CEO Grab: Dunia Usaha Hadapi Tantangan yang Makin Kompleks
CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi. (KOMPAS,com/Suparjo Ramalan)
11:44
9 Juni 2026

CEO Grab: Dunia Usaha Hadapi Tantangan yang Makin Kompleks

- Memasuki semester kedua 2026, pelaku usaha menghadapi lanskap bisnis yang semakin kompleks dan bergerak sangat cepat.

Ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga energi, tekanan pada rantai pasok, hingga percepatan adopsi teknologi dan kecerdasan buatan (AI) menjadi faktor yang memengaruhi arah kebijakan dan strategi perusahaan.

CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan, tantangan yang dihadapi dunia usaha saat ini tidak lagi datang dari satu sumber, melainkan muncul secara bersamaan dari berbagai aspek yang saling berkaitan.

"Seperti kita ketahui bersama, memasuki semester kedua tahun 2026, dunia usaha itu bergerak dalam landscape yang semakin kompleks dan cepat sekali berubah," ujar Neneng dalam Grab Business Forum 2026 bertajuk The Next Chapter, Scale Smarter, Execute Faster di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Baca juga: Kredit Menganggur Tembus Rp 2.551 Triliun, Dunia Usaha Masih Tahan Ekspansi

Menurut dia, perusahaan kini harus menghadapi kombinasi tantangan mulai dari ketidakpastian geopolitik global, perubahan harga energi, tekanan pada rantai pasok, hingga perubahan perilaku konsumen yang semakin selektif dalam berbelanja dan menggunakan layanan.

"Bagi pelaku usaha, tantangannya ini tidak lagi datang dari satu arah," katanya.

Selain itu, integrasi teknologi digital dan AI yang berlangsung semakin cepat turut mengubah cara perusahaan beroperasi, mengambil keputusan, hingga melayani pelanggan.

Di tengah perubahan tersebut, dunia usaha juga harus beradaptasi dengan kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.

Neneng menyoroti proyeksi pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Timur dan Pasifik yang diperkirakan melambat.

Berdasarkan data Bank Dunia, pertumbuhan ekonomi kawasan tersebut diproyeksikan turun menjadi 4,2 persen dari sebelumnya 5 persen.

"Ini menunjukkan bahwa dunia usaha menghadapi dinamika ekonomi yang sangat amat luas. Dan bagi para pemimpin bisnis, dampaknya itu sangat-sangat nyata," ujarnya.

Di tengah tantangan tersebut, Neneng menilai para pemimpin perusahaan harus memiliki fokus yang lebih tajam dalam menentukan arah pertumbuhan bisnis.

Menurutnya, kemampuan untuk memilih prioritas dan mengeksekusi strategi secara disiplin menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan usaha.

"Nah, dalam situasi seperti ini, pemimpin perusahaan tentunya perlu berpikir lebih tajam dan lebih disiplin tentunya tentang bagaimana cara kita bertumbuh," katanya.

Ia menegaskan bahwa pertumbuhan tetap menjadi target utama perusahaan, terlepas dari berbagai tantangan yang dihadapi.

"Apapun yang terjadi, kita tetap harus bertumbuh," ujar Neneng.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pola pertumbuhan yang selama ini digunakan perusahaan tidak selalu relevan untuk menghadapi tantangan baru.

Menurutnya, peluang ekspansi masih terbuka lebar, namun pendekatan yang digunakan harus lebih adaptif dan terukur.

"Nah, di Grab, kami percaya bahwa peluang pertumbuhan masih sangat terbuka. Namun, ruang untuk tumbuh itu dengan cara yang lama semakin sempit," katanya.

Karena itu, perusahaan perlu lebih selektif dalam menentukan langkah bisnis dan memastikan setiap investasi maupun inisiatif yang dijalankan memberikan dampak nyata terhadap kinerja perusahaan.

"Peluang tersebut perlu dikejar dengan cara yang lebih disiplin. Bagaimana kita memilih prioritas dengan lebih tajam, mengeksekusi dengan lebih cepat, dan memastikan bahwa setiap inisiatif itu benar-benar berdampak," tegas Neneng.

Baca juga: Ekspor Satu Pintu: Kelola Devisa Tanpa Gerus Kepercayaan Dunia Usaha

Tag:  #grab #dunia #usaha #hadapi #tantangan #yang #makin #kompleks

KOMENTAR