IHSG dan Rupiah Menguat Seiring Meredanya Rumor Reshuffle Menkeu
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan terkait program paket ekonomi usai rapat koorddinasi dengan Presiden Prabowo Subianto di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/9/2025). Pemerintah resmi luncurkan program paket ekonomi yang terdiri dari delapan program akselerasi dengan total Rp16,2 T dan lima program terkait penyerapan tenaga kerja. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
17:48
9 Juni 2026

IHSG dan Rupiah Menguat Seiring Meredanya Rumor Reshuffle Menkeu

Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini, Selasa (9/6/2026) dinilai berkaitan dengan meredanya spekulasi mengenai reshuffle kabinet, khususnya isu pergantian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Ekonom STIE YKP Yogyakarta, Aditya Hera Nurmoko mengatakan, pasar merespons positif setelah muncul penegasan rumor pergantian Menteri Keuangan tersebut tidak benar.

Menurut Aditya, berkurangnya ketidakpastian politik menjadi salah satu faktor yang membantu memperbaiki sentimen investor.

Pasar keuangan pada umumnya tidak menyukai ketidakpastian, terutama yang berkaitan dengan arah kebijakan ekonomi pemerintah.

Baca juga: Chatib Basri Beberkan Tiga Langkah Menkeu Saat Rupiah Anjlok

"Rumor pergantian menteri keuangan sempat memunculkan pertanyaan mengenai arah kebijakan fiskal pemerintah. Ketika isu itu dibantah, sebagian investor kembali percaya bahwa tidak akan ada perubahan mendadak pada kebijakan ekonomi," kata Aditya dalam keterangan tertulis, Selasa (9/6/2026).

Ia menjelaskan, investor juga menaruh perhatian pada kesinambungan kebijakan ekonomi. Koordinasi antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia (BI) dinilai penting dalam menjaga stabilitas rupiah serta pasar obligasi.

Dengan tidak adanya pergantian mendadak di posisi strategis tersebut, pasar melihat peluang kebijakan ekonomi dapat berjalan lebih konsisten sehingga meningkatkan kepercayaan investor.

Selain faktor tersebut, penguatan pasar juga dipengaruhi aksi beli setelah tekanan yang terjadi pada perdagangan sebelumnya.

Baca juga: Gubernur BI, Menkeu dan DPR Gelar Pertemuan di Akhir Pekan, Bahas Pelemahan Rupiah

IHSG dan Rupiah Sempat Tertekan

Sehari sebelumnya, IHSG mengalami penurunan cukup tajam dan nilai tukar rupiah juga melemah terhadap dolar Amerika Serikat.

Ketika sentimen negatif mulai mereda, sebagian investor memanfaatkan kondisi harga saham yang telah turun untuk melakukan aksi beli atau buy on weakness.

Aditya bilang, langkah tersebut kemudian membantu mendorong rebound IHSG dan penguatan rupiah.

Meski demikian, Aditya mengingatkan penguatan IHSG dan rupiah tidak dapat dikaitkan hanya dengan meredanya rumor reshuffle kabinet.

Baca juga: Senyum Menkeu dan Rupiah yang Tidak Ikut Tersenyum

Menurut dia, pergerakan pasar keuangan dipengaruhi banyak faktor, antara lain arus modal asing, kebijakan suku bunga, kondisi ekonomi global, sentimen terhadap dolar AS, serta ekspektasi pelaku pasar terhadap kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia.

"Meredanya rumor reshuffle kemungkinan menjadi salah satu katalis positif yang mengurangi kepanikan pasar. Namun, itu bukan satu-satunya faktor yang menentukan penguatan IHSG dan rupiah pada hari ini," ujar dia

Di sisi lain, pengamat menilai sentimen stabilitas kebijakan turut menopang kepercayaan pasar.

Ekonom sekaligus Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti mengatakan, penguatan IHSG tidak lepas dari persepsi investor terhadap prospek ekonomi dan stabilitas kebijakan fiskal nasional.

Baca juga: Purbaya Mengaku Berat Jadi Menkeu: Gaji Turun, Berat Badan Susut 10 Kg

"Yang utama, jika aliran modal besar masuk ke Indonesia dan devisa negara banyak, maka nilai rupiah tidak terdepresiasi," ujar Esther.

Ia menjelaskan, untuk bisa menarik aliran modal masuk, Indonesia harus memenuhi sejumlah syarat mendasar yang menjadi pertimbangan investor global.

Pertama, kepastian hukum untuk berbisnis di Indonesia disertai prospek ekonomi pasar yang baik. Terakhir, investor global akan masuk dengan adanya ketersediaan bahan baku yang memadai.

"Selanjutnya, ekosistem yang mendukung diikuti integrasi rantai pasok global. Keenam, ketersediaan infrastruktur energi, listrik, air dan lainnya yang baik. Terakhir, harmonisasi peraturan antar instansi baik pusat maupun daerah," papar dia.

Baca juga: Purbaya Mengaku Berat Jadi Menkeu: Gaji Turun, Berat Badan Susut 10 Kg

Esther menegaskan, stabilitas di level kementerian, memberi sinyal positif bagi investor karena mengurangi ketidakpastian kebijakan jangka pendek.

Menurut dia, jika ketujuh faktor tersebut bisa dipenuhi, maka aliran modal asing akan lebih mudah masuk dan memperkuat nilai tukar rupiah serta pasar modal domestik.

IHSG dan Rupiah Menguat Hari Ini

Berdasarkan pantauan Kompas.com, nilai tukar rupiah di penutupan pasar spot hari ini tercatat di level Rp 18.058 per dollar AS.

Angka tersebut menguat 129,5 poin setara 0,71 persen dibandingkan level pembukaannya.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tajam pada perdagangan Selasa (9/6/2026). Penguatan indeks terjadi seiring apresiasi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dan membaiknya sentimen pasar.

Berdasarkan data Stockbit, IHSG ditutup naik 404,51 poin atau 7,57 persen ke level 5.746,648.

Sementara itu, indeks LQ45 melonjak 7,99 persen ke posisi 569,322.

Baca juga: Penerimaan Pajak Tumbuh 16 Persen, Menkeu Klaim Ekonomi RI Masih Kuat

Nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp 27,25 triliun dengan volume perdagangan 44,32 miliar saham. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 2,70 juta kali.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membantah kabar Chatib Basri akan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan (Menkeu).

"Ya susah juga karena kita kan begini ya, maksudnya memang yang namanya sesuatu yang berkembang di masyarakat itu tidak bisa juga kita kita cegah atau kita tahan, tetapi yang pasti bahwa kita bekerja tidak berdasarkan atau tidak karena oleh karena isu," ujar Prasetyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Prasetyo menegaskan, tidak ada rencana untuk mengganti Purbaya dari kursi Menkeu.

Dia menekankan Istana sudah berkali-kali menyampaikan bahwa tidak ada reshuffle untuk posisi Menkeu.

Tag:  #ihsg #rupiah #menguat #seiring #meredanya #rumor #reshuffle #menkeu

KOMENTAR