TNI Kelola 2,5 Juta Hektar Lahan untuk Ketahanan Pangan Nasional
- TNI menyebut total lahan yang dikelola instansinya dalam program ketahanan pangan nasional saat ini mencapai sekitar 2,5 juta hektar.
“Jadi, totalnya semua lebih kurang 2,5 juta hektar,” kata Kapuspen TNI Brigjen TNI Muhammad Nas, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (9/6/2026).
Menurut dia, lahan yang masuk dalam program ketahanan pangan tidak seluruhnya merupakan aset TNI.
Sebagian merupakan lahan milik pemerintah daerah dan masyarakat yang mendapat pendampingan dari TNI.
Baca juga: Mabes TNI Pastikan Prajurit Bisa Tangkap Begal, tetapi Diserahkan ke Polisi
Nas mengatakan, luas lahan yang tercatat mencakup lahan milik TNI maupun lahan masyarakat yang didampingi prajurit di berbagai daerah.
Ia menambahkan, setiap matra TNI mengembangkan komoditas yang berbeda.
TNI Angkatan Darat berfokus pada padi, TNI Angkatan Laut mengembangkan kedelai, sedangkan TNI Angkatan Udara mengelola tanaman tebu.
Nas mengatakan, TNI tidak bekerja sendiri dalam mengelola lahan tersebut.
Menurut dia, masyarakat menjadi pihak yang berada di garis depan, sedangkan TNI berperan memberikan pendampingan.
Ia menuturkan, keterlibatan TNI dalam sektor pertanian bukan program baru.
Baca juga: Mabes TNI Sebut Lokasi Pembangunan Yon TP Ditentukan Pemda
Pendampingan telah dilakukan sejak lama, mulai dari pengolahan lahan, masa tanam, panen, hingga distribusi hasil panen.
“Kami mendampingi mulai dari tahap pengelolaan, dari pengolahan lahan sampai dengan tahap panen sampai dengan tahap distribusi hasil panen,” ujar dia.
Diberitakan sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan, prajurit TNI yang tergabung dalam Batalyon Teritorial Pembangunan kini memiliki tugas baru.
Sjafrie menugaskan TNI Angkatan Darat (AD) menanam padi dan jagung, sementara TNI Angkatan Laut (AL) akan memproduksi kedelai.
“Kami sudah melakukan pembagian tugas, bahwa untuk Angkatan Darat tugasnya adalah pertanian, jagung, dan padi, selain palawija. Angkatan Laut adalah kedelai,” ujar Sjafrie, dalam rapat Komisi I DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Ia mengungkapkan alasan produksi kedelai harus dibantu oleh TNI AL.
Baca juga: TNI Bantah Keterlibatan di Ranah Sipil Picu Dwifungsi: Kami Tidak Pernah Mengancam
Sjafrie menyampaikan, selama ini, Indonesia mengimpor 2,5 juta ton kedelai dari luar negeri.
Padahal, berdasarkan laporan yang dia terima, kedelai yang diimpor itu merupakan makanan ternak di luar negeri.
“Jadi, bisa dibayangkan, kita impor kedelai itu makanan ternaknya orang di luar. Sekarang, Angkatan Laut dengan dua kali panen, dia sudah mempunyai kualitas bibit kedelai, yang tidak lagi istilah makanan ternak itu,” ujar dia.
Sjafrie menekankan Kemenhan akan mengejar target sampai Indonesia menjadi produsen kedelai.
Menurut dia, dalam mendukung swasembada pangan ini, Kemenhan akan bekerja sama dengan Kementerian Pertanian, khusus untuk mencegah impor kedelai.
“Sedangkan jagung dan padi itu sudah banyak sekali. Dan mungkin suatu saat nanti pada saat impor kami akan undang bapak dan ibu sekalian apa yang ada di dalam batalion ini. Sama sekali terbuka, tidak ada yang kita tutup-tutupi,” ujar Sjafrie.
Tag: #kelola #juta #hektar #lahan #untuk #ketahanan #pangan #nasional