KAI Properti Perkuat Budaya Kepatuhan dan Tata Kelola Perusahaan
Lowongan KAI Properti.(KOMPAS.com/Mega Silvia)
21:48
24 Mei 2026

KAI Properti Perkuat Budaya Kepatuhan dan Tata Kelola Perusahaan

KAI Properti menyatakan terus memperkuat penerapan kepatuhan hukum dan tata kelola perusahaan dalam menjalankan seluruh proses bisnisnya.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan operasional perusahaan berjalan aman, efisien, dan akuntabel.

Sekretaris Perusahaan KAI Properti Ramdhani Subagja mengatakan, penerapan standar kepatuhan menjadi prioritas utama perusahaan di tengah dinamika regulasi yang terus berkembang.

Baca juga: KAI Properti Perkuat Pengamanan Perlintasan KA Selama Nataru

KAI Properti membangun coliving modern yang berlokasi di dekat Stasiun Gondangdia.DOK. KAI PROPERTI KAI Properti membangun coliving modern yang berlokasi di dekat Stasiun Gondangdia.

“Penerapan standar kepatuhan menjadi prioritas utama kami untuk memastikan setiap proses bisnis dan proyek perusahaan berjalan secara aman, efisien, dan akuntabel,” ujar Ramdhani dalam keterangan resmi, Minggu (24/5/2026).

Menurut dia, penerapan kepatuhan hukum menjadi pondasi penting bagi keberlanjutan bisnis perusahaan dalam jangka panjang.

“Ke depannya, kami akan terus memperkuat budaya kepatuhan hukum dan integritas di lingkungan perusahaan sebagai bagian dari upaya menciptakan bisnis yang adaptif, terpercaya, dan berkelanjutan,” kata Ramdhani.

Kepatuhan jadi fokus operasional

KAI Properti menyebutkan, penguatan budaya kepatuhan dilakukan di seluruh lini operasional perusahaan.

Baca juga: KAI Properti Tegaskan Aturan Prioritas Kereta di Perlintasan Sebidang

Hal itu mencakup penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG) dalam setiap proses bisnis.

Perusahaan juga menilai kepatuhan hukum dan integritas menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan usaha di tengah perkembangan regulasi dan tantangan bisnis yang terus berubah.

Dalam pelaksanaannya, KAI Properti menegaskan komitmennya untuk menjalankan bisnis dengan tetap mengedepankan prinsip hukum, etika, dan tata kelola berkelanjutan.

KAI Properti menyebut peran Petugas Jaga Lintasan (PJL) menjadi krusial pada periode Nataru, ketika jadwal perjalanan kereta api lebih padat dan volume kendaraan di jalan meningkat. DOK. KAI PROPERTI KAI Properti menyebut peran Petugas Jaga Lintasan (PJL) menjadi krusial pada periode Nataru, ketika jadwal perjalanan kereta api lebih padat dan volume kendaraan di jalan meningkat.

“Pencapaian ini menjadi motivasi kami untuk terus menerapkan kepatuhan hukum sebagai pondasi utama untuk bisnis yang berkelanjutan,” ungkap Ramdhani.

Baca juga: KAI Properti Soroti Peran PJL dalam Keselamatan Perjalanan Kereta

IRCA 2026 dorong standar kepatuhan

Indonesia Regulatory Compliance Awards (IRCA) merupakan inisiatif dari Hukumonline untuk memberikan apresiasi kepada korporasi dan pemimpin perusahaan yang dinilai menjadi pelopor dalam membangun sistem kepatuhan hukum di lingkungan bisnisnya.

IRCA 2026 menjadi ajang kolaborasi lintas sektor untuk mendorong peningkatan standar kepatuhan hukum, memperkuat tata kelola perusahaan, serta membangun budaya integritas berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan dalam IRCA 2026 meliputi Indonesia Regulatory Compliance Summit, Breakout Sessions, hingga Awards Night.

Pada ajang Indonesia Regulatory Compliance Awards 2026, KAI Properti meraih penghargaan Most Strategic Enterprise in Regulatory Compliance kategori Diamond.

Baca juga: Optimalisasi Aset, KAI Properti Buka Hotel Truntum Cihampelas Bandung

"Penghargaan ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus tumbuh dengan mengedepankan prinsip tata kelola yang baik di setiap langkah perusahaan," tutur Ramdhani.

Sebelumnya, KAI Properti juga memperoleh penghargaan Notable Enterprise in Regulatory Compliance kategori Gold dalam ajang IRCA 2025.

Ramdhani mengatakan, peningkatan kategori penghargaan yang diterima tahun ini mencerminkan konsistensi perusahaan dalam memperkuat budaya kepatuhan dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik.

Tag:  #properti #perkuat #budaya #kepatuhan #tata #kelola #perusahaan

KOMENTAR