Tak Ada Ampun! UPN Yogyakarta Sanksi 5 Dosen Terbukti Pelecehan, Satu Orang Terancam Pecat
Mahasiswa menggeruduk rektorat UPN Veteran Yogyakarta menuntut penyelesaian dugaan kasus kekerasan seksual oleh sejumlah dosen. [Suara.com/Hiskia]
11:04
24 Mei 2026

Tak Ada Ampun! UPN Yogyakarta Sanksi 5 Dosen Terbukti Pelecehan, Satu Orang Terancam Pecat

Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Yogyakarta menjatuhkan sanksi kepada lima dosen yang terbukti melakukan pelecehan verbal di lingkungan kampus.

Salah satu dosen bahkan menghadapi proses sanksi lebih lanjut di tingkat kementerian karena dinilai melakukan pelanggaran paling berat.

Sanksi itu dijatuhkan setelah Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) menyelesaikan pemeriksaan terhadap laporan dugaan kekerasan seksual yang mencuat beberapa waktu terakhir.

"Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa lima terlapor terbukti melakukan tindakan pelecehan verbal sebagaimana diatur dalam Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi," jelas Ketua Satgas PPKPT UPN Yogyakarta, Iva Rachmawati dalam keterangan resminya, Sabtu (23/5/2026).

Dalam proses investigasi, Satgas memeriksa lima dosen terlapor, 10 korban, dan 13 saksi.

Dari hasil pendalaman, seluruh terlapor dinyatakan terbukti menyampaikan ucapan bernuansa seksual yang masuk kategori pelecehan verbal sebagaimana diatur dalam Pasal 12 ayat (2) huruf c Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024.

Sebagai tindak lanjut, empat dosen dijatuhi sanksi penonaktifan dari kewajiban Tridharma Perguruan Tinggi selama dua tahun. Mereka juga diwajibkan mengikuti konseling psikologis dengan biaya ditanggung masing-masing.

Sementara satu dosen lainnya dijatuhi sanksi penonaktifan selama satu tahun.

Konferensi pers terkait dugaan kekerasan seksual di kampus UPN Veteran Yogyakarta, Jumat (22/5/2026). [Suara.com/Hiskia]Konferensi pers terkait dugaan kekerasan seksual di kampus UPN Veteran Yogyakarta, Jumat (22/5/2026). [Suara.com/Hiskia]

Tak hanya itu, satu dosen yang dinilai melakukan pelanggaran paling berat kini menghadapi proses penjatuhan sanksi di tingkat kementerian.

Proses tersebut mengacu pada Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 dan Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Satgas juga meluruskan informasi yang sempat beredar mengenai jumlah terduga pelaku. Menurut mereka, hingga saat ini hanya terdapat lima laporan resmi yang telah diterima dan diproses.

Rektor UPN "Veteran" Yogyakarta, Mohamad Irhas Effendi menegaskan kampus tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk kekerasan di lingkungan akademik.

"Berdasarkan hasil rekomendasi Satgas PPKPT, kami berkomitmen memastikan ruang kampus yang aman, bermartabat, inklusif, berkeadilan dan bebas dari segala bentuk kekerasan," tegasnya.

Iva juga mengingatkan bahwa pelecehan verbal bukan persoalan sepele karena dapat menimbulkan dampak psikologis dan merusak relasi akademik antara dosen dan mahasiswa.

"Universitas menegaskan bahwa setiap bentuk kekerasan, termasuk pelecehan verbal, tidak dapat ditoleransi," tegas Iva.

UPN "Veteran" Yogyakarta memastikan kanal pengaduan Satgas PPKPT tetap dibuka bagi sivitas akademika yang mengalami, menyaksikan, atau memiliki informasi terkait dugaan kekerasan di lingkungan kampus.

Editor: Muhammad Yasir

Tag:  #ampun #yogyakarta #sanksi #dosen #terbukti #pelecehan #satu #orang #terancam #pecat

KOMENTAR