IHSG Rebound 7,57 Persen, OJK Ungkap Pemicunya
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi saat ditemui di Gedung Dhanapala Kemenkeu, Jakarta, Selasa (9/6/2026).(KOMPAS.com/ISNA RIFKA SRI RAHAYU)
19:28
9 Juni 2026

IHSG Rebound 7,57 Persen, OJK Ungkap Pemicunya

 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap penyebab Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat pada perdagangan Selasa (9/6/2026).

IHSG ditutup menguat 404,51 poin atau 7,57 persen ke level 5.746 pada perdagangan hari ini.

Penguatan itu terjadi setelah IHSG melemah 252,62 poin atau 4,57 persen ke level 5.342 pada perdagangan sebelumnya.

Baca juga: BI Rate Tiba-tiba Naik, OJK Pantau Dampaknya ke Perbankan

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menilai, penguatan IHSG didorong oleh membaiknya sentimen pasar.

Sentimen tersebut muncul setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate.

Pasar juga merespons sinyal diperbolehkannya pembelian kembali saham atau buyback tanpa Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

"Jadi kita melihat ini sama-sama supaya market kita bisa kembali rebound," ujarnya saat ditemui di Gedung Dhanapala Kemenkeu, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Menurut Friderica, tekanan yang sebelumnya terjadi pada IHSG tidak hanya dialami Indonesia.

Sejumlah negara lain juga menghadapi tekanan serupa.

Ia mencontohkan pasar saham Korea Selatan atau KOSPI yang sempat mengalami penghentian sementara perdagangan atau trading halt pada perdagangan Senin (8/6/2026), setelah turun tajam.

"Kita kemarin juga cukup dalam turunnya, tapi hari ini alhamdulillah rebound," kata Friderica.

Baca juga: Kredit Macet Pinjol Naik, OJK: Ada 19 Platform dengan TWP90 di Atas 5 Persen

Friderica menilai berbagai langkah otoritas mulai mendapat respons positif dari pelaku pasar.

Respons tersebut membuat IHSG mampu berbalik menguat.

"Dan kita lihat juga beberapa hal yang kemudian menjadi pertanyaan dari investor sudah disampaikan, juga kita melihat juga upaya untuk buyback saham sudah mulai ada wacana untuk dilakukan," ucapnya.

Terkait buyback saham, Friderica menyatakan OJK tidak mempermasalahkan jika emiten memanfaatkan fasilitas pembelian kembali saham tanpa persetujuan RUPS.

Fasilitas tersebut telah diberikan regulator dalam kondisi pasar tertentu.

"Enggak apa-apa. Itu kan memang fasilitas yang diberikan dan saat ini dimungkinkan untuk mereka bisa melakukan buyback tanpa RUPS," tukasnya.

OJK juga menghormati keputusan BI menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen.

Langkah tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global.

Meski begitu, OJK tetap akan mencermati dampak kenaikan BI Rate terhadap sektor perbankan.

OJK juga memantau potensi risiko yang dapat merembet ke industri jasa keuangan lain, termasuk pasar modal.

Sebelumnya, wacana buyback saham mencuat setelah Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengumpulkan pimpinan bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Perhimpunan Perbankan Nasional (Perbanas) di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Pertemuan tersebut membahas gejolak pasar saham, termasuk pelemahan saham-saham bank BUMN dalam beberapa waktu terakhir.

Dasco mengatakan, pertemuan itu juga membahas kemungkinan buyback saham-saham perbankan pelat merah.

Saham tersebut dinilai memiliki fundamental kuat, tetapi mengalami penurunan harga akibat tekanan sentimen pasar global.

Langkah tersebut dinilai dapat menjadi salah satu upaya menjaga stabilitas pasar.

"Kami tadi juga sudah berdiskusi dengan Pak Dony Oskaria dari Danantara, BPJS Ketenagakerjaan, dan Taspen mengenai situasi market dan mungkin saham-saham yang pada saat ini bagus dan kemudian bisa dibeli kembali," ujar Dasco dalam konferensi pers setelah pertemuan, Selasa.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Himbara Putrama Wahju Setyawan menegaskan kondisi fundamental bank-bank BUMN tetap kuat.

Menurut Putrama, kinerja Himbara saat ini merupakan yang terbaik.

Hal itu terlihat dari sejumlah indikator utama perbankan, mulai dari pertumbuhan kredit, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), kualitas aset, hingga likuiditas.

"Secara fundamental kinerja di Himbara ini sangat bagus dan saat ini adalah kinerja terbaiknya Himbara," tegasnya.

Tag:  #ihsg #rebound #persen #ungkap #pemicunya

KOMENTAR