RUPTL PLN Direvisi untuk Masukkan Program PLTS 100 GW
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM akan merevisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik atau RUPTL 2025 sampai 2034 milik PLN.
Revisi tersebut dilakukan untuk mendukung program pembangkit listrik tenaga surya atau PLTS berkapasitas 100 gigawatt.
Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Harris mengatakan, pemerintah sedang menyiapkan strategi pelaksanaan program PLTS 100 GW.
Strategi itu mencakup penyiapan regulasi.
“Kita sudah tahu semua bahwa program 100 gigawatt itu sedang disiapkan strateginya seperti apa. Ketika bicara strategi, tentunya di sana kita bicara regulasinya. Nah, ini sekarang lagi disiapkan,” ujar Harris ketika ditemui di Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Baca juga: Bos Danantara Bantah Ada Pergantian Direksi PLN
Harris menjelaskan, regulasi di Indonesia mengatur pembangunan pembangkit listrik yang akan masuk ke jaringan listrik atau grid harus tercantum dalam RUPTL.
Karena itu, program PLTS 100 GW nantinya akan dimasukkan ke RUPTL.
“RUPTL yang ada itu kan tidak dilarang untuk dilakukan revisi, ya. Tergantung dari kebutuhan apakah sekarang atau tahun depan,” ucap dia.
Harris mengatakan, Kementerian ESDM sudah berkomunikasi dengan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk PLN, terkait program PLTS 100 GW tersebut.
“Oh, tentu,” kata Harris saat ditanya soal komunikasi dengan PLN.
Tahap awal 17 GW
Pemerintah menyiapkan tahap awal pengembangan PLTS berkapasitas 17 GW.
Tahap awal itu menjadi bagian dari proyek besar PLTS 100 GW yang didorong untuk mendukung transisi energi nasional.
Baca juga: PLN Indonesia Power Bidik Proyek Solar PV dan Minihidro di Amerika Latin
Kementerian ESDM bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional atau ATR/BPN juga telah menyiapkan 24.000 hektare lahan di Pulau Jawa untuk mendukung program tersebut.
Wakil Menteri ESDM Yuliot sebelumnya mengatakan, pemerintah akan menghubungkan pembangkit di lahan tersebut dengan infrastruktur milik PLN.
Infrastruktur itu mencakup transmisi dan gardu induk.
Menurut Yuliot, Kementerian ESDM akan mempercepat pengembangan 17 GW terlebih dahulu pada tahap awal.