Bulog Usul “Beras Kita Premium” untuk Kendalikan Harga
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menggelar rapat koordinasi bersama kementerian teknis terkait di kantornya, Jakarta, Selasa (9/6/2026).(KOMPAS.com/Syakirun Ni'am)
21:32
9 Juni 2026

Bulog Usul “Beras Kita Premium” untuk Kendalikan Harga

 Perum Bulog mengusulkan program Beras Kita Premium untuk mengendalikan kenaikan harga beras premium di pasar.

Usulan tersebut disampaikan Direktur Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dalam Rapat Koordinasi Terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

“Jadi kan beras premium kan lagi agak naik harganya. Supaya menstabilisasi beras premium, ‘Beras Kita Premium’ harus ada,” kata Rizal saat ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa.

Baca juga: Stok Beras Bulog 5,3 Juta Ton, Distribusi SPHP dan Bantuan Pangan Dikebut

Rizal mengatakan, usulan tersebut sudah ditampung dan sedang dibahas oleh Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama kementerian teknis terkait.

Menurut Rizal, skema Beras Kita Premium mirip dengan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras.

Bedanya, SPHP selama ini digunakan untuk mengendalikan harga beras medium.

Saat ini, harga beras medium di pasaran relatif terkendali melalui instrumen SPHP.

“Tadi saya memberikan saran di rapat, dibuatkan program Beras Kita Premium. Seperti beras SPHP,” ujar Rizal.

Baca juga: Bulog Sudah Salurkan 315.000 Ton Beras SPHP dan 19 Juta Bantuan Pangan

Rizal mengatakan, Beras Kita Premium nantinya dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku.

Zona 1 meliputi Jawa, Lampung, Bali, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi.

HET beras premium di zona tersebut sebesar Rp 14.900 per kilogram.

Zona 2 meliputi Sumatera selain Lampung dan Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Kalimantan.

HET beras premium di zona tersebut sebesar Rp 15.400 per kilogram.

Zona 3 mencakup Maluku dan Papua.

HET beras premium di zona tersebut sebesar Rp 15.800 per kilogram.

“Nah ini kan saya baru mengajukan saran. Belum di-approve. Harapannya bisa di-approve sehingga untuk menstabilkan harga-harga semua,” tutur Rizal.

Harga beras naik

Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mencatat harga beras naik di semua tingkatan pada Mei 2026.

Kenaikan terjadi di tingkat penggilingan, grosir, hingga eceran.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan, rata-rata harga beras di penggilingan pada Mei naik 0,58 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Secara tahunan, harga beras di penggilingan naik 8,10 persen.

Harga beras premium di tingkat penggilingan naik 0,56 persen dibandingkan April 2026.

Dibandingkan Mei 2025, harga beras premium naik 12,81 persen.

Harga beras medium naik 0,79 persen secara bulanan.

Secara tahunan, harga beras medium naik 6,57 persen.

Harga beras di tingkat grosir naik 0,68 persen dibandingkan April 2026.

Secara tahunan, harga beras grosir naik 6,11 persen.

Harga beras di tingkat eceran naik 0,38 persen dibandingkan April 2026.

Dibandingkan Mei 2025, harga beras eceran naik 4,55 persen.

Tag:  #bulog #usul #beras #kita #premium #untuk #kendalikan #harga

KOMENTAR