Mario Jozic: Atmosfer Bobotoh Lima Level di Atas Dinamo Zagreb
Ribuan warga tumpah ruah ke jalanan demi menyaksikan konvoi Persib Bandung juara pada Minggu (24/5/2026) di salah satu rute jalan yang dilewati Jl Merdeka Bandung. (KOMPAS.com/ADIL NURSALAM)
14:12
24 Mei 2026

Mario Jozic: Atmosfer Bobotoh Lima Level di Atas Dinamo Zagreb

Pelatih kiper Persib Bandung, Mario Jozic mengaku terpukau dengan perayaan juara publik di kota Bandung usai meraih gelar Super League 2025-2026.

Pelatih asal Kroasia itu kagum dengan sambutan meriah para suporter yang ikut merayakan gelar juara Persib Bandung untuk kali ketiga secara beruntun.

Mario Jozic mengatakan jika atmosfer di Bandung sangat spesial untuknya dan terasa lima level di atas Dinamo Zagreb, klub yang pernah ia latih sebelumnya.

"Saya sebelum ini berada 12 tahun dan pernah menjadi juara di Dinamo Zagreb. Itu sangat spesial di negara saya," jelasnya dalam sesi wawancara dikutip dari Persib TV.

Baca juga: Dedi Mulyadi: Pawai 4 Kali Lipat dari Tahun Lalu, Profesionalisme Kunci Persib Juara

Menurutnya, Kroasia tidak memiliki populasi sebesar Indonesia. Karenanya, hal ini wajar terjadi terlebih Persib mendapat tempat di hati masyarakat Bandung.

"Tapi, bagi saya di sini lima level di atas Kroasia. Dinamo Zagreb punya banyak fans tetapi negara kami hanya ada empat juta orang (populasi). Sekarang saya lihat para fans ini luar biasa sekali," kata Jozic.

Ungkap Peran Penting Bobotoh

Jozic memahami pentingnya kelompok suporter dalam mendukung tim. Sebagai pendukung Dinamo Zagreb, ia juga ikut merasakan bagaimana berada di posisi mereka.

"Sebelum menjadi pelatih kiper, saya fans Dinamo Zagreb. Saya banyak bepergian bersama tim." 

Saya tahu rasanya punya pemain ke-12 di belakang. Mereka punya energi. Saya rasa mereka lebih dari pemain ke-12," sambungnya.

Keberadaan para Bobotoh sangat penting bagi tim. Apalagi sepanjang musim ini, kehadiran mereka turut andil membawa Persib menjadi juara musim ini.

Baca juga: Persib Juara: Ujian Konsistensi, Kebersamaan, dan Liga Sangat Ketat

Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak menikmati antusiasme masyarakat dalam konvoi juara ngarak piala pada Minggu (24/5/2026) di Jl Merdeka Kota Bandung. KOMPAS.com/ADIL NURSALAM Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak menikmati antusiasme masyarakat dalam konvoi juara ngarak piala pada Minggu (24/5/2026) di Jl Merdeka Kota Bandung.

"Saat mereka sangat berisik, mereka berada di dalam ke-11 pemain mereka memberikan energi lebih kepada kami. Ini sangat berarti bagi saya. Bagi para pemain ini luar biasa," tandasnya.

Jozic mengaku tak akan melupakan cerita indahnya bersama Persib dan Bobotoh dan berharap tetap memberi dukungan kepada skuad Maung Bandung.

"Bobotoh kalian luar biasa, saya sayang kalian. Kalian energi kami. Terus dukung kami. Suatu hari saat saya kembali ke Kroasia, saya akan ingat hari ini, keberhasilan menjadi juara, dan GBLA, dan energi dari Bandung," tandasnya.

Baca juga: Fabio Lefundes Sampaikan Selamat ke Bojan Hodak Usai Persib Juara

Puji Kiper Persib Bandung

Mario Jozic tak memiliki masalah dengan penjaga gawang Persib Bandung saat ini. Ia juga telah memiliki alasan di balik penunjukan Teja sebagai kiper utama.

"Saya punya tiga kiper, ketika bicara dengan Bojan dan dia membahas apa yang saya pikir. Bagi saya, Teja adalah kiper utama," kata Jozic.

Menurutnya, Teja menjadi sosok yang positif dan bisa menjadi panutan bagi para kiper mudah di Persib.

Baca juga: Thom Haye Akui Persib Sempat Tegang Sebelum Kunci Gelar Super League

"Tentang Teja, dia luar biasa sebagai kiper tetapi sebagai pribadi. Dia family man. Saya kehabisan kata-kata baik bagi dia dan keluarganya," ujarnya.

Selain Teja, Jozic juga memuji peran Fitrah yang cukup baik saat diberi kesempatan bermain olehnya. Ia berharap sang kiper juga bisa membela Timnas Indonesia suatu saat.

"Begitu juga Fitrah, dia muda dan ingin belajar. Cara terbaik belajar adalah melalui Teja. Saya yakin ke depannya, tak tahu kapan, Fitrah bisa jadi kiper timnas suatu hari," tutupnya.

Tag:  #mario #jozic #atmosfer #bobotoh #lima #level #atas #dinamo #zagreb

KOMENTAR