Ungguli Popularitas Partai Penguasa, Situs Partai Kecoak India Langsung Diblokir
- Grup parodi politik "Partai Kecoak" yang mendadak populer di India mengatakan, laman mereka telah diblokir hanya beberapa hari setelah diluncurkan.
Partai Janta Kecoak (CJP) telah memperoleh lebih dari 20 juta pengikut daring sejak didirikan.
Partai ini merupakan sebuah sindiran setelah ketua Mahkamah Agung India dilaporkan membandingkan kaum muda pengangguran dengan kecoak.
Ia kemudian mengklarifikasi pernyataannya dan menyatakan bahwa pihak yang dimaksud adalah orang-orang dengan gelar palsu dan fiktif, bukan pemuda India secara lebih luas.
Baca juga: Partai Kecoak Gemparkan India, Salip Popularitas Partai PM Narendra Modi
Laman "Partai Kecoak" tak bisa diakses
Dikutip dari BBC, Minggu (24/5/2026), laman Partai Kecoak tidak lagi dapat diakses di India dan tampaknya juga mengalami gangguan di tempat lain.
"Pejabat India telah menutup situs ikonik kami. Mengapa mereka "begitu takut pada kecoa?" kata pendiri partai satire tersebut, Abhijeet Dipke.
Dalam unggahannya di media sosial X, ia mengaku kelompok tersebut sudah mengerjakan "markas" baru
"Kecoa tidak pernah mati," tegasnya.
Halaman resmi X Partai Kecoak juga tidak dapat diakses di negara tersebut.
Mereka yang mencoba membukanya akan melihat pesan bahwa halaman tersebut telah ditahan "sebagai tanggapan atas tuntutan hukum".
Baca juga: Harga BBM Naik di India dan Kamboja, Tekanan dari Krisis Minyak Mentah
Akun media sosial pendiri partai diretas
Dipke, seorang ahli strategi komunikasi politik dan mahasiswa di Boston University, Amerika Serikat juga mengeklaim bahwa akun Instagram pribadinya dan akun Instagram grup tersebut telah diretas.
CJP atau partai rakyat kecoa menyindir nama Partai Bharatiya Janata (BJP) milik Perdana Menteri Narendra Modi yang telah berkuasa sejak 2014.
Kelompok ini mengeklaim dirinya sebagai suara orang-orang malas dan pengangguran.
Kriteria keanggotaannya yang bernada sarkastik mencakup selalu online dan memiliki kemampuan untuk "mengomel" secara profesional.
Baca juga: Rakyat India Diminta Tak Beli Emas Selama Setahun, Ada Apa?
Organisasi ini telah menggunakan gambar yang dihasilkan AI untuk mempromosikan tujuannya secara online dan telah menginspirasi tagar #MainBhiCockroach (Saya juga seekor kecoa).
Akun Instagram kelompok tersebut telah mengumpulkan lebih dari 22 juta pengikut, lebih dari dua kali lipat jumlah pengikut BJP.
Para sukarelawan muda juga muncul dengan mengenakan kostum kecoa dalam kegiatan bersih-bersih dan demonstrasi beberapa hari terakhir.
Sebelumnya, Dipke mengatakan kepada BBC bahwa popularitas kelompok tersebut mencerminkan ketidakpuasan yang meluas di kalangan anak muda India tentang tingginya tingkat pengangguran dan merasa terabaikan oleh politik arus utama.
India memiliki salah satu populasi termuda di dunia, dengan sekitar setengah dari 1,4 miliar penduduknya berusia di bawah 30 tahun. Namun, partisipasi politik formal masih terbatas.
Tag: #ungguli #popularitas #partai #penguasa #situs #partai #kecoak #india #langsung #diblokir