Airlangga: Ekspor Listrik ke Singapura Tunggu Pembangunan Transmisi 1,5 Tahun
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto.(DOK. Humas Kemenko Perekonomian)
14:12
9 Juni 2026

Airlangga: Ekspor Listrik ke Singapura Tunggu Pembangunan Transmisi 1,5 Tahun

Rencana Indonesia untuk mengeskpor listrik ke Singapura masih menunggu pembangunan fasilitas transmisi yang membutuhkan waktu lebih dari setahun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, rencana untuk melakukan ekspor listrik ke Singapura masih dikaji bersama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Airlangga berharap, implementasi terkait nota kesepahaman yang ditandatangani tahun lalu tersebut dapat segera diselesaikan dalam pertemuan dengan para petinggi.

"Membangun fasilitas ini membutuhkan sekurang-kurangnya 1 sampai 1,5 tahun untuk diimplementasikan," kata dia dalam agenda The 16th Ministerial Meeting of the Six Working Group Bilateral Economic Cooperation Indonesia-Singapore, Selasa (9/6/2026).

Baca juga: Ekspor China Melonjak 19,4 Persen, Ditopang AI dan Kendaraan Listrik

Indonesia dan Singapura memang tengah mematangkan rencana kerja sama ekspor listrik bersih sekaligus pengembangan industri teknologi berkelanjutan.

Kerja sama ini memproyeksikan Kepulauan Riau sebagai pusat industri hijau baru di kawasan.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan rencana ekspor listrik bersih tidak hanya berfokus pada perdagangan energi.

Pemerintah ingin memanfaatkan pasokan energi hijau untuk menarik investasi industri berteknologi tinggi.

Baca juga: Indonesia dan Singapura Matangkan Rencana Ekspor Listrik Bersih

Fasilitas produksi dan pusat teknologi direncanakan dibangun di kawasan Batam, Bintan, dan Karimun.

Pengembangan tersebut diharapkan mendorong kawasan tersebut menjadi pusat industri hijau baru di Indonesia.

“Saya sudah mendapat laporan bahwa kawasan industri sudah hampir final. Nanti kita akan bangun di wilayah Kepri. Dan ini saya lagi meng-clear-kan. Kalau itu sudah selesai, maka saya pikir ini salah satu kemajuan dalam persiapan,” ujar Bahlil.

Tahun lalu, Indonesia resmi menjajaki kerja sama ekspor listrik hijau ke Singapura sebesar 3,4 gigawatt (GW) hingga 2035 mendatang.

Baca juga: Bos Medco Energy Buka-bukaan soal Rencana Ekspor Listrik ke Singapura

Kerja sama itu tertuang dalam penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan antara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dengan Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Kedua Bidang Perdagangan dan Industri Singapura, Tan See Leng.

Kerja sama kedua negara dalam MoU tersebut mencakup zona industri berkelanjutan, interkoneksi dan perdagangan listrik lintas batas, teknologi energi terbarukan dan rendah karbon, serta efisiensi dan konservasi energi, dan kerja sama dalam penangkapan dan penyimpanan karbon lintas batas.

Baca juga: RI Teken Kerja Sama Ekspor Listrik Hijau 3,4 GW ke Singapura

Rencananya, Indonesia akan mengirimkan listrik hijau ke Singapura, tetapi negara tersebut harus membangun kawasan industri berbasis energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia.

Tag:  #airlangga #ekspor #listrik #singapura #tunggu #pembangunan #transmisi #tahun

KOMENTAR