Gangguan Jantung Kerap Tak Bergejala pada Tahap Awal, Deteksi Dini Jadi Kunci
Layanan Cardiac Emergency 24/7 di Mayapada Hospital.(Dok. Mayapada Hospital)
09:48
8 April 2026

Gangguan Jantung Kerap Tak Bergejala pada Tahap Awal, Deteksi Dini Jadi Kunci

- Gangguan jantung sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal. Akibatnya, banyak orang baru menyadari adanya masalah jantung ketika nyeri dada atau sesak nafas sudah berat. Hal ini menjadi salah satu penyebab tingginya angka kematian akibat serangan jantung di Indonesia.

dr Anindita Primiari Qodrina, SpJP, FIHA di Mayapada Hospital Surabaya menjelaskan bahwa serangan jantung umumnya disebabkan oleh penyempitan atau sumbatan pembuluh darah koroner dalam jangka panjang.

“Pada tahap awal, gejalanya sering tidak spesifik dan dapat menyerupai keluhan ringan, sehingga kerap tidak disadari sebagai gangguan jantung. Karena itu, sebagian pasien baru mencari pertolongan ketika kondisinya sudah berat atau saat terjadi serangan jantung,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Selasa (7/4/2026).

Oleh karena itu, deteksi dini melalui medical check-up rutin menjadi kunci untuk menurunkan risiko serangan jantung.

Baca juga: Cegah Serangan Jantung, Pengobatan Kolesterol Dianjurkan di Usia 30

Pemeriksaan kesehatan jantung tidak cukup hanya dengan mengukur tekanan darah, tetapi juga perlu mengevaluasi kadar kolesterol, gula darah, hingga berat badan.

Dalam beberapa kondisi, dibutuhkan pemeriksaan lanjutan, seperti elektrokardiogram (EKG), tes stres jantung, atau echocardiogram untuk menilai fungsi dan struktur jantung secara lebih detail.

Hasil evaluasi tersebut akan membantu dokter memahami kondisi jantung dan menentukan langkah penanganan yang tepat.

“Melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala, kami dapat mengidentifikasi faktor risiko maupun perubahan fungsi jantung sejak tahap awal. Dengan demikian, penanganan dapat direncanakan lebih terarah sehingga risiko serangan jantung atau komplikasi dapat diminimalkan,” jelas dr Anindita.

Baca juga: Penelitian di Inggris Ungkap Tidur Lebih Lama 11 Menit Turunkan Risiko Serangan Jantung

Selain pemeriksaan medis, gaya hidup sehat juga berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung. Pola makan seimbang, olahraga rutin, pengelolaan stres, serta menjaga berat badan dinilai dapat melindungi pembuluh darah dan menurunkan risiko penyakit jantung.

“Pada banyak kasus, perubahan gaya hidup dan terapi medis sederhana sudah cukup mengendalikan kondisi jantung,” ucap dr Anindita.

Meski demikian, lanjut dia, tindakan medis lanjutan dapat dipertimbangkan pada kasus yang lebih kompleks guna mencegah serangan jantung yang lebih serius.

“Penanganan dini tidak hanya menurunkan risiko komplikasi, tetapi juga membantu menjaga kualitas hidup pasien,” tegas dr Anindita.

Baca juga: 10 Negara dengan Kualitas Hidup Masyarakat Terbaik di Dunia 2025

Layanan kesehatan jantung di Mayapada Hospital Surabaya 

Sebagai wujud komitmen meningkatkan layanan kesehatan jantung, Mayapada Hospital Surabaya menghadirkan layanan terpadu Heart & Vascular Center yang mengedepankan tiga pilar utama, yaitu advanced treatment, emergency excellence, dan team-based management.

Advanced treatment mencakup layanan pembuluh darah (vaskular), gangguan irama jantung (aritmia), dan kelainan struktur jantung (structural heart) seperti penyakit katup jantung, dengan pendekatan terkini.

Sementara itu, emergency excellence menunjukkan komitmen Mayapada Hospital Surabaya untuk menghadirkan penanganan kegawatdaruratan jantung dengan respons cepat, tepat, dan sesuai standar internasional melalui layanan Cardiac Emergency 24/7.

Layanan tersebut didukung dokter spesialis dan subspesialis yang siaga di rumah sakit. Cardiac Emergency 24/7 dapat diakses melalui call center 150990 atau fitur Emergency Call di MyCare, dan Chest Pain Unit untuk mendeteksi nyeri dada.

Baca juga: Jangan Disepelekan, Nyeri Dada Bisa Jadi Alarm Gawat Darurat Jantung

Adapun pilar team-based management bertujuan memastikan keputusan klinis dan rencana perawatan ditetapkan melalui kolaborasi aktif dalam Cardiac Board bersama 17 dokter berpengalaman, mulai dari spesialis jantung, bedah toraks kardiovaskular, anestesi kardiovaskular, hingga jantung anak.

Pendekatan multidisiplin itu membantu menentukan tindakan paling tepat, mulai dari coronary angiography (CAG), percutaneous coronary intervention (PCI), termasuk complex PCI, penanganan gangguan katup dan vaskular jantung, irama jantung, hingga terapi gagal jantung lanjut yang didukung alat bantu pompa jantung left ventricular assist device (LVAD).

Layanan tersebut didukung cardiac advisor yang mendampingi pasien dan keluarga secara menyeluruh sejak awal hingga pemulihan. 

Informasi lengkap seputar layanan jantung di seluruh unit Mayapada Hospital dapat diakses melalui fitur Health Articles & Tips di MyCare, serta fitur Personal Health yang terhubung dengan Google Fit dan Health Access untuk memantau detak jantung, kalori, langkah, dan body mass index (BMI).

Baca juga: Mayapada Hospital Surabaya Resmikan Heart & Vascular Center, Layanan Lengkap Pengobatan Jantung

Tag:  #gangguan #jantung #kerap #bergejala #pada #tahap #awal #deteksi #dini #jadi #kunci

KOMENTAR