Helikopter Apache AS Jatuh Dekat Selat Hormuz, Pertama sejak Perang Iran
- Sebuah helikopter tempur Apache Angkatan Darat AS jatuh di dekat Selat Hormuz pada Senin (8/6/2026).
Kedua awak helikopter berhasil diselamatkan, menurut dua orang yang diberi informasi tentang insiden tersebut.
Namun, belum jelas apakah helikopter Apache itu ditembak jatuh oleh tembakan Iran, mengalami kerusakan mekanis, atau menghadapi masalah lain.
Baca juga: Trump Klaim Iran-Israel Kini Sepakat untuk Saling Diam Seminggu
Insiden itu terjadi setelah beberapa hari ketika ketegangan kawasan sempat meningkat dan kemudian mereda.
Dikutip dari New York Times, Presiden Donald Trump mengatakan, para awak pesawat dalam keadaan baik-baik saja. Namun, ia tidak memberikan detail lebih lanjut.
Komando Pusat militer tidak menanggapi permintaan komentar.
Baca juga: Trump Sesumbar Menang Lawan Iran, Harga Minyak Diklaim Bakal Anjlok
Helikopter untuk blokade Iran
Militer AS telah menggunakan helikopter Apache, serta drone MQ-9 Reaper bersenjata dan pesawat tempur F/A-18 dan F-35 sebagai bagian dari upaya untuk memblokade Iran di Selat Hormuz.
Iran telah menembak jatuh sekitar 30 pesawat tak berawak Reaper dan sejumlah jet tempur AS telah hilang sejak perang dimulai pada 28 Februari.
Namun, ini akan menjadi Apache pertama yang hilang dalam konflik tersebut.
Bulan lalu, Komando Pusat mengunggah gambar yang menunjukkan Laksamana Brad Cooper, kepala komando tersebut, terbang di atas perairan di dalam atau dekat Selat Hormuz menjelang upaya AS untuk membantu memandu kapal-kapal komersial, sebuah operasi singkat yang disebut Proyek Freedom.
Baca juga: Isi Telepon Terungkap, Trump Kesulitan Kendalikan Netanyahu dalam Perang Iran
Disebut jenis pesawat "paling menakutkan"
Helikopter tempur AH-64 Apache, yang dipersenjatai dengan rudal Hellfire, adalah salah satu jenis pesawat paling menakutkan yang beroperasi di wilayah tersebut.
Mereka berpatroli di jalur perairan strategis sebagian untuk mencegah serangan perahu kecil dan untuk menembak jatuh pesawat nirawak (drone).
Namun, helikopter-helikopter tersebut semakin mendekati wilayah Iran, termasuk pulau-pulau yang dikuasai Iran di selat dan Teluk Persia.
Sebagai tanggapan terhadap blokade Iran, AS memberlakukan blokade sendiri pada 13 April, melarang kapal komersial memasuki atau meninggalkan pelabuhan Iran.
Sejak saat itu, kapal militer AS telah menghalau 134 kapal.
Dalam sebuah pernyataan, Komando Pusat AS menyatakan, Angkatan Laut telah menonaktifkan tujuh kapal lain yang mengabaikan peringatan untuk berbalik arah, termasuk sebuah kapal tanker minyak berbendera Palau saat berlayar melalui perairan internasional di Teluk Oman menuju Iran pada Senin.
Tag: #helikopter #apache #jatuh #dekat #selat #hormuz #pertama #sejak #perang #iran