Menhaj Minta Jemaah Tak Cemas soal Penipuan Dam Rp 1,4 Miliar, Klaim Sudah Beres
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengingatkan jemaah agar tidak perlu khawatir dengan adanya penipuan dam dan badal haji Rp 1,4 miliar.
Ia menuturkan, transaksi praktik penipuan dam dan badal haji oleh salah satu KBIHU asal Jawa Barat tersebut sudah diselesaikan oleh pihaknya.
"Jadi masalah dam saya kira sudah jemaah haji tidak usah khawatir, InsyaAllah sudah beres, sudah selesai masalahnya," kata Gus Irfan di penyambutan kedatangan Musyrif Din di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (9/6/2026).
Gus Irfan menyebut, pengelola yang melayani pembayaran serta penyembelihan hewan dam jemaah haji berada di bawah naungan resmi platform Adahi.
Baca juga: Wamenhaj Ungkap Modus Penipuan Dam dan Badal Haji Capai Rp 1,4 Miliar
"Barangkali memang ada dam yang sudah terselesaikan di Adahi, tapi itu bukan bagian dari tanggung jawabnya jemaah, tapi bagian dari penyelenggara yang sudah diserahkan," kata dia.
Sebelumnya, Wamenhaj RI Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkap dugaan praktik penipuan dam dan badal haji yang berhasil dibongkar Tim Pelindungan Jemaah PPIH bersama KJRI.
Transaksi praktik penipuan dam dan badal haji itu mencapai sekitar Rp 1,4 miliar.
Sebanyak 140 orang melakukan badal haji dengan tarif sekitar Rp 10 juta per orang.
"Badal haji itu jelas penipuan. Karena untuk haji dakhili yang berlaku untuk masyarakat setempat saja, per orang sekitar Rp 40 jutaan. Jadi tidak mungkin badal haji bertarif Rp 10 juta per orang. Pasti ini penipuan," tegas Dahnil dalam keterangan resmi, Selasa (9/6/2026).
Baca juga: Kemenhaj Bongkar Oknum KBIHU Diduga Lakukan Penipuan Badal Haji dan Dam
Dahnil menjelaskan, dugaan praktik tersebut dilakukan oleh oknum Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) yang bekerja sama dengan mukimin.
Kemenhaj telah melakukan pemeriksaan terhadap pihak terkait untuk mendalami kasus tersebut.
Tag: #menhaj #minta #jemaah #cemas #soal #penipuan #miliar #klaim #sudah #beres