Pentingnya Periksakan Benjolan di Leher, Gejala Pembesaran Tiroid
Munculnya benjolan di leher, meski tidak terasa nyeri, jangan diabaikan. Benjolan tersebut bisa jadi tanda pembesaran kelenjar tiroid.
Gangguan pada kelenjar tiroid dapat dialami oleh siapa saja dan pada berbagai usia. Kondisinya pun beragam, mulai dari gangguan fungsi hormon hingga munculnya benjolan atau kanker tiroid.
"Benjolan di leher tidak selalu berarti kanker, bisa juga tumor jinak. Untuk memastikannya perlu dilakukan pemeriksaan fisik dan penunjang, misalnya dengan USG atau CT Scan," kata dokter spesialis bedah onkologi dari RS Pondok Indah- Pondok Indah Jakarta, Diani Kartini.
Selain benjolan di leher, waspadai jika suara menjadi serak tanpa sebab yang jelas dan tidak kunjung membaik, kesulitan atau rasa tidak nyaman saat menelan, sulit bernapas, atau nyeri di bagian leher.
Baca juga: Kanker Tiroid Punya Angka Kesembuhan Tinggi Jika Ditemukan Awal
Jika mengalami salah satu atau beberapa tanda tersebut, segera lakukan pemeriksaan ke dokter.
Di Indonesia, kanker tiroid menempati urutan ke-12 dari seluruh jenis kanker. Kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita, dengan mayoritas ditemukan di usia produktif sekitar 50-54 tahun.
Menurut dr.Diani, ada tiga faktor yang meningkatkan risiko terkena kanker tiroid, yaitu paparan radiasi pada area kepala dan leher, faktor keturunan, dan kekurangan yodium.
"Paparan radiasi ini misalnya karena pernah menjalani pengobatan medis di masa kecil, dan damapknya bisa muncul hingga 20 tahun setelah paparan radiasi," ujar dr.Diani.
Semakin dini kanker ditemukan, semakin besar peluang kesembuhan. Malah, kanker tiroid memiliki peluang harapan hidup paling besar dibanding berbgai jenis kanker lainnya.
"Sekitar 90 persen adalah jenis kanker tiroid papiler dan folikuler, ini angka kesembuhannya sangat baik jika ditangani dengan tepat dan dini," papar dr.Diani.
Baca juga: Pemakaian Parfum Dewasa pada Remaja Bisa Picu Gangguan Tiroid, Benarkah?
Pemeriksaan yang dibutuhkan
Dalam mendeteksi kanker tiroid, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan, diawali dengan pemeriksaan fisik dan wawancara medis (anamnesis).
Kemudian dokter akan memeriksa fungsi tiroid lewat tes darah untuk mengukur kadar thryoid stimulating hormone (TSH) dan free thyroxine (FT4). Tes ini bertujuan untuk mengetahui apakah tiroid memproduksi hormon terlalu banyak (hipertiroid)atau terlalu sedikit (hipotiroid).
Menurut dr.Diani, terkadang hasil tes darah dan fungsi hormon yang normal bukan jaminan benjolan itu bebas dari kanker, karena itu diperlukan pemeriksaan lanjutan, misalnya dengan USG atau CT scan.
Baca juga: Kapan Benjolan di Leher karena Tiroid Harus Diangkat?
"Banyak pasien kanker tiroid memiliki hasil pemeriksaan darah yang normal, oleh karena itu dibutuhkan pemeriksaan penunjang," katanya.
Pemeriksaan USG leher diperlukan untuk melihat apakah tumornya padat atau kistik, adanya vaskulariasi, dan sebagainya. Sedangkan CT scan dilakukan jika ada dugaan tiroid mengalami perlengketan dengan jaringan sekitar.
Dijelaskan oleh dr.Diani, penyebaran kanker tiroid bisa sampai ke rongga dada dan kelenjar getah bening. Pada kanker tiroid jenis folukuler bahkan bisa mencapai tulang belakang dan tulang pipih.
Pengobatan kanker tiroid sudah sangat berkembang. Standar pengobatannya terdiri dari operasi, terapi nuklir, terapi hormon, dan yang terbaru adalah radiofrekuensi ablasi.
Baca juga: Benjolan di Leher Bisa Jadi Gejala TB, Ini Penjelasan Dokter
Deteksi dini
Deteksi dini kanker dapat menyelamatkan nyawa, karena itu jangan pernah mengabaikan gejala yang tidak biasa pada tubuh.
Pada kasus kanker tiroid, menurut dr.Diani, kita juga bisa melakukan pemeriksaan sendiri dengan merasa ada tidaknya benjolan di leher.
"Sama seperti kanker payudara dengan melakukan Sadari, kita juga perlu cek benjolan di leher. Untuk deteksi di rumah sakit bisa melakukan USG leher, sayangnya ini sering belum masuk dalam paket medical check up. Namun, kita juga bisa minta ke dokter," ujarnya.
Baca juga: 8 Cara Mencegah Penyakit Tiroid yang Efektif dan Perlu Diketahui
Tag: #pentingnya #periksakan #benjolan #leher #gejala #pembesaran #tiroid