Strategi “Anti Drama” Hadapi Pasar 2026, Ini Tips Investasi Tenang ala Maybank Indonesia
Ilustrasi investasi. Menjelang akhir 2025, pasar keuangan kembali bergejolak. Para analis menyarankan investor tetap tenang dan disiplin agar peluang cuan tidak hilang di tengah ketidakpastian.(PIXABAY/NATTANAN KANCHANAPRAT)
14:04
24 Mei 2026

Strategi “Anti Drama” Hadapi Pasar 2026, Ini Tips Investasi Tenang ala Maybank Indonesia

- Di tengah kondisi ekonomi yang masih dinamis pada 2026, menjaga stabilitas keuangan saja dinilai belum cukup.

Setelah memastikan kebutuhan harian, dana darurat, dan arus kas tetap aman, masyarakat juga perlu mulai memikirkan strategi investasi yang lebih tenang dan terukur agar target keuangan atau financial goals pada 2026 dapat tercapai.

Head of Wealth Management Maybank Indonesia, Aliang Sumitro, menuturkan pergerakan pasar saat ini tidak selalu mudah diprediksi. Di sisi lain, perilaku investor kerap berubah-ubah, mulai dari panik ketika pasar terkoreksi hingga terlalu percaya diri saat tren sedang menguat.

Menurutnya, investasi yang sehat tidak cukup hanya mengandalkan strategi untuk mencari keuntungan semata. Dalam kondisi pasar yang sering berfluktuasi dan sulit diprediksi, investor juga perlu memiliki ketenangan agar tidak mudah panik saat pasar melemah maupun terlalu agresif ketika pasar sedang menguat.

Baca juga: Tips Investasi Bagi Pemula dari Bank Mandiri

Filosofi Quiet Investing

Selain itu, disiplin dan konsistensi dalam mengambil keputusan dinilai penting agar investasi tetap berjalan sesuai tujuan keuangan jangka panjang dan tidak dipengaruhi emosi sesaat.

“Investasi yang sehat membutuhkan lebih dari sekadar strategi; dibutuhkan ketenangan, disiplin, dan konsistensi dalam mengambil keputusan,” ujar Aliang, Minggu (24/4/2026).

Prinsip tersebut menjadi dasar filosofi quiet investing yang relevan diterapkan dalam situasi ekonomi yang dinamis saat ini. Pendekatan itu tidak berfokus pada euforia pasar ataupun keuntungan jangka pendek, melainkan upaya membangun kekayaan secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan.

“Bagi nasabah dengan tujuan jangka panjang, Quiet Investing membantu menjaga fokus, mengurangi keputusan impulsif, serta memastikan setiap langkah investasi tetap sejalan dengan tujuan hidup dan kesejahteraan mereka di masa depan,” paparnya.

Baca juga: Tips Investasi Reksadana Bagi Pemula dari BRI, Simak Langkahnya

Tips Investasi "Anti Drama"

Memasuki pertengahan 2026, terdapat sejumlah strategi investasi “anti drama” yang dapat diterapkan masyarakat untuk mencapai target finansial.

Pertama, menyusun portofolio investasi yang terstruktur dan berbasis tujuan atau goal based investing. Sebelum mulai berinvestasi, masyarakat perlu menentukan tujuan finansial secara jelas, apakah untuk dana pendidikan anak, membeli rumah, liburan, atau persiapan pensiun.

Dengan tujuan yang jelas, investor dapat menentukan instrumen investasi yang paling sesuai dengan kebutuhan dan jangka waktunya.

Kedua, berinvestasi secara konsisten dan bertahap atau regular investment. Aliang mengatakan, salah satu kesalahan umum investor adalah menunggu memiliki dana besar sebelum mulai berinvestasi.

Padahal, investasi yang dilakukan rutin dan konsisten dinilai lebih efektif dalam membangun kekayaan secara bertahap. Karena itu, masyarakat disarankan mulai berinvestasi sesuai kemampuan dan melakukannya secara disiplin setiap bulan.

Baca juga: Tips Investasi Aman dari OJK, Simak Langkahnya

Ketiga, menerapkan strategi rupiah cost averaging dengan berinvestasi secara rutin dalam nominal tetap setiap bulan. Strategi ini dinilai dapat membantu investor tetap disiplin, mengurangi dorongan untuk melakukan timing the market, serta membangun portofolio secara bertahap di tengah fluktuasi pasar.

Keempat, melakukan diversifikasi investasi lintas produk, lintas kelas aset, lintas negara, dan lintas mata uang. Menurut Aliang, diversifikasi menjadi bagian penting dalam filosofi quiet investing karena membantu investor membangun portofolio secara lebih tenang, terencana, dan berorientasi jangka panjang.

Pendekatan tersebut dinilai mampu membantu nasabah mengelola risiko sekaligus menjaga peluang pertumbuhan di tengah dinamika pasar global.

Untuk mendukung kebutuhan quiet investing, Maybank Indonesia menyediakan berbagai solusi pengelolaan kekayaan yang dapat diakses melalui layanan digital, mulai dari tabungan emas melalui aplikasi M2U ID hingga reksa dana dan obligasi melalui layanan wealth management.

Baca juga: Jelang Spin-off, Maybank Syariah Andalkan Digitalisasi dan Investasi Global

Dengan dukungan platform digital yang aman, praktis, dan transparan, nasabah disebut dapat memantau portofolio investasinya secara real-time sekaligus mengambil keputusan investasi dengan lebih disiplin dan terukur.

Didukung oleh nasabah yang semakin rasional, melek finansial, dan mengutamakan hubungan jangka panjang, Maybank Indonesia juga terus memperkuat posisinya sebagai mitra finansial dalam setiap tahap perjalanan investasi nasabah.

Pendekatan yang humanis dan berorientasi pada kebutuhan nasabah tersebut turut mendapat pengakuan internasional melalui penghargaan Best Wealth Management Platform dari Asian Banking & Finance selama dua tahun berturut-turut pada 2024 dan 2025.

Aliang menambahkan, di tengah dinamika pasar global dan ketidakpastian ekonomi yang masih berlangsung, masyarakat perlu semakin bijak dalam mengambil keputusan keuangan.

“Membangun portofolio yang sehat tidak hanya bergantung pada momentum pasar, tetapi juga pada konsistensi, disiplin, dan kemampuan menjaga fokus terhadap tujuan jangka panjang,” tukas Aliang.

Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual produk investasi, misalnya saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis tersebut. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.

Tag:  #strategi #anti #drama #hadapi #pasar #2026 #tips #investasi #tenang #maybank #indonesia

KOMENTAR