Kisah dan Makna di Balik Tifo Raksasa Persib Karya Azka Alfi
Tifo karya ilustrator ternama Azka Alfi yang dipampang pada laga Persib vs Persijap di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Sabtu (23/5/2026). Pertandingan tersebut menjadi partai penentu gelar ketiga beruntun Maung Bandung di Liga Indonesia.(KOMPAS.com/Firzie A. Idris)
06:35
25 Mei 2026

Kisah dan Makna di Balik Tifo Raksasa Persib Karya Azka Alfi

-Suasana Stadion Gelora Bandung Lautan Api bergelora saat ribuan Bobotoh membentangkan tifo raksasa jelang laga Persib Bandung melawan Persijap Jepara, Sabtu (23/5/2026).

Tifo yang dibentangkan saat Indonesia Raya berkumandang jelang pertandingan tersebut menjadi salah satu sorotan utama pada malam ketika Persib memastikan gelar juara Super League 2025-2026 usai bermain imbang 0-0.

Berbeda dari desain tifo intimidatif atau visual agresif yang lazim muncul di tribun sepak bola, karya ilustrator Azka Alfi justru mengangkat sisi keseharian kultur sepak bola Bandung.

Di dalam ilustrasi raksasa itu terdapat berbagai elemen khas kota Bandung dan kultur Bobotoh, mulai dari maskot Viking, pedagang asongan, gerobak mie kocok, anak-anak bermain bola plastik, hingga sosok ibu yang berdoa untuk Persib.

Baca juga: Beckham Putra Bongkar Kunci Sukses Persib Bandung Juara Tiga Musim Beruntun

Azka mengatakan pendekatan tersebut memang menjadi permintaan dari komunitas suporter Viking.

“Mereka pengin bikin yang lebih fun. Biasanya kan tifo itu identik dengan sesuatu yang sangar, tetapi kali ini ingin mengangkat kultur,” ujar Azka kepada Kompas.com pada Minggu (24/5/2026).

Angkat Kultur Sepak Bola Bandung

Menurut Azka, tema “Bandung Football Culture” dipilih karena dianggap merepresentasikan hubungan emosional antara Persib dan masyarakat Bandung.

Pria asal Temanggung, Jawa Tengah, ini menjelaskan bahwa sepak bola di Bandung hidup bukan hanya di stadion, tetapi juga di jalanan, warung makan, musik tribun, hingga ruang-ruang kecil kehidupan sehari-hari.

“Persib itu bukan cuma klub bola. Persib sudah jadi identitas kota dan kebanggaan yang hidup bersama suporternya dari generasi ke generasi,” kata Azka.

Berbagai detail kecil kemudian dimasukkan ke dalam desain tifo.

Baca juga: BERITA FOTO Konvoi Juara Persib, Bandung Lautan Biru

Nama Azka Alfi terpampang di tifo pada laga Persib vs Persijap di Stadion Gelora  Bandung Lautan Api pada Sabtu (23/5/2026). Pertandingan tersebut menjadi partai penentu gelar ketiga beruntun Maung Bandung di Liga Indonesia.KOMPAS.com/Firzie A. Idris Nama Azka Alfi terpampang di tifo pada laga Persib vs Persijap di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Sabtu (23/5/2026). Pertandingan tersebut menjadi partai penentu gelar ketiga beruntun Maung Bandung di Liga Indonesia.

Salah satunya adalah anak-anak yang bermain sepak bola menggunakan bola plastik, lengkap dengan “sarung tangan” dari sendal plastik di tangan penjaga gawang.

Azka juga menyisipkan elemen perjalanan juara Persib lewat detail jersey yang dikenakan karakter dalam ilustrasi.

Ada jersey era 1994, jersey musim 2014, hingga angka 23 dan 24 yang merujuk gelar Maung Bandung pada 2023 dan 2024.

Selain itu, terdapat ilustrasi kaset kompilasi Viking serta simbol bintang yang melambangkan gelar kelima Persib di Liga Indonesia.

"Tadinya itu bukan bintang tetapi piala jadi ada keempat piala sebelumnya dan si Maskot Viking memegang Piala kelima," ujarnya.

Baca juga: Persib Juara: Ujian Konsistensi, Kebersamaan, dan Liga Sangat Ketat

Tifo Terbesar Azka

Azka mengungkapkan bahwa proyek tersebut menjadi karya terbesar yang pernah ia desain dalam bentuk visual raksasa.

Proses pengerjaan dimulai beberapa bulan sebelum akhir musim, tetapi konsep final baru dimatangkan sekitar tiga pekan sebelum kompetisi selesai.

Pria yang karyanya juga digunakan oleh klub-klub sepak bola mancanegara tersebut menegaskan sejak awal tema yang diangkat bukan soal perayaan gelar juara, melainkan kultur sepak bola Bandung.

Hal ini karena Persib dan Borneo FC masih terlibat dalam perburuan gelar juara bahkan hingga laga terakhir kemarin.

          View this post on Instagram                      

A post shared by Azka Alfi (@azkaalfi)

“Kami enggak ingin mendahului takdir karena liga belum selesai. Jadi kami sepakat mengangkat kultur sepak bola Bandung saja,” ujar Azka.

Tifo tersebut akhirnya menjadi pembuka malam bersejarah bagi Persib.

Hasil imbang melawan Persijap memastikan Maung Bandung meraih gelar juara Liga Indonesia untuk ketiga kali beruntun sekaligus gelar kelima sepanjang sejarah klub.

Catatan tersebut membuat Persib melampaui raihan Persipura Jayapura sebagai klub tersukses di era modern Liga Indonesia.

Maung Bandung juga menjadi klub Indonesia pertama di era modern yang bisa meraih tiga gelar beruntun.

Tag:  #kisah #makna #balik #tifo #raksasa #persib #karya #azka #alfi

KOMENTAR