AS dan Iran Mendekati Kesepakatan Damai, Israel Malah Khawatir
Seorang pria berdiri membawa bendera Iran di persimpangan Valiasr Square di Teheran, Senin (6/4/2026).(AFP/ATTA KENARE)
09:18
24 Mei 2026

AS dan Iran Mendekati Kesepakatan Damai, Israel Malah Khawatir

- Israel khawatir Presiden AS Donald Trump mengejar kesepakatan terbatas dengan Iran dan mengabaikan isu utama terkait program nuklir Teheran.

Dilansir Anadolu, Minggu (24/5/2026), pernyataan tersebut dilaporkan surat kabar Israel Haaretz, Sabtu (23/5/2026), yang mengutip sumber-sumber Israel yang tidak disebutkan namanya.

Tel Aviv khawatir Washington dapat mendorong kesepakatan terbatas yang menghindari pembahasan isu-isu inti terkait dengan program nuklir Iran menjadi tidak terselesaikan.

Itu termasuk penghapusan persediaan uranium yang diperkaya milik Teheran, pencegahan pengayaan di masa depan, dan penanganan program rudal balistik Iran.

Baca juga: Iran Isyaratkan Segera Capai Kesepakatan Damai dengan AS


Sumber-sumber itu mengatakan lembaga keamanan Israel meyakini Iran sedang "mengulur waktu" terhadap tim negosiasi AS, sementara peluang untuk mencapai kesepakatan yang lebih luas terkait masalah nuklir tetap rendah.

Laporan ini muncul di tengah meningkatnya indikasi Washington dan Teheran hampir mencapai nota kesepahaman untuk mengakhiri perang.

Namun, masih ada perbedaan, terutama berkaitan dengan uranium yang diperkaya dan mekanisme implementasi akhir.

Media berbahasa Ibrani melaporkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan mengadakan pertemuan keamanan dengan para pemimpin koalisi pemerintah di tengah meningkatnya perhatian di Israel tentang arah kontak AS-Iran.

Baca juga: Iran Bangun Lagi Kekuatan Selama Gencatan Senjata, Siap Hancurkan AS

AS dan Iran mendekati kesepakatan damai

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengajukan banding atas putusan pengadilan yang menyatakan kebijakan tarif impor global sebesar 10 persen tidak sah berdasarkan hukum perdagangan AS.AFP/POOL/ALEX BRANDON Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengajukan banding atas putusan pengadilan yang menyatakan kebijakan tarif impor global sebesar 10 persen tidak sah berdasarkan hukum perdagangan AS.

Sebelumnya pada Sabtu, Trump mengatakan bahwa kesepakatan dengan Iran telah sebagian besar telah dinegosiasikan, sambil menambahkan rincian akhir masih dalam pembahasan.

Amerika Serikat dan Iran telah melakukan negosiasi mengenai usulan dan tanggapan melalui Islamabad terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.

Termasuk di antaranya soal penanganan kekhawatiran seputar program nuklir Teheran dan serta pencabutan sanksi.

Baca juga: Iran Klaim Tetap Kuasai Selat Hormuz meski Sepakat Damai dengan AS

Trump juga mengadakan panggilan telepondengan para pemimpin Timur Tengah terkait Iran, dan seorang diplomat mengatakan bahwa pembicaraan tersebut menunjukkan tanda-tanda kemajuan diplomatik.

"Percakapan itu sangat positif. Kemajuan yang baik sedang dicapai," kata seorang diplomat seperti dilaporkan Anadolu, Sabtu.

"Para pemimpin regional mendukung kemajuan dan terobosan yang dicapai Presiden Trump dalam pembicaraan tersebut."

Washington dan Teheran diperkirakan akan mengumumkan finalisasi draf kesepakatan perdamaian pada hari Minggu (24/5/2026).

Tag:  #iran #mendekati #kesepakatan #damai #israel #malah #khawatir

KOMENTAR