Taiwan Latihan Perang Sungguhan, Simulasi Hancurkan Pasukan China di Pantai
- Di sepanjang garis pantai barat Taiwan yang menghadap langsung ke Selat Taiwan, delapan titik tembak beroperasi serentak.
Roket diluncurkan, howitzer menghantam sasaran, dan rudal antitank diarahkan ke target imajiner berupa pasukan amfibi yang hendak mendarat.
Itulah gambaran latihan militer Taiwan pada Selasa (9/6/2026), sebuah simulasi menghancurkan kekuatan invasi China.
Baca juga: Taiwan Kerahkan Kapal Patroli Usai China Gelar Operasi Khusus Dekat Wilayahnya
Latihan tersebut berlangsung di sepanjang garis pantai sepanjang 20 kilometer di sekitar Taichung, Taiwan tengah.
Latihan ini dirancang untuk mencerminkan kondisi pertempuran nyata, bukan sekadar manuver seremonial seperti biasanya, sebagaimana dilansir Reuters.
Yang membedakan latihan kali ini dari sebelumnya adalah pendekatan yang jauh lebih realistis.
Komandan artileri Ong Yih-ming menjelaskan kepada para jurnalis bahwa pola latihan lama sudah ditinggalkan.
Baca juga: China Pamer Rudal Baru Saingan Patriot AS, Pasang ke Arah Taiwan
"Yang berbeda dari latihan kali ini dibandingkan masa lalu adalah kami tidak lagi melakukan penembakan artileri berat dalam formasi tetap dan rutin seperti sebelumnya," ujar Ong.
"Waktu untuk memasuki posisi kali ini didasarkan pada kondisi pertempuran nyata. Jadi saya percaya latihan ini menimbulkan tingkat kesulitan yang cukup besar bagi pasukan kami," tambahnya.
Hal serupa disampaikan komandan roket Liao Neng-cheng, yang menekankan betapa singkatnya waktu persiapan yang dimiliki pasukannya.
"Yang berbeda kali ini dibandingkan sebelumnya adalah dahulu kami biasanya memasuki posisi satu minggu lebih awal dan menyelesaikan persiapan tembak," kata Liao.
"Namun kali ini, kami tiba di posisi hanya satu hari sebelumnya dan melaksanakan persiapan posisi yang relevan. Jadi waktu persiapan kami relatif ketat," sambungnya.
Baca juga: Laut China Selatan Panas, Kapal Taiwan dan China Saling Adang hingga Adu Mulut
Andalkan roket Thunderbolt-2000
Dalam latihan ini, militer Taiwan mengerahkan sistem roket Thunderbolt-2000 buatan dalam negeri yang dipasang di atas truk, howitzer Paladin buatan AS, rudal antitank, artileri, serta mortir.
Kombinasi persenjataan itu dirancang untuk menciptakan zona pembunuhan guna menghentikan serangan amfibi.
Militer Taiwan menyatakan ini adalah pertama kalinya dalam tujuh tahun Thunderbolt-2000 melakukan penembakan langsung di area operasional.
Sistem ini dikembangkan karena kemampuan penindasan jarak jauh dan mobilitasnya yang tinggi.
Baca juga: Pesawat Militer Taiwan Jatuh Saat Simulasi Darurat, 2 Pilot Tewas
Respons terhadap tekanan Beijing
Kapal fregat kelas Knox milik Angkatan Laut Taiwan menembakkan sekam saat latihan AL di perbatasan stasiun angkatan laut Suao, Kabupaten Yilan, Taiwan timur laut, Jumat (13/4/2018). Pada 4 Agustus 2022 China menggelar latihan militer dan menembakkan proyektil ke Selat Taiwan setelah kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan.
Latihan ini digelar di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan.
Pantai barat Taiwan, yang berhadapan langsung dengan China di seberang Selat Taiwan, dipandang sebagai lokasi paling mungkin untuk pendaratan amfibi militer China jika terjadi invasi.
China, yang menganggap Taiwan yang diperintah secara demokratis sebagai bagian dari wilayahnya, tidak pernah melepaskan opsi penggunaan kekuatan militer untuk menyatukan pulau itu di bawah kendali Beijing.
Pesawat tempur dan kapal perang China beroperasi hampir setiap hari di sekitar Taiwan.
Dalam sebulan terakhir, Taiwan juga mengeluhkan peningkatan misi penjaga pantai China di sekitar perairannya, termasuk di sisi timur pulau dan di sekitar Kepulauan Pratas yang dikuasai Taiwan di bagian utara Laut China Selatan.
Baca juga: Jepang-Taiwan Buka Rute Feri dengan Kapal Siap Perang
Merespons kondisi tersebut, Kepala Dewan Urusan Daratan Taiwan Chiu Chui-cheng menegaskan sikap Taipei dalam wawancara dengan media Taiwan, CNews, pada hari yang sama.
"Pihak yang mencoba mengubah status quo adalah Partai Komunis China. Kami akan menggunakan kekuatan dan kemampuan penangkalan yang memadai untuk mencegah komunis China mengubah status quo dengan paksa," kata Chiu.
Taiwan sendiri menolak klaim kedaulatan Beijing, dengan menyatakan bahwa hanya rakyat pulau itulah yang berhak menentukan masa depan mereka.
Di sisi lain, China menolak untuk berbicara dengan Presiden Taiwan Lai Ching-te, dengan menyebutnya sebagai "separatis".
Kantor Urusan Taiwan China tidak segera merespons permintaan komentar atas latihan militer ini.
Baca juga: Konflik AS-China atas Taiwan Disebut Bisa Picu Eskalasi Perang Nuklir
Tag: #taiwan #latihan #perang #sungguhan #simulasi #hancurkan #pasukan #china #pantai