Ekonom: Rupiah Telah Melemah Lebih dari 5%
Ekonom Josua Pardede mengatakan rupiah tidak hanya melemah pada dolar AS aja. Akan tetapi, mata uang garuda juga melemah terhadap mata uang Asia lainnya.
Menurutnya, pelemahan nilai tukar rupiah sudah menembus lebih dari 5 persen.
"Rupiah hanya menguat terhadap terhadap rupee India. Selebihnya kita melemah terhadap semua mata uang Asia," ujar Josua saat paparan media gathering dengan Bank Indonesia di Makassar, Minggu (24/5/3026).
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]Dia menekankan, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dinilai tidak semata dipicu sentimen global. Tekanan dari dalam negeri, bilang Josua, juga disebut ikut membebani pergerakan mata uang Garuda sepanjang tahun ini.
"Jadi, jangan terus menyalahkan global. Dan jangan marah-marah pada saat wartawan menanyakan kalau ada permasalahan domestik," jelasnya.
Josua menambahkan pelemahan rupiah juga disebabkan kebijakan baru terkait proses tata kelola ekspor yang akan memusatkan transaksi ekspor untuk beberapa komoditas di bawah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Selain itu, investor turut beralih ke aset lain menjelang pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada bulan Juni mendatang.
"Nah tidak bisa kita pungkiri bahwa memang ibaratnya kalau kita lihat tekanannya itu memang kita ditempa oleh beberapa tekanan ya. Dari global dan juga dari domestik. Dari globalnya tentunya kita bisa, kita nggak bisa bohong bahwa ada dari global dan juga dari domestik," pungkasnya.