Trump Buka Suara Usai Terjadi Baku Tembak di Luar Gedung Putih
Ilustrasi penembakan.(SHUTTERSTOCK)
12:48
24 Mei 2026

Trump Buka Suara Usai Terjadi Baku Tembak di Luar Gedung Putih

- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, pria yang melepaskan tembakan ke arah petugas Secret Service di luar Gedung Putih memiliki riwayat kekerasan.

Selain itu, terduga pelaku juga kemungkinan memiliki obsesi terhadap Gedung Putih.

"Terima kasih kepada Secret Service dan penegak hukum kita yang hebat atas tindakan cepat dan profesional yang diambil malam ini terhadap seorang pria bersenjata di dekat Gedung Putih," katanya dalam sebuah unggahan di Truth Social, dikutip dari AFP, Minggu (24/5/2026).

Dalam insiden itu, pelaku dilaporkan tewas setelah tertembak dan sempat dilarikan ke rumah sakit.

Baca juga: Identitas Pelaku Penembakan di Dekat Gedung Putih, Pria 21 Tahun dengan Masalah Mental

Kronologi penembakan di Gedung Putih

Berdasarkan keterangan resmi Secret Service, insiden bermula ketika pelaku bersenjata mendekati pos pemeriksaan keamanan di sisi barat kompleks Gedung Putih. 

Pembawa acara Fox News, Bret Baier, yang mengutip pejabat senior pemerintahan menyebut pelaku sempat melepaskan tembakan sebanyak tiga kali ke arah petugas.

Aksi tersebut langsung direspons secara agresif oleh agen Dinas Rahasia yang berjaga di perimeter luar.

"Petugas polisi Secret Service membalas tembakan, mengenai tersangka, yang kemudian dibawa ke rumah sakit setempat, di mana ia kemudian tewas," tulis pernyataan resmi Secret Service.

Meski sempat memicu kepanikan luar biasa, pihak berwenang memastikan bahwa pelaku sama sekali tidak berhasil menembus perimeter pertahanan utama Gedung Putih.

Baca juga: Baku Tembak di Gedung Putih Saat Trump Ada di Dalam, Pelaku Tewas

Terdengar puluhan tembakan

Sejumlah saksi mata di lokasi kejadian menggambarkan situasi yang sangat kacau saat peluru mulai berhamburan. 

Seorang turis asal Kanada, Reid Adrian, mengaku awalnya mengira suara bising tersebut merupakan kembang api.

"Kami mendengar sekitar 20 hingga 25 suara yang terdengar seperti kembang api, tetapi itu adalah tembakan, kemudian semua orang mulai berlari," kata Adrian.

Kepanikan juga menjalar ke ring dalam Gedung Putih. Para jurnalis yang sedang berada di halaman utara seketika diperintahkan oleh aparat untuk berlari menyelamatkan diri ke dalam ruang konferensi pers.

Koresponden ABC News, Selina Wang, bahkan sempat merekam momen menegangkan tersebut saat dirinya terpaksa merunduk di atas tanah. "Kedengarannya seperti puluhan tembakan," tulis Wang melalui akun X miliknya.

Baca juga: Aturan Baru AS, Pemegang Visa Sementara Wajib Pulang untuk Urus Green Card

Investigasi FBI

Ilustrasi Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat. UNSPLASH/KRISTINA VOLGENAU Ilustrasi Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat.

Pasca-insiden, aparat kepolisian dan pasukan Garda Nasional langsung bergerak cepat mengepung dan menutup total seluruh akses jalan menuju Gedung Putih.

Biro Investigasi Federal (FBI) kini telah diturunkan ke lapangan untuk membantu Secret Service mengungkap motif di balik aksi nekat pelaku tersebut.

"FBI berada di lokasi kejadian dan mendukung Dinas Rahasia dalam menanggapi tembakan yang terjadi di dekat halaman Gedung Putih," tegas Direktur FBI Kash Patel melalui unggahan di media sosial X.

Hingga saat ini, Secret Service masih terus mengumpulkan informasi mendalam mengenai identitas pelaku. 

Sementara itu, korban dari warga sipil yang ikut tertembak dalam insiden ini telah dilarikan ke rumah sakit, namun pihak otoritas belum merinci detail kondisi kesehatannya.

Tag:  #trump #buka #suara #usai #terjadi #baku #tembak #luar #gedung #putih

KOMENTAR