Ternyata Selama Ini MinyaKita Dipakai untuk Bansos, Jadinya Langka di Warung
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas mengungkap penyebab produk minyak goreng rakyat MinyaKita sempat mengalami kelangkaan di sejumlah daerah.
Menurut dia, stok MinyaKita di pasar berkurang karena sebagian dialokasikan untuk program bantuan pangan pemerintah.
Zulhas mengatakan dalam beberapa waktu terakhir pemerintah menerima banyak laporan mengenai sulitnya masyarakat mendapatkan MinyaKita, terutama di daerah-daerah yang jauh dari pusat distribusi.
"Nah, MinyaKita, kemarin ada sedikit kenaikan dan di beberapa daerah yang jauh bahkan banyak sekali yang menyampaikan kepada kita terjadi kekurangan," kata Zulhas kepada wartawan, Selasa (9/6/2026).
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas). (Suara.com/Hiskia)Menurut dia, kondisi tersebut terjadi karena MinyaKita sempat digunakan untuk mendukung penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat.
"Memang kemarin ada kebijakan, ya, MinyaKita dipakai untuk bantuan pangan, sehingga MinyaKita tidak ada di pasar," ujarnya.
Pria yang akrab disapa Zulhas itu mengakui kebijakan tersebut menimbulkan dampak terhadap ketersediaan MinyaKita di pasar tradisional yang selama ini menjadi sasaran utama program minyak goreng rakyat.
Karena itu, pemerintah memutuskan melakukan perbaikan kebijakan distribusi agar kejadian serupa tidak terulang.
"Nah, pengalaman itu sudah kita perbaiki. Tidak boleh ada lagi MinyaKita nanti yang untuk bantuan, tetapi harus masuk ke pasar-pasar tradisional," katanya.
Zulhas menegaskan MinyaKita pada dasarnya disiapkan pemerintah untuk menyediakan minyak goreng dengan harga terjangkau bagi masyarakat melalui pasar tradisional. Produk tersebut juga ditujukan sebagai alternatif pengganti minyak goreng curah.
"Karena MinyaKita itu intinya adalah pengganti minyak curah," ucapnya.
Tag: #ternyata #selama #minyakita #dipakai #untuk #bansos #jadinya #langka #warung