Chatib Basri Beberkan Tiga Langkah Menkeu Saat Rupiah Anjlok
Ekonom, Chatib Basri, di Istana, Jakarta, Selasa (9/6/2026).(KOMPAS.com/Rahel)
16:36
9 Juni 2026

Chatib Basri Beberkan Tiga Langkah Menkeu Saat Rupiah Anjlok

Mantan Menteri Keuangan sekaligus ekonom senior Chatib Basri mengungkapkan, dalam menghadapi pelemahan nilai tukar rupiah dan ketidakpastian ekonomi, seorang Menteri Keuangan pada dasarnya hanya memiliki tiga instrumen atau opsi kebijakan utama.

Kebijakan tersebut dinilai dapat diambil dalam mengelola anggaran negara, yaitu menaikkan pendapatan, memotong pengeluaran, atau melakukan pinjaman.

Ketiga pilihan mendasar ini merupakan koridor mutlak dalam pengelolaan neraca keuangan negara (balance sheet) yang tidak memiliki alternatif lain di luar opsi-opsi tersebut.

"Karena tugas dari Menteri Keuangan itu sebetulnya sangat gampang. Dia hanya punya opsi tiga hal. Naikkan, potong, pinjam,” ujar Chatib Basri di Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Baca juga: Chatib Basri: Pelemahan Rupiah Lebih Dipicu Risiko Fiskal, Bukan Perang

“Jadi segampang itu sebetulnya jadi Menteri Keuangan. Jadi hanya menaikkan, potong atau pinjam. Engggak ada opsi lain. Kalau Anda enggak bisa naikkan, maka Anda harus potong. Kalau Anda enggak bisa potong, Anda harus pinjam. As simple as that. Ini balance sheet enggak bisa diapa-apain," kata Chatib Basri.

Seperti diketahui rupiah terus mengalami pelemahan sepanjang tahun ini. Rupiah bahkan sempat menembus Rp 18.200 per dollar AS. Pada penutupan pasar spot siang ini, rupiah berada di level Rp 18.058 per dollar AS.

Chatib Basri menilai, dari ketiga opsi yang tersedia tersebut, ada kemungkinan penerapannya di tengah situasi ekonomi saat ini.

Menurutnya, opsi untuk menaikkan pendapatan fiskal (raise revenue) melalui penaikan pajak (tax) tidak mungkin dilakukan dalam kondisi sekarang.

Baca juga: Chatib Basri Anggap Pelemahan Rupiah Saat Ini Berbeda dari Krisis 1998

Di sisi lain, pilihan untuk menambah utang atau pinjaman (increase debt) juga dinilai tidak memungkinkan karena biaya dana (cost of fund) yang akan menjadi sangat mahal bagi siapa saja yang ingin meminjam uang saat ini.

"Maka opsi yang paling mungkin itu adalah opsi tiga. Cut the spending selectively," jelas Chatib Basri.

Sebagai jalan keluar, Chatib Basri menyebut solusi yang harus diambil adalah melakukan rasionalisasi pada sektor fiskal untuk mengatasi (address) isu tersebut, yang bisa dikombinasikan antara aspek pendapatan misalnya melalui pembenahan administrasi perpajakan (tax admin).

Baca juga: Chatib Basri: Ekonomi RI Tak Seburuk yang Dibayangkan

Namun, ia menekankan tantangan terbesar dari kebijakan fiskal ini sering kali berbenturan dengan masalah ekonomi politik (political economy) serta keterpilihan politik.

"Persoalannya adalah saya suka untuk meng-quotes apa yang disebut Jean-Claude Juncker. Dia bilang, 'we all know what to do, we just don't know how to get re-elected after we've done it. And that's the political economy problem' (kita semua tahu apa yang harus dilakukan, kita hanya tidak tahu bagaimana caranya agar terpilih kembali setelah melakukannya. Dan itulah masalah ekonomi politik),” ungkap Chatib Basri.

Guna melengkapi pandangannya mengenai benturan antara prinsip ekonomi dan realitas politik tersebut, Chatib Basri turut menyitir pernyataan dari seorang pemikir asal Stanford, Thomas Sowell, mengenai hukum kelangkaan sumber daya.

Baca juga: Chatib Basri Ingatkan Risiko Stagflasi akibat Konflik Timur Tengah

"Thomas Sowell dari Stanford itu pernah bicara begini, 'the first lesson of economics is scarcity, because there is never enough resources to satisfy anyone's want. But the problem is, the first lesson of politics is how to ignore the first lesson of economics' (pelajaran pertama ekonomi adalah kelangkaan, karena tidak pernah ada cukup sumber daya untuk memenuhi keinginan siapa pun. Tetapi masalahnya adalah, pelajaran pertama politik adalah bagaimana mengabaikan pelajaran pertama ekonomi). Makanya saya bilang, kuncinya adalah di dalam political visibility. Is it possible?" tutup Chatib Basri.

Tag:  #chatib #basri #beberkan #tiga #langkah #menkeu #saat #rupiah #anjlok

KOMENTAR