Hampir 1,2 Miliar Orang di Dunia Alami Gangguan Mental, Anak Muda Paling Terdampak
Ilustrasi stres. Studi terbaru mengungkap hampir 1,2 miliar orang di dunia mengalami gangguan mental, dengan kecemasan dan depresi paling banyak terjadi pada anak muda.(Google Gemini AI)
11:05
24 Mei 2026

Hampir 1,2 Miliar Orang di Dunia Alami Gangguan Mental, Anak Muda Paling Terdampak

Gangguan mental terus meningkat di berbagai negara. Studi terbaru yang dipublikasikan jurnal The Lancet mengungkap hampir 1,2 miliar orang di dunia hidup dengan gangguan mental pada 2023, dengan kecemasan dan depresi menjadi kasus yang paling banyak ditemukan.

Melansir CNN (22/5/2026), jumlah gangguan mental global meningkat 95,5 persen dibandingkan tahun 1990.

Penelitian tersebut juga menunjukkan lonjakan besar pada kasus kecemasan yang naik 158 persen serta depresi yang meningkat 131 persen dalam lebih dari tiga dekade terakhir.

Penelitian ini menganalisis data dari Global Burden of Diseases, Injuries and Risk Factors Study (GBD) 2023 yang mencakup 204 negara dan wilayah di dunia.

Baca juga: 7 Kebiasaan Pagi Hari yang Diam-diam Bisa Memicu Kecemasan

Kecemasan dan depresi jadi gangguan mental paling umum

Peneliti utama studi tersebut, Dr. Damian Santomauro dari University of Queensland, Australia, mengaku terkejut melihat besarnya peningkatan kasus gangguan mental secara global.

“Saya benar-benar terkejut dengan besarnya angka peningkatan ini,” ujar Santomauro.

Menurut penelitian itu, gangguan mental yang paling umum ditemukan pada 2023 adalah gangguan kecemasan dan depresi.

Selain itu, peneliti juga mencatat peningkatan pada gangguan bipolar, skizofrenia, ADHD, gangguan spektrum autisme, anoreksia, bulimia, hingga gangguan perilaku pada anak dan remaja.

Meski anoreksia, bulimia, dan skizofrenia menjadi gangguan dengan jumlah paling sedikit dibanding lainnya, kasusnya tetap tidak kecil. Penelitian mencatat sekitar 4 juta kasus anoreksia, 14 juta bulimia, dan 26 juta skizofrenia di seluruh dunia pada 2023.

Baca juga: Kecemasan Sosial Bisa Picu Kecanduan Media Sosial, Ini Temuan Studi

Pandemi Covid-19 disebut berpengaruh

Ilustrasi stres di kantor. Studi terbaru mengungkap hampir 1,2 miliar orang di dunia mengalami gangguan mental, dengan kecemasan dan depresi paling banyak terjadi pada anak muda.FREEPIK Ilustrasi stres di kantor. Studi terbaru mengungkap hampir 1,2 miliar orang di dunia mengalami gangguan mental, dengan kecemasan dan depresi paling banyak terjadi pada anak muda.

Studi tersebut juga menyoroti dampak pandemi Covid-19 terhadap kesehatan mental masyarakat dunia.

Sebelum pandemi, angka kecemasan dan depresi sebenarnya sudah meningkat. Namun setelah pandemi Covid-19 terjadi, kasus depresi terus naik dan belum kembali ke tingkat sebelum pandemi.

Sementara itu, angka kecemasan disebut sempat mencapai puncak selama pandemi dan tetap tinggi hingga 2023.

Peneliti senior dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, Paul Bolton, mengatakan data tersebut kemungkinan menjadi gambaran paling mendekati kondisi nyata saat ini.

“Estimasi ini mungkin merupakan angka paling mendekati kondisi sebenarnya yang kita miliki saat ini,” kata Bolton.

Baca juga: Dokter Bagikan Cara Sederhana Menurunkan Stres dan Kortisol Secara Alami

Anak muda jadi kelompok yang paling terdampak

Salah satu temuan yang paling disorot dalam studi ini adalah meningkatnya beban gangguan mental pada kelompok usia muda.

Penelitian menunjukkan perempuan dan kelompok usia 15 hingga 39 tahun menjadi kelompok yang paling terdampak. Bahkan, untuk pertama kalinya dalam sejarah studi GBD, puncak kasus terjadi pada usia 15 hingga 19 tahun.

Menurut Santomauro, sebelumnya gangguan mental lebih banyak mencapai puncak pada usia paruh baya.

Psikiater dari Virginia Tech Carilion School of Medicine, Dr. Robert Trestman, mengatakan masa remaja merupakan periode penting dalam perkembangan otak dan kemampuan sosial seseorang.

Gangguan pada fase tersebut dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap kehidupan seseorang.

“Jika melihat kondisi kehidupan masyarakat saat ini, peningkatan ini sebenarnya tidak terlalu mengejutkan,” ujar Trestman.

Para ahli menyebut banyak faktor yang memicu atau memperburuk kondisi mental, mulai dari tekanan ekonomi, konflik politik, trauma, kekerasan, kesepian, diskriminasi, hingga menurunnya hubungan sosial.

Baca juga: Ponsel Tanpa Media Sosial Tetap Bisa Berdampak pada Kesehatan Mental

Akses layanan kesehatan mental dinilai masih kurang

Meski jumlah kasus meningkat tajam, para peneliti menilai layanan kesehatan mental di banyak negara belum berkembang sebanding dengan kebutuhan masyarakat.

Penulis studi menegaskan bahwa memenuhi kebutuhan kesehatan mental masyarakat seharusnya menjadi kewajiban, bukan pilihan.

Para ahli juga menyarankan masyarakat yang mengalami gangguan mental untuk segera mencari bantuan profesional, termasuk terapi atau pengobatan bila diperlukan.

Selain itu, pola hidup sehat seperti menjaga tidur, rutin berolahraga, memperbaiki pola makan, menjaga hubungan sosial, dan memiliki keseimbangan hidup juga dinilai penting untuk membantu kesehatan mental.

Tag:  #hampir #miliar #orang #dunia #alami #gangguan #mental #anak #muda #paling #terdampak

KOMENTAR