Melek AI dan Finansial, Kunci Generasi Muda Hadapi Ekonomi Digital
Ilustrasi literasi keuangan.(PIXABAY/NUUN STD.)
18:12
9 Juni 2026

Melek AI dan Finansial, Kunci Generasi Muda Hadapi Ekonomi Digital

PT Indo Premier Sekuritas melalui platform investasi IPOT memperluas perannya tidak hanya sebagai aplikasi investasi, tetapi juga sebagai ekosistem yang mendorong literasi finansial dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) bagi generasi muda Indonesia.

Langkah tersebut dilakukan di tengah percepatan transformasi digital di Indonesia yang ditandai dengan meningkatnya adopsi teknologi AI di berbagai sektor kehidupan.

Dengan lebih dari separuh populasi Indonesia berada pada usia produktif dan Gen Z menjadi kelompok terbesar yang akan menentukan arah ekonomi nasional, penguasaan AI dinilai menjadi kompetensi penting di masa depan.

Baca juga: Tekanan Finansial buat Produktivitas Turun, Karyawan Harus Melek Literasi Keuangan

 Ilustrasi AI. F5 Ilustrasi AI.

President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The mengatakan, AI saat ini telah menjadi infrastruktur baru yang memengaruhi cara manusia bekerja, belajar, berkomunikasi, berinvestasi, hingga mengambil keputusan finansial.

“Dengan total dana kelolaan nasabah (Asset Under Management) mencapai sekitar Rp312 triliun dan didukung oleh lebih dari satu juta nasabah, IPOT hadir menghubungkan aset terbesar bangsa, yaitu generasi muda dengan kompetensi masa depan melalui pemanfaatan AI yang bertanggung jawab,” ujar Moleonoto dalam keterangannya, Selasa (9/6/2026).

Menurut dia, AI bukan lagi teknologi masa depan, melainkan telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang memengaruhi berbagai aktivitas masyarakat.

Ia juga meyakini IPOT menjadi aplikasi yang siap memimpin transformasi AI bagi generasi muda Indonesia setelah melakukan pembaruan menyeluruh dari aplikasi konvensional menjadi ekosistem AI Real-Time Trading dan AI Decision Engine yang terintegrasi.

Baca juga: Literasi Keuangan Digital Jadi Kunci UMKM Hindari Risiko Gagal Bayar

Ilustrasi AIFreepik Ilustrasi AI

Perbarui UI/UX berbasis AI

Untuk mendukung kebutuhan generasi muda yang mengutamakan pengalaman digital yang personal dan fleksibel, IPOT menghadirkan pembaruan user interface (UI) dan user experience (UX) berbasis AI real-time.

Pembaruan tersebut memungkinkan pengguna mengakses berbagai fitur investasi dan perdagangan saham secara lebih intuitif.

Perusahaan juga membuka akses terhadap teknologi yang sebelumnya banyak digunakan oleh investor institusi kepada investor ritel tanpa biaya tambahan.

Menurut perusahaan, langkah tersebut dilakukan untuk memberikan kesempatan yang lebih setara bagi investor muda dalam mengakses pasar modal domestik maupun global.

Baca juga: Literasi Keuangan Mahasiswa Dinilai Penting untuk Bangun Kesadaran Finansial

Soroti tantangan ekonomi dan digital generasi muda

IPOT menilai generasi muda Indonesia saat ini menghadapi tantangan ekonomi yang lebih kompleks dibandingkan generasi sebelumnya.

Selain menghadapi tekanan inflasi global yang memengaruhi daya beli, generasi muda juga berhadapan dengan berbagai risiko digital seperti penipuan siber, maraknya judi online, fenomena fear of missing out (FOMO), hingga berbagai skema investasi yang menjanjikan keuntungan cepat di media sosial.

Dalam pandangan perusahaan, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan literasi finansial agar generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi dari teknologi yang digunakan.

