Bukan Sekadar Nutrisi: Rahasia Sukses MPASI Tanpa Drama dengan Metode 'Mindful Feeding'
Bagi banyak orang tua, fase Makanan Pendamping ASI (MPASI) sering kali identik dengan mencari resep terbaik, memastikan kecukupan nutrisi, atau mengatasi anak yang sulit makan.
Namun, seiring berkembangnya pemahaman tentang tumbuh kembang anak, perhatian para orang tua muda kini mulai bergeser ke aspek yang lebih luas: bagaimana menciptakan pengalaman makan yang sehat dan menyenangkan sejak dini.
Konsep mindful feeding atau pola makan yang lebih sadar menjadi salah satu pendekatan yang semakin banyak diterapkan keluarga modern.
Dalam konsep ini, waktu makan tidak hanya dipandang sebagai momen memenuhi kebutuhan gizi anak, tetapi juga kesempatan membangun hubungan positif antara anak dan makanan, melatih kemandirian, serta menciptakan kebiasaan makan yang baik untuk jangka panjang.
Kesadaran tersebut terlihat dari meningkatnya perhatian orang tua terhadap berbagai faktor yang mendukung proses makan anak, mulai dari suasana makan, interaksi dengan orang tua, hingga posisi duduk yang tepat saat makan.
"Saat ini orang tua semakin aware bahwa fase MPASI bukan hanya tentang makanan, tetapi juga bagaimana menciptakan pengalaman makan yang nyaman dan mendukung perkembangan anak secara jangka panjang," ujar General Manager Marketing PT Multitrend Indo Tbk, Kartika Tirta Putri.
Menurut Kartika, perubahan pola pikir tersebut menjadi salah satu alasan dihadirkannya Yamatoya Sukusuku Pop-Up Experience yang berlangsung pada 25-31 Mei 2026 di South Atrium Pondok Indah Mall 2, Jakarta.
Kegiatan ini tidak hanya menampilkan produk kebutuhan anak, tetapi juga menghadirkan edukasi seputar MPASI dan mindful feeding bagi para orang tua.
"Melalui Yamatoya Sukusuku Pop-Up Experience, Mothercare ingin menghadirkan solusi sekaligus edukasi yang dapat membantu parents menjalani fase MPASI dengan lebih percaya diri," katanya.
Dalam praktik mindful feeding, salah satu aspek yang sering luput dari perhatian adalah feeding posture atau posisi duduk anak saat makan. Padahal, posisi tubuh yang tepat berperan penting dalam mendukung kenyamanan dan keamanan selama proses makan berlangsung.
Anak yang sudah memasuki fase MPASI idealnya duduk dalam posisi tegak dengan dukungan punggung yang baik. Posisi ini membantu mereka lebih fokus mengenali makanan, melatih kemampuan mengunyah dan menelan, sekaligus mendukung proses belajar makan mandiri.
Sebaliknya, posisi duduk yang kurang stabil dapat membuat anak mudah terdistraksi, tidak nyaman, bahkan meningkatkan risiko tersedak. Karena itu, para orang tua kini semakin memperhatikan penggunaan kursi makan yang dirancang sesuai kebutuhan tumbuh kembang anak.
Kesadaran inilah yang juga diangkat dalam rangkaian workshop edukasi selama acara berlangsung. Pada 30 dan 31 Mei 2026, orang tua mendapatkan kesempatan berdiskusi langsung mengenai fase MPASI, pentingnya feeding posture, hingga cara menciptakan pengalaman makan yang lebih nyaman bersama dokter spesialis anak RSPI Pondok Indah, dr. William Jayadi Iskandar, Sp.A, CIMI, IBCLC, AIFO-K dan dr. Radhian Amandito, Sp.A.
Selain sesi edukasi, pengunjung juga dapat melihat berbagai solusi yang dirancang untuk mendukung proses makan anak, salah satunya melalui pengenalan lebih dekat terhadap Sukusuku High Chair dari Yamatoya, brand furnitur anak asal Jepang yang telah lama dikenal melalui produk-produk yang berfokus pada keamanan dan penggunaan jangka panjang.
Kursi makan ini dirancang untuk digunakan sejak bayi mulai mampu duduk tegak pada usia sekitar enam bulan. Menariknya, desainnya dibuat agar dapat terus digunakan mengikuti pertumbuhan anak melalui pengaturan posisi duduk dan pijakan kaki yang dapat disesuaikan.
Konsep tersebut sejalan dengan filosofi Yamatoya yang mengutamakan kemudahan penggunaan dalam kehidupan keluarga sehari-hari. Dengan dukungan sandaran, tempat duduk, dan pijakan kaki yang dapat diatur, anak diharapkan dapat memperoleh posisi duduk yang lebih ergonomis saat makan maupun beraktivitas.
Meski demikian, inti dari pendekatan mindful feeding sesungguhnya bukan terletak pada perlengkapan yang digunakan, melainkan bagaimana orang tua menciptakan pengalaman makan yang positif.
Lingkungan yang nyaman, interaksi yang hangat, serta kesempatan bagi anak untuk belajar mengenal makanan dengan ritmenya sendiri menjadi fondasi utama dalam membangun hubungan sehat dengan makanan.
"Mothercare percaya bahwa setiap perjalanan parenting memiliki tantangan dan kebutuhan yang berbeda di setiap fase tumbuh kembang anak. Karena itu, kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar produk, tetapi juga pengalaman, edukasi, dan support system yang dapat membantu orang tua menjalani setiap momen parenting dengan lebih nyaman dan percaya diri," ujar Kartika.
Pada akhirnya, keberhasilan MPASI tidak hanya diukur dari seberapa banyak makanan yang dihabiskan anak. Yang tak kalah penting adalah bagaimana fase tersebut menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan, membantu anak mengenal makanan dengan cara yang positif, sekaligus membangun kebiasaan makan sehat yang akan terbawa hingga mereka tumbuh besar.
Tag: #bukan #sekadar #nutrisi #rahasia #sukses #mpasi #tanpa #drama #dengan #metode #mindful #feeding