Ketika Estetika Scandi-Cool dan Kultur Urban Jakarta Bertemu dalam Langkah Kaki
Melissa x GANNI memperlihatkan perpaduan Melissa yang playful dan expressive, serta GANNI yang effortless dan modern. (dok. Istimewa)
06:48
24 Mei 2026

Ketika Estetika Scandi-Cool dan Kultur Urban Jakarta Bertemu dalam Langkah Kaki

Bagi sebagian besar masyarakat urban, pakaian bukan lagi sekadar pelindung tubuh dari cuaca, melainkan lembar manifesto personal untuk merayakan siapa diri mereka. Pakaian menangkap suasana hati, cara pandang, hingga selera seni seseorang. Dalam beberapa tahun terakhir, fenomena ini melahirkan pergeseran masif di industri mode dunia. Batasan antar-estetika mulai melebur, melahirkan pendekatan berpakaian yang jauh lebih menyenangkan, autentik, dan berani mengeksplorasi identitas diri.

Salah satu manifestasi paling menarik dari pergeseran gaya hidup ini adalah bagaimana alas kaki kasual yang dahulu dianggap kasur lipat, hanya dipakai untuk keperluan santai di sekitar rumah, kini naik kelas ke panggung mode tinggi (high-fashion). Evolusi ini salah satunya digerakkan oleh Melissa. Sejak didirikan di Brasil pada tahun 1979, label ini konsisten membuka ruang dialog kreatif antara fungsionalitas, seni, dan desain lewat material jelly shoes mereka yang ikonis.

Selama lebih dari empat dekade, mereka mengeksplorasi batas medium tersebut lewat kolaborasi lintas disiplin bersama desainer kenamaan dunia, mulai dari Jean Paul Gaultier, Vivienne Westwood, Marc Jacobs, hingga arsitek legendaris Zaha Hadid. Di era modern, langkah ini juga dibarengi dengan kesadaran lingkungan lewat penggunaan material Melflex yang sepenuhnya vegan dan dapat didaur ulang.

Titik Temu Kultural Dua Belahan Dunia

Musim ini, narasi desain tersebut berlanjut melalui sebuah titik temu kultural yang tak terduga bersama GANNI, rumah mode kontemporer asal Copenhagen, Denmark. Menyatukan dua DNA dari belahan dunia yang berbeda menghasilkan sebuah perpaduan estetika yang unik: fungsionalitas material khas Brasil berpadu dengan gaya effortless nan berani ala Skandinavia. Kombinasi budaya ini rupanya menangkap fenomena menarik yang juga tengah terjadi di kota-kota besar di Indonesia, di mana masyarakatnya semakin mengadopsi gaya hidup yang dinamis namun tetap mengutamakan kenyamanan.

“Spirit carefree khas Copenhagen dalam koleksi ini terasa relatable dengan audiens di Indonesia yang dekat dengan gaya hidup santai, vibrant, dan expressive. Melalui warna playful, desain ringan, dan siluet yang easy to wear, Melissa x GANNI hadir sebagai interpretasi style yang effortless sekaligus relevan dengan personal style yang semakin ekspresif,” jelas Sara Calista, Head Marcom 707 Company.

Peleburan ini terasa organik karena kedua label tidak saling mendominasi, melainkan saling melengkapi elemen karakter masing-masing. Keahlian pengerjaan inovatif bersanding sejajar dengan perspektif mode kontemporer yang condong pada kesan berani dan unapologetically cool.

“Melissa x GANNI memperlihatkan perpaduan natural antara dua karakter brand yang kuat, Melissa yang playful dan expressive, serta GANNI dengan pendekatan fashion yang effortless dan modern. Hasilnya adalah koleksi yang bold, wearable, dan merepresentasikan individuality dari kedua brand,” tambah Sara.

Elevasi Siluet Klasik Musim Panas

Dari meja desain, lahir interpretasi baru terhadap dua siluet klasik musim panas: Melissa Thong Kitten Heel dan Melissa Flip Flop Slim. Melalui sentuhan modern, sandal jepit konvensional dielevasi menggunakan hak kitten heel yang ramping untuk menciptakan kesan feminin yang matang. Di sisi lain, desain minimalis diberikan sentuhan taktil lewat detail ruffle strap yang manis namun tetap ekspresif.

Permainan palet warna cerah seperti merah, kuning, dan biru elektrik sengaja dipadukan dengan motif leopard print ikonis. Eksplorasi visual ini merefleksikan esensi dari sebuah keseharian yang penuh warna dan bebas dari aturan kaku. Bagi perancangnya, kenyamanan fisik harus berjalan beriringan dengan kebebasan emosional penggunanya sepanjang hari.

Creative Director GANNI, Ditte Reffstrup, mengungkapkan bahwa inspirasi utama di balik coretan desain ini berakar dari atmosfer endless summer yang khas di kota asalnya.

“Kami ingin menciptakan sepatu yang fun, expressive, dan mudah digunakan sepanjang hari, mulai dari bersepeda mengelilingi kota hingga menikmati waktu di tepi air,” ungkap Ditte.

Keseimbangan antara kepraktisan urban dan keberanian berekspresi inilah yang membuat proyek kolaboratif ini terasa relevan bagi penikmat mode lintas negara.

Kebebasan Atmosfer Kopenhagen di Langkah Sehari-hari

Menutup diskusi mengenai koleksi ini, Paulo Pedó selaku Brand Director Melissa, menegaskan bahwa kekuatan dari sebuah karya kolaborasi terletak pada keberhasilan menyatukan dua karakter yang sama-sama vokal.

“Kemitraan ini mempertemukan dua perspektif desain yang sama-sama memiliki karakter kuat. Pendekatan fesyen GANNI yang playful namun tetap modern berpadu secara natural dengan DNA Melissa yang inovatif dan ekspresif,” pungkas Paulo.

Gaya hidup effortless dan penuh pernyataan ini kini bisa dirasakan langsung di ruang publik urban Indonesia, membawa secuil kebebasan atmosfer musim panas Kopenhagen ke dalam ritme langkah kaki sehari-hari.

Editor: M. Reza Sulaiman

Tag:  #ketika #estetika #scandi #cool #kultur #urban #jakarta #bertemu #dalam #langkah #kaki

KOMENTAR