TNI: Mereka yang Protes Tentara Tangani Begal Tidak Pernah Jadi Korban Begal
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Muhammad Nas di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (9/6/2026).(KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI)
15:30
9 Juni 2026

TNI: Mereka yang Protes Tentara Tangani Begal Tidak Pernah Jadi Korban Begal

- Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Muhammad Nas menduga pihak yang memprotes keterlibatan TNI dalam menangani aksi begal belum pernah merasakan menjadi korban kejahatan tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Nas saat menanggapi kritik terhadap kehadiran prajurit TNI dalam membantu aparat keamanan menangani aksi kriminalitas, termasuk begal.

“Kembali ke masalah begal, apakah mungkin mereka yang protes ini enggak pernah jadi korban ya?” kata Nas, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (9/6/2026).

“Begitu ada yang protes, lalu besok anaknya jadi korban begal dan kita biarkan, pasti protes lagi, salah lagi. ‘Ada TNI percuma saja, begal dibiarkan’. Karena saya pernah mengalami kalimat seperti itu. Ya mungkin yang bilang-bilang begitu, enggak pernah dibegal," ujar dia.

Baca juga: TNI Minta Keterlibatan Prajurit di Ruang Sipil Tak Buru-buru Dicap Militerisme

Nas menegaskan, TNI tidak mengambil alih tugas kepolisian dalam menangani kejahatan jalanan.

Keterlibatan prajurit dilakukan dalam kerangka operasi perbantuan yang memiliki dasar hukum dan dilakukan atas permintaan Polri.

Ia mengatakan, prajurit TNI tidak mungkin tinggal diam apabila menyaksikan aksi begal terjadi di depan mata.

“Kalau di depan mata saya terjadi aksi begal, saya TNI dan tidak boleh tangani begal, saya biarkan, hukum kalau enggak salah lebih berat, (masuk) pasal pembiaran,” ujar dia.

Menurut dia, yang menjadi pertimbangan utama dalam pelibatan TNI adalah kebutuhan masyarakat akan rasa aman.

Selama tidak melanggar undang-undang dan dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku, TNI akan membantu aparat keamanan menjaga ketertiban.

Nas juga mengutip pandangan seorang pengamat yang menilai meski belum pernah menjadi korban begal, masyarakat tetap berpotensi menjadi sasaran kejahatan apabila aksi kriminal tidak segera ditangani.

Baca juga: Kami Pasti Pindah, Tapi Beri Waktu Permohonan Warga Saat TNI Kosongkan Asrama di Jaksel

“Kalau orang sudah berpikir seperti itu, artinya ketenangan dan kenyamanan di masyarakat berkurang atau hilang, betul Pak, ya?” kata dia.

Ia mengatakan, seluruh tugas yang dijalankan TNI, baik di wilayah binaan maupun daerah operasi, tetap berkaitan dengan sistem pertahanan negara.

Ia menegaskan Indonesia menganut Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata), yang menempatkan seluruh elemen bangsa sebagai bagian dari komponen pertahanan negara.

TNI ikut buru begal

Diberitakan sebelumnya, di tengah upaya pemberantasan begal, TNI juga ikut dilibatkan dalam patroli keamanan di Jakarta dan sekitarnya.

Kepala Penerangan Kodam Jaya Letkol Arh Noor Iskak mengatakan, pihaknya menurunkan personel dari Koramil, Kodim, hingga batalion tempur untuk patroli bersama kepolisian.

“Kami sudah melaksanakan patroli bersama mulai dari tingkat bawah,” kata Iskak, dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (22/5/2026).

Menurut Iskak, keterlibatan TNI dilakukan untuk mendukung keamanan wilayah dan memberi rasa aman kepada masyarakat.

Selain patroli bersama, isu keamanan juga dikaitkan dengan rencana pembentukan 750 batalion baru hingga 2029.

Baca juga: Ikut Berantas Begal, TNI AD: Tidak untuk Ambil Alih Penegakan Hukum

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, keberadaan batalion teritorial pembangunan dibutuhkan karena banyak daerah sebelumnya tidak memiliki pasukan militer.

“Apa yang terjadi? Begal kriminal itu yang besar sekali," ujar Sjafrie, dalam rapat Komisi I DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Menurut Sjafrie, tingkat kriminalitas di sejumlah daerah menurun setelah TNI menempatkan batalion dan membangun pangkalan di wilayah tersebut.

Ia mengatakan, batalion teritorial pembangunan juga menjalankan patroli keliling dan menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling).

Tag:  #mereka #yang #protes #tentara #tangani #begal #tidak #pernah #jadi #korban #begal

KOMENTAR