BTN (BBTN) Sudah Salurkan 6 Juta KPR Subsidi untuk Masyarakat Desil 3
Ilustrasi pengajuan KPR subsidi.(DOK. Shutterstock/LUMPANG MOONMUANG)
12:56
24 Mei 2026

BTN (BBTN) Sudah Salurkan 6 Juta KPR Subsidi untuk Masyarakat Desil 3

- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mengungkapkan strategi penyaluran kredit pembiayaan rumah (KPR) untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), termasuk kelompok masyarakat dalam kategori desil 3.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, BTN telah menyalurkan kredit pembiayaan rumah subsidi sebanyak 6 juta unit sejak awal program berjalan.

“Kalau desil 3 KPR subsidi di BTN ada 6 juta rumah dari awal program,” kata Nixon dalam keterangan tertulis, Minggu (24/5/2026).

Baca juga: BTN Sebut KPR Subsidi Tahan dari Kelesuan Ekonomi

Sebagai informasi, desil 3 merupakan klasifikasi kelompok masyarakat yang berada di urutan ke-21 persen hingga 30 persen tingkat kesejahteraan terendah secara nasional.

Dalam program bantuan pemerintah, kelompok ini dikategorikan sebagai masyarakat hampir miskin.

Strategi BTN salurkan pembiayaan rumah

Nixon menjelaskan, BTN memiliki dua strategi utama dalam menyalurkan kredit perumahan kepada masyarakat.

Pertama, melalui program KPR subsidi yang dirancang untuk masyarakat dengan batas maksimal penghasilan tertentu agar tepat sasaran kepada kelompok MBR.

Baca juga: BTN Salurkan Hampir 183.000 KPR Subsidi Sepanjang 2025

Kedua, melalui bantuan pembangunan rumah swadaya bagi masyarakat dengan tingkat penghasilan paling rendah.

Menurut dia, program KPR subsidi menjadi instrumen utama pemerintah untuk menjangkau kelompok masyarakat desil 3 hingga desil 8.

“KPR tentu dibantu pemerintah. Pemerintah buat program KPR subsidi yang dibatasi max income. Maksudnya ini memang menyasar masyarakat penghasilan rendah karena banyak unbanked. Kalau ada 10 desil, maka bisa dibilang yang paling sulit tinggal desil 1-2 sedangkan desil 3-8 diintervensi KPR,” jelasnya.

Ilustrasi KPR. iStock Ilustrasi KPR.

Sementara itu, masyarakat dalam kategori desil 1 dan 2 dinilai masih sulit mengakses layanan kredit perbankan. Untuk kelompok tersebut, pemerintah menyalurkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Baca juga: BTN Kuasai 37 Persen Penyaluran KPR Subsidi Nasional

Pemerintah salurkan BSPS untuk Desil 1 dan 2

Nixon mengatakan, program BSPS tahun ini menyasar sekitar 400.000 rumah tangga di seluruh Indonesia.

Melalui program tersebut, pemerintah memberikan bantuan pembangunan rumah swadaya sebesar Rp 20 juta hingga Rp 25 juta per rumah tangga.

“Yang desil 1-2 ini pemerintah mengeluarkan BSPS bantuan stimulan pembangunan swadaya jadi pemerintah kasih Rp 20 juta sampai Rp 25 juta tahun ini ada 400.000 per rumah tangga,” ujar Nixon.

Selain itu, pemerintah juga tengah mengkaji skema tenor KPR hingga 40 tahun untuk memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan rumah.

Baca juga: BTN Bidik Kredit Tumbuh 9 Persen di Tengah Peningkatan Kuota KPR Subsidi FLPP

Menurut Nixon, kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk masyarakat pada desil 1 dan 2.

“Hari ini pemerintah mengkaji KPR sampai 40 tahun mudah-mudahan desil 1-2 bisa dapat. Ini cara penetrasi MBR,” sebutnya.

BTN andalkan digitalisasi untuk jangkau masyarakat unbanked

Selain mengandalkan pembiayaan rumah, BTN juga memperluas akses layanan perbankan melalui digitalisasi.

Nixon menilai, tingkat penetrasi telepon seluler di Indonesia saat ini lebih tinggi dibanding kepemilikan rekening bank. Karena itu, digitalisasi menjadi salah satu cara untuk menjangkau masyarakat yang belum tersentuh layanan perbankan atau unbanked.

Baca juga: BTN Kenalkan KPR Subsidi di Forum Keuangan Berkelanjutan Dunia

Ia mencontohkan, selama lebih dari 70 tahun BTN menyalurkan sekitar 6 juta KPR. Namun, dalam waktu kurang dari tiga tahun, jumlah pengguna mobile banking BTN telah mencapai sekitar 5 juta akun.

“Kita buat digitalisasi untuk perbankan. Penetrasi HP lebih banyak dibanding penetrasi account. BTN usia 70 lebih KPR 6 jutaan, mobile ga sampai 3 tahun sudah 5 juta mobile banking acc. Menurut saya jumlah KPR di-takeover user mobile,” ungkapnya.

Menurut Nixon, layanan mobile banking membuat masyarakat lebih mudah membuka akses layanan keuangan tanpa harus datang ke kantor cabang.

“Penetration rate sekarang lebih mudah karena mobile bisa buka dari rumah. Itu cara kami akses unbanked,” jelas dia.

Tag:  #bbtn #sudah #salurkan #juta #subsidi #untuk #masyarakat #desil

KOMENTAR