Sabrina Chairunnisa Jalani Egg Freezing, Berapa Usia Ideal Membekukan Sel Telur?
- Selebgram Sabrina Chairunnisa baru-baru ini mencuri perhatian publik usai membagikan perjalanannya menjalani prosedur egg freezing atau pembekuan sel telur.
Sabrina yang saat ini tengah berada di New York, Amerika Serikat, tersebut memilih terbuka mengenai pilihan yang dijalani demi masa depan reproduksinya.
Keputusannya di usia 33 tahun ini lantas menimbulkan pertanyaan: kapan usia paling ideal bagi seorang perempuan untuk membekukan sel telurnya?
Baca juga: Sabrina Chairunnisa Putuskan Jalani Egg Freezing, Apa Itu?
Berapa usia ideal untuk egg freezing?
Usia merupakan faktor paling penting dalam menentukan seberapa baik kualitas sel telur yang disimpan.
Berdasarkan artikel yang ditulis oleh dr. Upik Anggraheni Priyambodo, Sp. O.G, Subsp. F.E.R. dalam situs web resmi RS Pondok Indah Group, cadangan sel telur perempuan akan menurun drastis secara alami ketika memasuki usia 35 hingga 37 tahun.
Penurunan ini tidak hanya memengaruhi jumlah, tetapi juga kualitas sel telur. Peluang kehamilan pun umumnya ikut berkurang secara signifikan di rentang umur tersebut, sehingga prosedur pembekuan bisa menjadi solusinya.
Terkait batas umur yang direkomendasikan, Dokter Arif Tunjungseto, Sp.OG, Subsp.FER, dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR), mengungkap, semakin muda usianya, semakin baik hasilnya.
"Banyak ahli menyarankan batasan sebelum usia 35 tahun, karena terkait kuantitas dan kualitas sel telur," kata dia dalam sebuah artikel di situs web resmi FK UNAIR.
Selain karena pertimbangan fungsi biologis, dr. Yassin Yanuar Mohammad, SpOG, SubSpFer, MSc, mengatakan beberapa waktu lalu, keputusan untuk melakukan prosedur pengawetan sel telur ini juga didorong oleh kesiapan masing-masing individu.
Menjaga kualitas sel telur sedini mungkin
Dalam artikelnya, dr. Upik menerangkan, saat lahir, seorang perempuan memiliki sekitar dua juta sel telur di dalam indung telurnya.
Kebanyakan sel telur ini tidak bisa matang karena belum adanya hormon pembantu, sehingga jumlahnya menyusut dan hanya tersisa sekitar 400.000 ketika memasuki usia remaja.
Baca juga: 5 Cara Meningkatkan Kualitas Sel Telur pada Perempuan Menurut Dokter
Oleh karena itu, egg freezing sangat disarankan pada rentang usia 20 sampai 35 tahun, tepat sebelum kualitasnya menurun drastis.
Ilustrasi pembekuan sel telur gunanya untuk apa?
Menurut dr. Arif, setiap pasien harus menyadari bahwa stimulasi ovarium pada usia yang lebih tua biasanya menuntut dosis obat yang lebih tinggi karena cadangan alami kian menipis, dan sayangnya bisa menghasilkan jumlah telur yang lebih sedikit.
Oleh karena itu, langkah pencegahan dianjurkan untuk tidak ditunda terlalu lama.
“Sebaiknya egg freezing dilakukan sedini mungkin, apalagi jika memang ada indikasi medis atau risiko penurunan cadangan sel telur,” kata dr. Arif.
Peluang keberhasilan dan persiapannya
Usia saat sel telur diambil ternyata jauh lebih menentukan tingkat keberhasilan dibandingkan usia rahim saat embrio ditanamkan kelak.
Apabila seorang perempuan pada akhirnya menanamkan embrio di usia 39 tahun, kualitas janinnya tetap mengikuti usia sel telur muda ketika pertama kali dibekukan.
Baca juga: Berapa Lama Sel Telur Bisa Disimpan dalam Prosedur Egg Freezing, seperti Luna Maya?
Banyak perempuan kini mempertimbangkan prosedur ini sebagai langkah persiapan matang sebelum membangun keluarga.
“Sehingga, tidak jarang orang melakukan egg freezing terlebih dulu, sehingga aman sampai dia nanti, ketika siap menikah, untuk program hamil bersama pasangannya,” tutur dr. Yassin.
Lebih lanjut, dr. Upik menerangkan, membekukan 10 hingga 20 sel telur sebelum usia 35 tahun mampu memberikan peluang kehamilan sehat hingga 70 persen.
Sel telur yang dibekukan dengan metode pembekuan cepat ini bisa disimpan dengan daya tahan mencapai lima sampai 10 tahun ke depan.
Untuk mendapatkan kualitas terbaik, setiap pasien di usia berapa pun tetap wajib menjalani pemeriksaan medis menyeluruh guna menilai kelayakan.
“Seperti orang yang akan menjalani proses IVF atau bayi tabung, pasien melewati seleksi kriteria. Jadi fit and proper test dulu, persiapan, cek laboratorium, dan lain-lain,” pungkas dr. Yassin.
Baca juga: Benarkah Kualitas Sel Telur Menurun Setelah Dibekukan? Dokter Jelaskan
Tag: #sabrina #chairunnisa #jalani #freezing #berapa #usia #ideal #membekukan #telur