sabet gelar tempat terindah di dunia 2026 versi Time Out. Pakar ingatkan risiko overtourism dan pentingnya menjaga fungsi konservasi.DOK. Kemenpar TN Komodo sabet gelar tempat terindah di dunia 2026 versi Time Out. Pakar ingatkan risiko overtourism dan pentingnya menjaga fungsi konservasi.

Rencana pembangunan infrastruktur wisata di Pulau Rinca, TN Komodo, dikhawatirkan mengganggu habitat satwa endemik Indonesia. Apalagi jika hanya dikelola oleh segelintir pihak demi mendapatkan keuntungan.

"Sementara ada masyarakat yang tinggal di sana sejak dulu, bahkan sempat mau diusir dari wilayah-wilayah itu," kata Arie.

Artinya, lanjut dia, keindahan TN Komodo tidak berkontribusi langsung pada kesejahteraan masyarakat setempat.

"Fungsinya taman nasional itu adalah konservasi gitu. Tujuan utamanya bukan untuk tourism, (bukan) profit oriented," tegasnya.

Infrastruktur wisata cenderung mengakibatkan fragmentasi ekosistem di radius dekat fasilitas dan menambah tekanan kebisingan bagi spesies sensitif, mendegradasi jasa ekosistem.

Berdasarkan studi carrying capacity TN Komodo, ada keterkaitan aktivitas manusia dengan penurunan penggunaan habitat dan penyusutan sebaran komodo di Flores.

UNESCO juga mengingatkan status komodo di Daftar Merah IUCN berubah dari Vulnerable menjadi Endangered pada 2021, karena perubahan iklim dan kehilangan habitat akibat aktivitas manusia yang terus berlangsung.

"Jadi, bila hotel terus dibangun tanpa disiplin ekologis yang ketat, kita berisiko mengubah kawasan yang semestinya melindungi spesies endemik menjadi kawasan yang justru menambah tekanan pada spesies payungnya," jelas Mahawan.

Apa yang seharusnya dilakukan pemerintah?

TN Komodo sabet gelar tempat terindah di dunia 2026 versi Time Out. Pakar ingatkan risiko overtourism dan pentingnya menjaga fungsi konservasi.Dok. Shutterstock/Sergey Uryadnikov TN Komodo sabet gelar tempat terindah di dunia 2026 versi Time Out. Pakar ingatkan risiko overtourism dan pentingnya menjaga fungsi konservasi.

Pemerintah semestinya menegaskan bahwa TN Komodo adalah kawasan lindung dan Situs Warisan Dunia sehingga semua rencana investasi wajib tunduk pada zonasi dan daya dukung.

Hal itu disampaikan Mahawan yang kini menjadi anggota Indonesia Sustainable Tourism Council (ISTC).

Ia juga menyarankan pemerintah untuk membatasi pembangunan fisik di dalam kawasan dan dorong akomodasi utama di luar zona sensitif.

"Arah kebijakannya sebaiknya bukan menambah hotel di titik-titik ekologis rapuh, melainkan memperkuat Labuan Bajo dan area penyangga sebagai basis layanan, sementara di dalam kawasan fokus pada fasilitas minimum yang benar-benar perlu, rendah jejak ekologis, dan dapat dipulihkan," jelas dia.

Ilustrasi komodo.WIKIMEDIA COMMONS/ALDOARIANTO.87 Ilustrasi komodo.

Negara juga perlu hadir untuk menciptakan model high-value, low-impact bagi TN Komodo, bukan malah sebaliknya yaitu high-volume dan berdampak negatif terlalu banyak.

"Pembatasan pengunjung, registrasi digital, pemanduan wajib, pembatasan kapal, standar mooring agar tidak merusak karang, pengelolaan sampah dan air limbah tertutup, energi bersih, serta monitoring biodiversitas real-time harus menjadi syarat dasar," kata dia.

Terakhir, Mahawan menambahkan bahwa masyarakat lokal seharusnya dilibatkan sebagai pelaku utama, bukan penonton.

Dalam praktiknya, itu berarti porsi manfaat ekonomi harus mengalir ke pemandu lokal, operator lokal, desa wisata, rantai pasok lokal, dan juga pengawasan berbasis masyarakat.

"Ini penting secara etis, sosial, dan ekologis, karena destinasi yang bertahan lama biasanya adalah destinasi yang insentif ekonominya selaras dengan perlindungan alam," pungkasnya.

Baca juga: 5 Negara yang Terima QRIS Selain Indonesia, dari Thailand hingga Jepang

Tag:  #taman #nasional #komodo #jadi #tempat #terindah #dunia #2026 #ahli #ingatkan #risiko #overtourism

KOMENTAR