Kenapa Posisi Calvin Verdonk dan Kevin Diks Diubah John Herdman?
Calvin Verdonk (Antara)
11:12
9 Juni 2026

Kenapa Posisi Calvin Verdonk dan Kevin Diks Diubah John Herdman?

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, secara blak-blakan mengungkap alasan di balik keputusannya yang kerap mengubah posisi bermain sejumlah pilar Garuda. Langkah berani ini diambil demi meramu komposisi terbaik dan menggali potensi maksimal dari setiap individu di lapangan.

Kebijakan taktis tersebut terlihat jelas dalam tiga pertandingan awal di bawah komando arsitek asal Inggris tersebut. Sejumlah nama besar dipaksa keluar dari zona nyaman demi memenuhi kebutuhan strategi tim.

Fenomena ini memicu perhatian publik setelah Calvin Verdonk, Kevin Diks, hingga Dony Tri Pamungkas tidak bermain di posisi asli mereka. Pergeseran peran ini menjadi warna baru dalam dinamika permainan skuad Merah Putih.

Konferensi Pers pelatih Timnas Indonesia John Herdman dan Kevin Diks (Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha).Konferensi Pers pelatih Timnas Indonesia John Herdman dan Kevin Diks (Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha).

Herdman mengakui bahwa dirinya ingin mendapatkan versi terbaik dari pemain. Ia tidak hanya coba-coba, tetapi menyempurnakan komposisi yang sedang dibangun.

"Kevin salah satu pemain serba bisa. Dia bisa bermain di bek tengah kiri, bek tengah kanan, bek sayap kanan, pemain sayap kanan. Jadi saat ini dia berada di posisi yang kami rasa perlu kami isi."

"Seperti Anda ketahui, kami memiliki banyak bek tengah mulai dari [Rizky] Ridho, Elkan, Justin Hubner, Jay Idzes, hingga Mees Hilgers," kata Herdman dalam jumpa pers menjelang laga.

Pesepak bola Timnas Indonesia Calvin Verdonk (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Bulgaria Christian Stoyanov (tengah) pada pertandingan final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (30/3/2026). (Antara/Asprilla Dwi Adha)Pesepak bola Timnas Indonesia Calvin Verdonk (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Bulgaria Christian Stoyanov (tengah) pada pertandingan final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (30/3/2026). (Antara/Asprilla Dwi Adha)

Melimpahnya stok pemain belakang berkualitas tinggi menjadi salah satu alasan mendasar di balik eksperimen ini. Herdman dituntut jeli memanfaatkan kedalaman skuad yang sangat mewah di sektor pertahanan.

Repertoar atau variasi kemampuan bermain punggawa Garuda harus diperluas agar tim tampil lebih dinamis. Fleksibilitas taktik dianggap menjadi kunci utama untuk meruntuhkan dominasi lawan di level internasional.

"Kami memiliki begitu banyak bek tengah dan bek pertahanan, penting bagi mereka untuk memperluas repertoar pemain tertentu. Jadi Kevin mungkin tidak bermain sebagai bek sayap di Bundesliga, tetapi di sini dia bisa menjadi salah satu bek sayap terbaik, itu realistis baginya," kata Herdman sambil menyebut statistiknya bagus.

Perubahan posisi ini juga menyasar talenta lokal berbakat, Dony Tri Pamungkas, yang biasa beroperasi di sisi kiri. Pemain muda milik Persija Jakarta tersebut kini ditantang untuk mampu menghidupkan sektor penyerangan sebelah kanan.

Herdman melihat ada lonjakan performa yang sangat signifikan dari sang pemain dalam beberapa laga terakhir. Eksplorasi kemampuan terus dilakukan karena sang pemain dinilai memiliki mentalitas petarung yang tinggi.

"Dia mulai terbiasa dengan seragam internasional. Setiap kali dia memiliki kesempatan, dia masuk ke pertandingan dengan mentalitas untuk menciptakan sesuatu," ucap Herdman.

Sebagai informasi, dalam skema sebelumnya Calvin Verdonk aslinya merupakan bek sayap kiri namun sempat didorong menjadi gelandang tengah. Sementara itu Kevin Diks yang sejatinya bek sentral, justru didorong lebih maju sebagai winger kanan.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi ketatnya persaingan di lini belakang yang sudah sesak oleh bek tangguh. Transformasi peran ini diharapkan melahirkan karakter permainan baru yang sulit dibaca oleh tim lawan.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Tag:  #kenapa #posisi #calvin #verdonk #kevin #diks #diubah #john #herdman

KOMENTAR