Harga Minyak Dunia Turun Usai Iran Hentikan Operasi Militer ke Israel
Warga Iran berfoto bersama replika rudal Kheibar dalam kampanye mendukung Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei di Teheran, 4 Juni 2026.(AFP)
16:32
9 Juni 2026

Harga Minyak Dunia Turun Usai Iran Hentikan Operasi Militer ke Israel

- Harga minyak dunia turun setelah otoritas Iran menghentikan operasi militer menyerang Israel.

Minyak mentah Brent berjangka, patokan internasional, turun 1,25 persen ke angka 94,25 dollar AS (Rp 1,69 juta) per barrel. Sementara harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun 0,84 persen dan ditutup pada harga 91,30 dollar AS (Rp 1,64 juta) per barrel.

Baca juga: Trump Desak Gencatan Senjata, Harga Minyak Naik di Tengah Kekhawatiran Soal Pasokan

"Teheran telah menghentikan serangan terhadap Israel, tetapi memperingatkan akan melanjutkan permusuhan jika Yerusalem terus menyerang Lebanon," lapor CNBC, Senin (8/6/2026).

Pun begitu, Israel telah mengentikan serangan ke Lebanon sebagai bagian kesepakatan gencatan senjata dengan Iran.

Sempat naik

Sehari sebelumnya, harga minyak sempat melonjak lebih dari 5 persen setelah Iran meluncurkan serangkaian serangan rudal ke Israel.

Aksi ini merupakan balasan setelah Tel Aviv menyerang Beirut.

Baca juga: Operasi Militer Iran ke Israel Berakhir, Harga Minyak Masih Tinggi di Atas 90 Dollar AS

"Israel merespons dengan menyerang target militer di Iran barat dan tengah," kata Pasukan Pertahanan Israel.

Ketua Parlemen Iran MB Ghalibaf mengatakan blokade angkatan laut Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz merupakan pelanggaran gencatan senjata dan segala aset musuh di sana merupakan target sah untuk diserang.

Bukan akhir perang

Analis Timur Tengah yang berbasis di Uni Emirat Arab (UEA) Amjad Taha memprediksi gencatan senjata ini bukan akhir dari perang.

"Ini adalah jeda, bukan gencatan senjata atau akhir perang," jelasnya dikutip dari Iran International.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Melonjak Usai Israel Kembali Serang Lebanon

Bukan cuma Amjad, Elizabeth Tsurkov,  peneliti di New Lines Institute menjelaskan jika Presiden Donald Trump ingin kesepakatan segera tercapai.

Iran sangat percaya diri memenangkan perang.

"Tampaknya jelas bahwa rezim Iran percaya bahwa mereka memenangkan perang 40 hari dan karena itu mencoba untuk menetapkan aturan main baru untuk memproyeksikan kekuatannya dan mencegah tindakan Israel di Lebanon juga," katanya.

Dunia tengah mengalami krisis minyak karena penutupan Selat Hormuz yang tak kunjung menemui titik temu.

Baca juga: Dampak Rupiah Rp 18.000, Indef : Tagihan Impor Minyak Bisa Bertambah Rp 225,08 T

Tag:  #harga #minyak #dunia #turun #usai #iran #hentikan #operasi #militer #israel

KOMENTAR