Pelabuhan Korido Dikembangkan, Papua Perkuat Konektivitas Wilayah 3TP
- Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Korido berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Papua dalam penyusunan Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Korido.
Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memperkuat layanan distribusi logistik dan kepelabuhanan di wilayah Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan Perbatasan (3TP) melalui pengembangan jangka pendek Pelabuhan Korido.
Kegiatan itu melibatkan Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, serta Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah.
Baca juga: Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Layanan Pelabuhan Justru Hadapi Tekanan
Ilustrasi Pelabuhan Jayapura
Pengembangan yang direncanakan meliputi studi dan analisis perpanjangan dermaga, area walkway, terminal penumpang, kantin, pagar, dan area komersial untuk tahun anggaran 2027.
Langkah tersebut ditandai dengan penelitian teknis dan peninjauan lapangan yang dipimpin langsung oleh Gubernur Papua Matius Derek Fakhiri bersama tim teknis dari Dinas Perhubungan, Dinas PUPR, dan Baperida di dermaga dan area komersial serta Kantor UPP Korido di Distrik Supiori Selatan, Supiori, Jumat (22/5/2026).
Penguatan jalur logistik di wilayah 3TP
Gubernur Papua Matius Derek Fakhiri mengatakan, kerja sama tersebut menjadi momentum bersejarah karena merupakan kolaborasi pertama di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua dalam penyusunan DED pengembangan pelabuhan.
Menurut dia, pengembangan Pelabuhan Korido diharapkan dapat memperkuat jalur distribusi logistik dan pergerakan angkutan laut di Papua, khususnya di Supiori yang masuk wilayah 3TP.
Baca juga: Produktivitas Pelabuhan Banten Naik, Arus Logistik Makin Cepat
"Untuk itu saya mengajak kita semua untuk mendukung pembangunan Pelabuhan Korido di tanah ini, supaya terus berkembang dan menjadi pelabuhan yang maju, profesional dan membanggakan," ujar Fakhiri.
Ia menambahkan, pelabuhan yang produktif akan membangun konektivitas yang kuat sehingga pertumbuhan ekonomi dapat berkembang secara berkelanjutan.
Fakhiri mengatakan, penguatan sektor kemaritiman menjadi bagian dari upaya mewujudkan Papua yang cerdas, sejahtera, dan harmonis.
Pelabuhan Korido dinilai strategis di kawasan Pasifik
Kepala KUPP Kelas III Korido Willem Thobias Fofid mengatakan, Pelabuhan Korido memiliki peran strategis di kawasan Pasifik sebagai pintu gerbang logistik dan penggerak ekonomi bagi wilayah kepulauan di utara Papua.
Baca juga: Kemenhub Teken Adendum Konsesi Pelabuhan Tanjung Priok dan Perairan Pulau Nipa
Menurut Willem, tantangan geografis selama ini menjadi kendala dalam aksesibilitas dan konektivitas wilayah.
Karena itu, pengembangan Pelabuhan Korido melalui perpanjangan dermaga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas operasional pelabuhan dalam melayani kapal berukuran besar.
Selain itu, pembangunan kantin, terminal penumpang, area walkway, dan area komersial disebut dapat meningkatkan kenyamanan masyarakat, baik sebagai penumpang maupun pelaku usaha lokal.
“Tantangan geografis seringkali menjadi kendala dalam aksesbilitas dan konektivitas, sehingga dengan pengembangan Pelabuhan Korido yaitu dengan adanya perpanjang dermaga dapat menambah kapasitas operasional pelabuhan dalam melayani kapal-kapal dengan berukuran besar dan pembangunan kantin, terminal penumpang serta area walkway dan area komersil dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat sebagai penumpang dan juga pelaku usaha masyarakat lokal,” kata Willem dalam keterangan tertulis, Minggu (24/5/2026).
Baca juga: Dorong Ekspor Kayu Manis Kerinci ke AS hingga Eropa, Pelindo Optimalisasi Layanan Pelabuhan
Ia juga mengatakan, sinergi dalam penyusunan dan finalisasi dokumen DED tersebut diharapkan dapat memperkuat persyaratan pengembangan pelabuhan pada masa mendatang.
Menurut Willem, kolaborasi tersebut menjadi jawaban atas tantangan keterbatasan infrastruktur di wilayah perbatasan.
Pemanfaatan teknologi untuk konektivitas pelabuhan
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Matius Wally yang juga menjadi Ketua Tim Teknis Penyusunan DED mengatakan, kolaborasi itu merupakan langkah konkret dalam mewujudkan sinergi layanan kepelabuhanan dan angkutan di perairan.
“Pemanfaatan teknologi operasional diharapkan mampu menghadirkan konektivitas layanan pelabuhan yang handal, terutama di wilayah yang selama ini sulit dijangkau oleh jaringan terestrial," ujar Wally.
Baca juga: Arus Barang Pelabuhan Tanjung Priok Tumbuh di Awal 2026
Ia menjelaskan, penguatan kedaulatan maritim melalui pengiriman komoditas unggulan daerah dari Pelabuhan Korido diharapkan dapat mendorong kemajuan perekonomian.
Wally menambahkan, operasional pelabuhan, pergerakan kapal, aktivitas pelabuhan, serta layanan angkutan laut merupakan aset strategis negara yang harus dikelola secara aman, terintegrasi, dan berdaulat.
Fokus pada keselamatan dan pengawasan pelayaran
Willem mengatakan, pihaknya berharap kolaborasi tersebut dapat terus berlanjut dalam penyusunan DED dan pengembangan pelabuhan ke depan.
Menurut dia, KUPP Korido berkomitmen menghadirkan solusi teknologi yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu menjangkau wilayah yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur.
Baca juga: Perkuat Konektivitas 3TP, Kemenhub Gunakan Satelit di Pelabuhan Korido
“Semoga kolaborasi ini berjalan lancar dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa dan negara, optimistis penguatan kedaulatan data pergerakan kapal dan aktivitas pelabuhan akan semakin aman dan terintegrasi, sekaligus memperkuat aspek pengawasan serta keselamatan pelayaran di wilayah timur Indonesia,” tutur Willem.
Tag: #pelabuhan #korido #dikembangkan #papua #perkuat #konektivitas #wilayah