Iran Masih Tunggu Restu Mojtaba Khamenei, Belum Ketok Palu Damai dengan AS
Mojtaba Khamenei disebut sedang meninjau kesepakatan damai dengan AS untuk mengakhiri perang yang berlangsung sejak akhir Februari.(ISNA/HAMID FOROUTAN via AFP)
19:48
24 Mei 2026

Iran Masih Tunggu Restu Mojtaba Khamenei, Belum Ketok Palu Damai dengan AS

Iran menegaskan bahwa kesepakatan damai dengan Amerika Serikat belum resmi disetujui meski Presiden AS Donald Trump menegklaim perundingan antara kedua negara “sebagian besar telah dinegosiasikan”.

Pejabat Iran menyatakan proposal perdamaian itu masih harus mendapat persetujuan dari Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei dan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran sebelum benar-benar diratifikasi.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menambahkan, tidak ada keputusan strategis yang diambil di luar kerangka Dewan Keamanan Nasional maupun tanpa izin pemimpin tertinggi Iran.

Baca juga: Daftar Perusahaan Paling Diuntungkan akibat Perang Iran

Iran tegaskan Mojtaba penentu akhir

Dalam pertemuan dengan kepala Lembaga Penyiaran Republik Iran (IRIB), Pezeshkian mengatakan stabilitas Iran selama masa-masa sensitif bergantung pada solidaritas rakyat dan kesatuan internal pemerintahan.

“Yang menjamin kelangsungan dan stabilitas negara adalah solidaritas dan empati rakyat,” kata Pezeshkian, seperti dikutip Tasnim News Agency, Minggu (24/5/2026).

Ia menegaskan, kekhawatiran utama Iran saat ini bukan perang maupun serangan rudal, melainkan menjaga ketenangan dan persatuan nasional.

“Menjaga persatuan nasional jauh lebih penting dibanding isu militer dan keamanan,” ujarnya.

Pezeshkian juga mengatakan, dirinya selalu berhati-hati agar tidak mengeluarkan pernyataan yang bertentangan dengan pandangan Pemimpin Revolusi Iran atau memicu perpecahan di dalam struktur pemerintahan Iran.

Menurutnya, seluruh keputusan penting di Iran harus melalui koordinasi dengan Mojtaba Khamenei.

“Tidak ada keputusan di Iran yang dibuat di luar kerangka Dewan Keamanan Nasional Tertinggi dan tanpa koordinasi serta izin dari Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei,” katanya.

Ia menambahkan, seluruh institusi dan kelompok politik Iran harus mendukung keputusan diplomatik yang telah diambil agar Iran dapat menunjukkan suara yang bersatu kepada dunia.

Proposal damai masih dibahas

Ilustrasi bendera Pakistan, Iran, dan Amerika Serikat. Kapan perundingan AS dan Iran di Pakistan?Chat GPT Ilustrasi bendera Pakistan, Iran, dan Amerika Serikat. Kapan perundingan AS dan Iran di Pakistan?

Sementara itu, pejabat Iran mengatakan masih ada satu atau dua klausul dalam proposal damai dengan AS yang perlu diperjelas sebelum memorandum kesepahaman dikirim untuk diratifikasi.

Baca juga: Pejabat AS Klaim Iran Setuju Serahkan Pasokan Uranium

Hal tersebut telah disampaikan Iran kepada mediator Pakistan yang ikut terlibat dalam proses negosiasi.

Trump sebelumnya mengatakan “aspek dan detail akhir” dari memorandum kesepahaman masih dibahas dan akan segera diumumkan.

Ia juga menyebut kesepakatan itu akan mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz.

“Kesepakatan sebagian besar telah dinegosiasikan, tergantung finalisasi antara Amerika Serikat, Republik Islam Iran dan berbagai negara lainnya,” kata Trump.

Isi proposal damai

Menurut laporan The Guardian, proposal kesepakatan itu mencakup pelonggaran sanksi terhadap Iran serta pencairan aset Iran yang dibekukan hingga sekitar 20 miliar dollar AS (sekitar Rp 353 triliun).

Sebagai imbalannya, Iran disebut akan membuka kembali Selat Hormuz dan bersedia memulai negosiasi terkait program nuklirnya selama 60 hari mulai 5 Juni di Pakistan.

Iran juga dilaporkan dapat kembali menjual minyak dan produk petrokimia selama masa negosiasi tanpa risiko terkena sanksi.

Meski demikian, Iran menegaskan, belum ada komitmen mengenai hasil akhir perundingan nuklir tersebut. Teheran hanya menyepakati topik-topik yang akan dibahas dalam negosiasi.

Baca juga: AS-Iran Bersiap Sepakati Gencatan Senjata 60 Hari, Kompak Buka Blokade Selat Hormuz

Tag:  #iran #masih #tunggu #restu #mojtaba #khamenei #belum #ketok #palu #damai #dengan

KOMENTAR