Menkes Sentil Orang Kaya Ingin Dapat Servis BPJS Kesehatan Lebih Baik dari yang Miskin
Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa penyebaran atau penularan virus hanta atau Hantavirus bukan antar-manusia, tetapi dari tikus.(KOMPAS.com/DEVI PATTRICIA)
17:26
9 Juni 2026

Menkes Sentil Orang Kaya Ingin Dapat Servis BPJS Kesehatan Lebih Baik dari yang Miskin

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyentil orang-orang kaya yang ingin mendapatkan pelayanan lebih baik dari BPJS Kesehatan dibandingkan orang-orang miskin.

Budi menegaskan, BPJS menganut sistem gotong royong sehingga tidak ada perbedaan layanan bagi masyarakat yang masuk golongan kaya maupun miskin.

"Jadi tidak kelas 1 itu kasta Brahmana, kelas 3 itu kasta Sudra. BPJS adalah asuransi gotong royong. Ini bukan asuransi komersial. Jadi sebenarnya secara konsep enggak benar tuh orang yang bayar tinggi lebih dapat service tinggi," ujar Budi dalam rapat Komisi IX DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Baca juga: Menkes: Indonesia tuh Unik, Semua Ingin Jadi Dokter Spesialis, Tak Ada yang Mau di Puskesmas

Menurut Budi, apabila orang-orang kaya ingin mendapatkan pelayanan lebih baik, mereka dapat mengikuti asuransi yang disediakan oleh pihak swasta.

"Pak, saya beda dong, saya punya uang banyak", boleh bayar lewat asuransi swasta. Di-CoB-kan dengan BPJS. Tidak banyak yang paham. Saya kemarin di WA grup masih diserang, 'ini asuransi gini gini nurunin nanti orang kelas 1 marah-marah'. Kalau Bapak/Ibu masih ngomongin 10 juta orang kelas 1 yang marah-marah, Bapak melupakan 280 juta orang yang di kelas 3," kata dia.

Budi lantas menganalogikan layanan BPJS Kesehatan seperti pajak di mana ia dan sopirnya membayar pajak dengan nilai yang berbeda.

Baca juga: Fasilitas Rawat Inap BPJS Diubah: Kelas A Maksimal 2 Bed, Kelas B dan C 4 Bed

Namun, meski ia membayar pajak lebih tinggi, bukan berarti dirinya mendapat jalan yang berbeda dari sopirnya ketika melintas di sebuah kawasan.

"Apakah saya kalau mau jalan-jalan di taman berbeda dengan sopir saya? Kan tidak," tukas Budi.

Budi menegaskan, BPJS merupakan asuransi sosial dengan konsep gotong royong.

Oleh karena itu, ia menilai masyarakat uang masih membicarakan kelas-kelas pada BPJS Kesehatan justru salah kaprah.

Baca juga: Syarat dan Ketentuan Cuci Darah yang Ditanggung BPJS Kesehatan

"Karena harusnya dia kaya ataupun dia miskin, untuk BPJS sebagai asuransi sosial dia harus mendapatkan layanan yang sama. Unsur equity dan keadilannya ada di sana. Itu namanya sebabnya asuransi sosial," ucap Budi.

Menurut Budi, BPJS Kesehatan memberikan proteksi pembiayaan kesehatan untuk 280 juta rakyat Indonesia secara adil dan sama.

Oleh sebab itu, orang yang bayar BPJS lebih mahal harus mensubsidi orang yang membayar lebih sedikit, tapi tetap mendapatkan layanan kesehatan yang sama.

Tag:  #menkes #sentil #orang #kaya #ingin #dapat #servis #bpjs #kesehatan #lebih #baik #dari #yang #miskin

KOMENTAR