Trump Ngamuk CNN Beritakan Klaim Iran Menang Perang, Desak Permintaan Maaf
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan ancaman terhadap CNN setelah laporan media tersebut menyebut Iran mengeklaim “kemenangan besar” atas AS.
Pernyataan itu muncul di tengah pengumuman Trump yang menunda serangan setelah menyetujui gencatan senjata selama dua pekan.
Adapun CNN dalam laporannya mengutip pernyataan Dewan Keamanan Nasional Iran yang mengeklaim bahwa Teheran telah memaksa Amerika Serikat menerima proposal gencatan senjata 10 poin mereka.
Baca juga: Trump Klaim Kemenangan Total Usai AS Gencatan Senjata dengan Iran
Melalui platform Truth Social pada Selasa (7/4/2026) malam, Trump menuding CNN menyebarkan informasi palsu.
“Pernyataan yang diduga dikeluarkan oleh CNN World News adalah PENIPUAN, seperti yang sangat diketahui oleh CNN,” tulis Trump, seperti dikutip The Independent.
Ia juga menambahkan, “Pernyataan palsu itu dikaitkan dengan situs berita palsu (dari Nigeria) dan, tentu saja, langsung diambil oleh CNN dan disiarkan sebagai tajuk ‘yang sah’.”
Trump bahkan memerintahkan CNN untuk menarik laporan tersebut dan meminta maaf. Ia juga mengancam akan melakukan penyelidikan.
“Pihak berwenang sedang berupaya menentukan apakah suatu kejahatan telah dilakukan dalam penerbitan pernyataan CNN palsu tersebut, atau ini ulah pelaku nakal yang sakit? CNN diperintahkan untuk segera menarik pernyataan ini dengan permintaan maaf penuh atas ‘pelaporan’ mereka yang, seperti biasa, buruk,” ujarnya.
Gencatan senjata AS-Iran
Sebelumnya, Trump memberi ultimatum kepada Iran hingga Selasa malam waktu setempat untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Ia memperingatkan bahwa jika Iran tidak mematuhi, maka “seluruh peradaban akan mati malam ini dan tidak akan pernah bisa dipulihkan kembali.”
Namun sekitar 90 menit sebelum tenggat, Gedung Putih mengumumkan bahwa AS dan Iran sepakat untuk bernegosiasi, termasuk membuka kembali Selat Hormuz dan menghentikan pertempuran selama dua minggu.
Dalam pengumuman tersebut, Trump menegaskan bahwa Iran telah menyetujui “pembukaan Selat Hormuz secara SEPENUHNYA, SEGERA, dan AMAN.”
Tanggapan CNN
Menanggapi serangan Trump, CNN membela laporannya. Media tersebut menyatakan bahwa informasi diperoleh dari pejabat resmi Iran dan juga dilaporkan oleh media pemerintah Iran.
“Pernyataan yang dimaksud diperoleh CNN dari pejabat Iran dan dilaporkan oleh sejumlah media pemerintah Iran,” kata CNN.
Mereka menegaskan, “Kami menerima pernyataan tersebut dari juru bicara resmi Iran yang kami kenal.”
Sementara itu, Gedung Putih tetap mengeklaim kemenangan ada di pihak AS. Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan, “Ini adalah kemenangan bagi Amerika Serikat yang diwujudkan oleh Presiden Trump dan militer kami yang luar biasa.”
Namun, tidak semua pihak sepakat. Di CNN, pembawa acara Erin Burnett menilai Trump “mundur.”
Baca juga: Politik Ketakutan Donald Trump
“Secara harfiah pada detik-detik terakhir, Trump mundur setelah mengancam bahwa ‘seluruh peradaban akan mati malam ini dan tidak akan pernah kembali,’” ujarnya.
“Kata-kata yang mengerikan dan tidak dapat diterima—yang beberapa saat lalu, tepat sebelum tenggat waktunya, kini pada dasarnya telah ditarik kembali oleh Trump.”
Di sisi lain, Laura Ingraham dari Fox News justru menilai Iran yang mundur, dengan mengatakan bahwa Iran adalah pihak yang “lebih dulu mengalah.”
Iran klaim kemenangan
Warga Iran bereaksi setelah pengumuman gencatan senjata di Lapangan Enqelab, Teheran, Rabu (8/4/2026). Amerika Serikat (AS) dan Iran sepakat untuk gencatan senjata selama dua minggu, kurang dari satu jam sebelum tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump.
Media lain seperti The New York Times juga melaporkan klaim kemenangan dari Iran.
Dalam pernyataan Dewan Keamanan Nasional Iran disebutkan, “Kami mengucapkan selamat kepada seluruh rakyat Iran atas kemenangan ini.”
Namun, laporan itu juga mencatat bahwa Trump hanya menyatakan kesediaan membahas rencana 10 poin Iran, bukan menyetujuinya.
Pernyataan Iran sendiri menyebut rencana tersebut akan menjadi “dasar untuk negosiasi,” menandakan proses diplomasi masih berlangsung.
Sementara itu, laporan Associated Press menyebut seorang pejabat regional mengeklaim Iran tetap akan mengenakan biaya pada kapal kargo yang melintasi Selat Hormuz, dengan dana digunakan untuk rekonstruksi.
Baca juga: Trump Gencatan Senjata AS-Iran demi Buka Selat Hormuz, Harga Minyak Anjlok 16 Persen
Tag: #trump #ngamuk #beritakan #klaim #iran #menang #perang #desak #permintaan #maaf