Ukraina Beri Saksi Baru ke Rusia, Targetkan Komandan Militer dan Kapal Sipil
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky saat melakukan konferensi pers di Kyiv, 26 Februari 2025, ketika perang Rusia-Ukraina masih berkecamuk.(AFP/TETIANA DZHAFAROVA)
13:06
24 Mei 2026

Ukraina Beri Saksi Baru ke Rusia, Targetkan Komandan Militer dan Kapal Sipil

- Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memberlakukan sanksi baru terhadap personel militer dan kapal dagang sipil Rusia, Sabtu (23/5/2026).

Dilansir dari Anadolu, Sabtu, yang mengutip informasi pers kepresidenan, paket sanksi pertama mencakup 127 warga negara Rusia.

Mereka adalah orang-orang yang "terlibat dalam serangan rudal ke Ukraina, termasuk pada infrastruktur penting dan fasilitas sipil."

Pembatasan tersebut juga menargetkan komandan unit penerbangan jarak jauh, serta unit rudal dan artileri dari angkatan darat.

"Yang lainnya adalah secara pribadi menargetkan mereka yang memberi perintah dan melakukan teror rudal terhadap kota-kota Ukraina,” kata Vladyslav Vlasyuk, penasihat presiden Ukraina dan komisaris kebijakan sanksi.

Baca juga: Demi Keamanan, Jerman Usul Ukraina Gabung Uni Eropa namun Tanpa Hak Suara

“Ini tentang meningkatkan harga agresi bagi Rusia, mempersulit operasi militernya, dan membentuk tanggung jawab yang tak terhindarkan atas serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur," tambahnya.

Paket kedua mencakup 29 kapal dagang sipil yang "terlibat dalam pengangkutan kargo untuk kebutuhan militer Federasi Rusia."

“Salah satu paket hari ini menyoroti jalur pasokan senjata untuk tentara Rusia, mari kita lihat pelabuhan mana yang sekarang akan menerima kapal-kapal ini,” ujar Vlasyuk.

Kapal-kapal tersebut sebagian besar masih berada di bawah sanksi Amerika Serikat (AS), Uni Eropa, dan Inggris.

Pihak Rusia belum memberikan tanggapan mengenai paket sanksi baru Ukraina tersebut.

Baca juga: Laporan Intelijen Eropa Bocor, China Latih Ratusan Tentara Rusia untuk Perang Ukraina


Rusia lepaskan serangan rudal ke Kyiv

Asap membumbung dari ledakan di antara gedung-gedung hunian bertingkat saat serangan drone dan rudal Rusia di Kyiv pada Kamis (14/5/2026). Ibu kota Ukraina menjadi sasaran serangan udara besar-besaran.AFP/SERGEI SUPINSKY Asap membumbung dari ledakan di antara gedung-gedung hunian bertingkat saat serangan drone dan rudal Rusia di Kyiv pada Kamis (14/5/2026). Ibu kota Ukraina menjadi sasaran serangan udara besar-besaran.

Di pihak lain, militer Rusia baru saja meluncurkan gelombang serangan rudal dan pesawat tanpa awak secara masif ke ibu kota Ukraina, Kyiv, Minggu (24/5/2026) dini hari.

Dikutip dari Kompas.com, Minggu, Insiden ini menyebabkan satu orang warga meninggal dunia dan melukai 20 orang lainnya.

Serangan skala besar ini dilancarkan setelah Moskwa melayangkan ancaman keras untuk membalas serangan mematikan Ukraina di wilayah timur yang saat ini diduduki oleh Rusia.

"Malam ini wilayah Kyiv sekali lagi mengalami serangan musuh besar-besaran dengan pesawat tak berawak, rudal jelajah, dan rudal balistik," kata Kepala Administrasi Kementerian Regional Ukraina, Mykola Kalashnyk.

Otoritas kota menginstruksikan warga sipil untuk tetap bertahan di dalam tempat penampungan menyusul laporan adanya titik-titik kebakaran yang dipicu oleh hantaman proyektil.

Baca juga: Usai Luncurkan 550 Drone ke Rusia, Ukraina Bersumpah Bertempur Tanpa Henti

Sebelumnya, Pemerintah Ukraina beserta Kedutaan Besar AS di Kyiv memang telah merilis peringatan dini mengenai potensi adanya serangan udara balasan dari Rusia.

Hal itu disampaikan setelah pasukan mereka meluncurkan armada drone ke wilayah timur negara yang dikuasai Rusia.

Berdasarkan klaim sepihak Moskwa, serangan udara Ukraina tersebut menghantam sebuah gedung asrama mahasiswa dan menewaskan sedikitnya 18 orang.

Aksi penyerangan drone yang berlangsung dari Kamis malam hingga Jumat pagi itu juga melukai 42 orang di Starobilsk, wilayah Lugansk yang diduduki Rusia, serta mengubur sejumlah orang di bawah reruntuhan bangunan.

Pihak Kyiv membantah keras tudingan yang menyebut mereka sengaja mengincar warga sipil, dan menegaskan hanya menargetkan markas unit drone milik Rusia yang ditempatkan di kawasan Starobilsk.

Tag:  #ukraina #beri #saksi #baru #rusia #targetkan #komandan #militer #kapal #sipil

KOMENTAR