AS-Iran Bersiap Sepakati Gencatan Senjata 60 Hari, Kompak Buka Blokade Selat Hormuz
Personel Angkatan Laut Amerika Serikat saat berjaga di kapal USS Monterey (CG 61) yang sedang transit di Selat Hormuz pada 3 Juni 2021.(US NAVY/CHELSEA PALMER via AFP)
11:24
24 Mei 2026

AS-Iran Bersiap Sepakati Gencatan Senjata 60 Hari, Kompak Buka Blokade Selat Hormuz

- AS dan Iran dikabarkan hampir menandatangani kesepakatan yang melibatkan perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari, demikian dilaporkan Axios yang mengutip seorang pejabat AS, Sabtu (23/5/2026).

Baik Trump maupun para mediator telah mengindikasikan kemungkinan kesepakatan damai dapat diumumkan pada Minggu (24/5/2026), meskipun belum final dan masih bisa gagal.

Pejabat AS itu memberikan garis besar rinci dari draf tersebut, yang sebagian besar telah diverifikasi oleh sumber lain yang dekat dengan pembicaraan.

Namun, rinciannya belum dikonfirmasi oleh pihak Iran, meskipun Teheran juga mengindikasikan bahwa kesepakatan sudah hampir tercapai.

Di sisi lain, masih belum jelas apakah kesepakatan ini akan menghasilkan perjanjian perdamaian abadi yang juga membahas tuntutan nuklir Presiden Trump.

Baca juga: Pejabat AS Klaim Iran Setuju Serahkan Pasokan Uranium


Apa isi kesepakatan itu?

Kedua belah pihak akan menandatangani nota kesepahaman (MOU) yang berlaku selama 60 hari dan dapat diperpanjang dengan persetujuan bersama.

Selama periode 60 hari tersebut, Selat Hormuz akan dibuka tanpa biaya tol dan Iran setuju untuk membersihkan ranjau yang mereka pasang di selat tersebut.

Sebagai imbalannya, AS akan mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan mengeluarkan beberapa pengecualian sanksi untuk memungkinkan Iran menjual minyak secara bebas.

Baca juga: Iran Ganti Markas Piala Dunia 2026, Pindah dari AS ke Meksiko

Menurut pejabat AS tersebut, hal ini menjadi keuntungan bagi perekonomian Iran, tetapi juga akan memberikan kelegaan yang signifikan bagi pasar minyak global.

Dia menambahkan semakin cepat Iran membersihkan ranjau dan mengizinkan pengiriman barang kembali beroperasi, semakin cepat blokade akan dicabut.

Menurutnya, prinsip utama Trump dalam kesepakatan itu adalah "ganti rugi atas kinerja."

Iran menginginkan dana yang dibekukan segera dibuka dan sanksi dicabut secara permanen, tetapi pihak AS mengatakan hal itu hanya akan terjadi setelah konsesi nyata diberikan.

Baca juga: AS dan Iran Mendekati Kesepakatan Damai, Israel Malah Khawatir

Kesepakatan mencakup konflik di Lebanon

Ledakan di salah satu bangunan Lebanon yang diserang Israel di Desa Abbasiyyeh, 13 Maret 2026. Israel menyerang Hizbullah di Lebanon dalam lanjutan perang Iran yang meluas di Timur Tengah.AFP/KAWNAT HAJU Ledakan di salah satu bangunan Lebanon yang diserang Israel di Desa Abbasiyyeh, 13 Maret 2026. Israel menyerang Hizbullah di Lebanon dalam lanjutan perang Iran yang meluas di Timur Tengah.

Draf nota kesepahaman tersebut juga disebut akan memperjelas bahwa perang antara Israel dan Hizbullah di Lebanon akan berakhir.

Pejabat AS tersebut mengatakan itu bukanlah "gencatan senjata sepihak" dan jika Hizbullah mencoba mempersenjatai diri kembali atau memprovokasi serangan, Israel akan diizinkan untuk mengambil tindakan untuk mencegahnya.

"Netanyahu memiliki pertimbangan domestiknya sendiri, tetapi Trump memiliki kepentingan AS dan ekonomi global yang harus dipikirkan," ujarnya.

Gedung Putih berharap perbedaan terakhir akan terselesaikan dalam beberapa jam mendatang dan kesepakatan akan diumumkan pada hari Minggu, kata pejabat AS tersebut.

Baca juga: Iran Klaim Tetap Kuasai Selat Hormuz meski Sepakat Damai dengan AS

Menurutnya ada kemungkinan kesepakatan itu tidak akan sampai 60 hari penuh jika AS melihat Iran tidak serius dalam negosiasi nuklir.

Di sisi lain, Washington percaya krisis ekonomi Teheran memberikan insentif untuk mencapai kesepakatan penuh guna mencabut sanksi dan mencairkan dananya.

Jika tuntutan Trump terkait program nuklir Iran dipenuhi, presiden siap melakukan upaya besar untuk memperbaiki hubungan dengan Iran.

Termasuk memberi mereka kesempatan untuk mengejar potensi ekonomi penuh, yang menurut Trump sangat besar, menurut para penasihatnya.

Baca juga: Terjadi Penembakan di Dekat Gedung Putih Saat Trump Bahas Perjanjian dengan Iran

Isu nuklir masih perlu dinegosiasikan

Pejabat AS tersebut juga mengatakan draf nota kesepahaman tersebut mencakup komitmen dari Iran untuk tidak mengejar senjata nuklir.

Termasuk bernegosiasi mengenai penangguhan program pengayaan uraniumnya dan penghapusan persediaan uranium yang sangat diperkaya.

Menurut dua sumber yang mengetahui masalah ini, Iran melalui para mediator memberikan komitmen lisan kepada AS mengenai cakupan konsesi yang bersedia mereka berikan terkait penghentian pengayaan uranium dan penyerahan material nuklir.

Baca juga: Iran Isyaratkan Segera Capai Kesepakatan Damai dengan AS

AS akan setuju untuk bernegosiasi mengenai pencabutan sanksi dan pencairan dana Iran selama periode 60 hari tersebut.

Meskipun langkah-langkah tersebut kabarnya hanya akan diimplementasikan sebagai bagian dari kesepakatan akhir yang dapat diverifikasi pelaksanaannya.

Kemudian, pasukan AS yang dimobilisasi dalam beberapa bulan terakhir akan tetap berada di Timur Tengah selama 60 hari dan hanya akan ditarik jika kesepakatan akhir tercapai.

Tag:  #iran #bersiap #sepakati #gencatan #senjata #hari #kompak #buka #blokade #selat #hormuz

KOMENTAR