Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah, Thailand Berencana Berikan Tiket Pesawat PP Gratis
Ilustrasi Provinsi Nakorn Phanom, Thailand, 2010. Di perbatasan Thailand-Laos, ada patung gajah berukuran besar yang menjadi simbol teritori Thailand. Turis biasanya berfoto di area ini. - Otoritas Thailand memperketat pengawasan terhadap turis asing di Distrik Pai, Provinsi Mae Hong Son, menyusul insiden kekerasan yang melibatkan empat wisatawan asal Israel di Rumah Sakit Pa(Chaton Chokpatara/Shutterstock.com)
11:07
21 Maret 2026

Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah, Thailand Berencana Berikan Tiket Pesawat PP Gratis

KOMPAS.COM – Pemerintah Thailand melalui Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) tengah mempertimbangkan strategi besar untuk memberikan tiket pesawat domestik pulang-pergi (PP) secara gratis bagi wisatawan mancanegara. 

Langkah berani ini diambil sebagai upaya memperkuat sektor pariwisata di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik di Timur Tengah yang mengancam mobilitas penerbangan internasional.

Dilansir dari Travel and Tour World pada (17/3/26) Gubernur TAT, Thapanee Kiatphaibool, mengungkapkan bahwa pihaknya berencana menghidupkan kembali proposal kampanye "Buy International, Free Thailand Domestic Flights".

Dalam skema ini, wisatawan asing yang membeli tiket penerbangan internasional menuju Thailand dengan harga normal akan mendapatkan tiket domestik PP gratis ke berbagai destinasi di dalam negeri.

Tujuan utama dari program ini adalah untuk mendorong wisatawan agar tidak hanya berhenti di Bangkok, melainkan juga menjelajahi kota-kota sekunder dan destinasi wisata lainnya. Dengan demikian,  durasi tinggal dan pengeluaran wisatawan di Thailand meningkat.

Baca juga: Libur Idul Fitri dan Nyepi, Okupansi Hotel di Kota Malang Diprediksi Tembus 85 Persen

Menghadapi dampak konflik Timur Tengah

Langkah ini dipicu oleh kekhawatiran akan penurunan jumlah kunjungan dari pasar jarak jauh (long-haul) seperti Eropa dan Amerika Serikat. 

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah telah menyebabkan penutupan wilayah udara di beberapa titik dan perubahan rute penerbangan, yang berdampak pada kenaikan harga tiket pesawat sebesar 10-15% akibat melonjaknya biaya operasional dan bahan bakar.

Berdasarkan data TAT, jika konflik tersebut berlangsung lebih dari delapan minggu, Thailand berisiko kehilangan sekitar 596.000 wisatawan internasional dengan potensi kerugian pendapatan mencapai 40,9 miliar Baht (sekitar Rp 18 triliun).

Selain memberikan insentif tiket gratis, Thailand juga mulai mengalihkan fokus pemasarannya ke pasar regional yang lebih stabil dan tidak terlalu terdampak oleh gangguan wilayah udara Timur Tengah.

Negara-negara seperti China, India, Malaysia, dan Indonesia menjadi target utama dalam strategi pemulihan ini.

TAT juga berencana menggunakan sisa anggaran dari skema "Thailand Summer Blast" untuk mendukung maskapai penerbangan dalam menambah frekuensi penerbangan ke kota-kota utama dan kota pendukung di seluruh Thailand.

Baca juga: H-1 Lebaran 2026, Hampir 800.000 Tiket Kereta untuk Mudik Masih Ada

Saat ini, proposal tiket gratis tersebut sedang dalam tahap finalisasi untuk diajukan kepada pemerintah baru Thailand untuk mendapatkan persetujuan kabinet. 

Jika disetujui, program ini diharapkan dapat menjadi magnet kuat bagi turis asing sekaligus mempertegas posisi Thailand sebagai pusat penerbangan (aviation hub) yang menghubungkan Asia dengan Australia dan Eropa di tengah krisis global.

Melalui strategi ini, Thailand berharap dapat mempertahankan kepercayaan wisatawan dan memastikan bahwa industri pariwisata mereka tetap menjadi mesin penggerak ekonomi utama negara meskipun di tengah bayang-bayang konflik internasional.

Baca juga: Thailand Tinjau Ulang Masa Bebas Visa bagi Wisatawan, Ini Alasannya

Tag:  #antisipasi #dampak #konflik #timur #tengah #thailand #berencana #berikan #tiket #pesawat #gratis

KOMENTAR