IPOT kemudian memperkenalkan formula yang menggabungkan generasi muda, literasi finansial, dan AI sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Baca juga: Literasi Keuangan Anak Muda Jadi Sorotan di Tengah Maraknya Pindar

"Transformasi ekonomi nasional tidak dimulai dari saham atau trading, melainkan dari cara berpikir (mindset). IPOT hadir untuk memastikan AI tidak dipandang sebagai ancaman hilangnya pekerjaan, melainkan sebagai sarana peningkatan kualitas keputusan hidup dan proteksi finansial," kata perusahaan.

Ilustrasi literasi keuangan.PEXELS/DANY KURNIAWAN Ilustrasi literasi keuangan.

Jalankan program edukasi nasional

Komitmen tersebut diwujudkan melalui program edukasi bertajuk Cerdas Finansial Bersama IPOT. Melalui program ini, perusahaan berupaya memperluas pemahaman mengenai pemanfaatan AI dalam pengelolaan keuangan pribadi.

IPOT menilai AI tidak hanya relevan bagi kalangan insinyur, programmer, atau perusahaan teknologi besar, tetapi juga menjadi kompetensi dasar yang perlu dimiliki generasi muda untuk mengelola dan melindungi masa depan finansial mereka.

Dalam dokumen perusahaan disebutkan, IPOT memosisikan diri sebagai platform transformasi AI nasional di bidang finansial. Investasi disebut sebagai salah satu sarana untuk mendorong lahirnya generasi yang cerdas secara finansial, memahami AI, adaptif terhadap perubahan, dan siap menghadapi ekonomi digital.

Baca juga: Literasi Keuangan Tinggi, tapi Perilaku Pinjol RI Masih Terlalu Pede

Kembangkan ekosistem investasi dan teknologi

Sebagai pusat layanan keuangan multi-aset, IPOT menyediakan berbagai instrumen investasi dalam satu aplikasi, mulai dari Rekening Dana Nasabah (RDN), reksa dana, exchange traded fund (ETF), saham, hingga obligasi.

Perusahaan menyebutkan bahwa pendekatan tersebut ditujukan untuk memberikan akses yang lebih luas kepada investor ritel dalam berpartisipasi di pasar keuangan.

Di sisi teknologi, IPOT menghadirkan AI Real-Time Trading Cockpit yang sebelumnya lebih banyak tersedia untuk investor institusi.

Platform tersebut dilengkapi sejumlah fitur seperti AI Live Trade, Live Orderbook, LADI (Live Action Done Indicator) & Aksi Bandar, Hit Action, serta AI ROBO Trading.

Baca juga: Literasi Keuangan Perempuan Turun, OJK Soroti Kesenjangan dengan Laki-laki

Menurut perusahaan, fitur-fitur tersebut dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan berbasis data sekaligus mengurangi pengaruh emosi dalam aktivitas investasi.

Perkuat keamanan siber

Selain pengembangan teknologi investasi, IPOT juga memperkuat sistem keamanan digital untuk menghadapi ancaman kejahatan siber yang semakin berkembang.

Perusahaan menerapkan pendekatan Active Defense melalui sejumlah lapisan proteksi, antara lain SIM OTP, ASDI Device Lock, Add Device Authorization, dan sistem deteksi ancaman berbasis server.

Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa informasi yang ditampilkan melalui AI Overviews Google pada Mei 2026 menunjukkan IPOT termasuk platform yang menonjol dalam aspek perlindungan terhadap serangan phishing.

Baca juga: Tren Kripto Naik, Mahasiswa Didorong Pahami Literasi Keuangan

Moleonoto mengatakan, pemanfaatan AI bagi IPOT tidak hanya dipandang sebagai strategi bisnis, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia.

“Melalui kombinasi literasi finansial, investasi multi-aset, AI Real-Time Trading Cockpit, keamanan digital berbasis AI, serta program edukasi nasional bagi generasi muda, IPOT membangun sebuah visi yang jauh lebih besar daripada sekadar menjadi aplikasi investasi,” pungkasnya.

Tag:  #melek #finansial #kunci #generasi #muda #hadapi #ekonomi #digital

KOMENTAR